KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Keluhan masyarakat mengenai dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pangkalpinang dan Sungailiat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, beberapa hari terakhir menjadi sorotan publik. Menyikapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menegaskan bahwa penyaluran BBM bersubsidi di Pulau Bangka tetap berjalan sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Selasa (18/11/2025)
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa pihaknya melakukan pemantauan intensif terhadap suplai dan distribusi BBM di seluruh SPBU wilayah Bangka Belitung. Ia memastikan bahwa seluruh penyaluran BBM bersubsidi berlangsung optimal dan tetap mengikuti ketentuan program subsidi tepat.
“Pertamina berkomitmen untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi di seluruh SPBU Pangkalpinang dan Sungailiat. Kami terus melakukan evaluasi dan koordinasi intensif untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran sesuai ketentuan program subsidi tepat,” kata Rusminto dalam keterangan resminya, Senin (17/11/2025) malam.
Pertamina juga menyampaikan bahwa suplai Pertalite bersubsidi pada November 2025 mengalami peningkatan signifikan. Penyaluran tercatat naik 13 persen dibandingkan rata-rata bulanan sebelumnya, sebagai langkah stabilisasi pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Seluruh SPBU diinstruksikan untuk menjalankan prosedur penyaluran sesuai aturan yang berlaku, termasuk verifikasi nomor polisi kendaraan dan pemindaian barcode pada sistem subsidi tepat. Kebijakan ini diterapkan guna memastikan bahwa BBM bersubsidi hanya dinikmati oleh konsumen yang memang berhak.
“Monitoring kesesuaian antara QR Code dan nomor polisi kendaraan terus dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat. Ini bagian dari pengawasan agar distribusi lebih transparan, terukur, dan merata,” ujar Rusminto.
Selain pengawasan digital, Pertamina Patra Niaga juga melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi stok BBM di seluruh SPBU. Pihaknya menyiagakan tim operasional untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan distribusi, termasuk hambatan cuaca yang kerap mempengaruhi proses pengiriman pasokan ke wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung.
Untuk mengurangi potensi terjadinya penumpukan kendaraan yang kerap menyebabkan antrean panjang, Pertamina menginstruksikan pengelola SPBU agar mengoptimalkan pola antrean. Setiap SPBU diminta menempatkan petugas marshall di titik padat kendaraan, agar alur pengisian tetap tertib dan cepat.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM subsidi secara bijak dan sesuai peruntukannya, mengingat kuota yang tersedia diperuntukkan bagi kelompok pengguna tertentu sesuai regulasi pemerintah. Penggunaan BBM subsidi secara tepat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan energi bagi masyarakat yang berhak.
Sebagai bentuk pelayanan, Pertamina menyediakan sarana komunikasi melalui Pertamina Contact Center 135 untuk menerima laporan, keluhan, maupun informasi seputar produk BBM di wilayah Bangka Belitung.
Dengan adanya peningkatan pasokan hingga 13 persen serta penguatan sistem pengawasan di lapangan, Pertamina berharap distribusi BBM bersubsidi dapat berjalan stabil dan mampu menjawab keluhan masyarakat dalam beberapa hari terakhir. (Sumber: Pos Belitung, Editor: KBO Babel)











