KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus mempercepat upaya pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk mengatasi blank spot yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Langkah ini menjadi prioritas karena akses internet dinilai sangat menentukan kualitas layanan publik, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di era digital. Selasa (2/12/2025)
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfosta) Bangka Tengah, Dede Lina Lindayanti, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati layanan internet secara merata. Menurutnya, meskipun jaringan internet telah menjangkau sebagian besar wilayah, masih ada beberapa titik yang mengalami kendala sinyal serius.
“Beberapa wilayah di Bangka Tengah memang masih menghadapi kondisi blank spot. Paling banyak berada di Dusun Panang dan Dusun C2 di Kecamatan Lubuk Besar. Selain itu, di Kecamatan Sungaiselan, gangguan sinyal lebih terjadi di jalan-jalan penghubung antardesa,” ujar Dede.
Blank Spot Hambat Aktivitas Masyarakat
Dede menjelaskan bahwa wilayah Kecamatan Lubuk Besar termasuk daerah yang paling membutuhkan perhatian. Beberapa pemukiman di sana benar-benar tidak memiliki akses sinyal, sehingga masyarakat tidak dapat menikmati layanan internet sama sekali. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga, mulai dari kebutuhan komunikasi sehari-hari hingga akses terhadap informasi dan layanan digital pemerintah.
“Kalau di Sungaiselan, sinyal hanya sulit di jalan-jalan penghubung. Namun di Desa Panang, Kecamatan Lubuk Besar, memang tidak ada sinyal sama sekali. Ini tentu sangat menghambat aktivitas warga,” katanya.
Tanpa akses internet yang memadai, masyarakat menghadapi kesulitan dalam mengikuti perkembangan informasi, melakukan transaksi digital, serta mengakses layanan pendidikan berbasis online. Situasi ini juga memperlambat pembangunan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang membutuhkan konektivitas stabil untuk pemasaran dan transaksi.
Pemerintah Lakukan Koordinasi Intensif dengan Pusat
Untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah melakukan koordinasi langsung dengan pemerintah pusat. Upaya ini dilakukan agar pembangunan tower sinyal dapat segera direalisasikan di daerah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi.
“Kami sudah intens berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan tower sinyal ini. Saat ini masih dalam tahap penentuan provider yang nantinya akan bertanggung jawab membangun dan mengelola jaringan,” jelas Dede.
Menurutnya, keberadaan tower sinyal bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi merupakan infrastruktur strategis yang akan mendukung transformasi digital daerah. Pemerataan akses internet menjadi salah satu prasyarat penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan daya saing sektor ekonomi masyarakat.
Survei Lokasi Rampung, Proyek Segera Dimulai
Beberapa wilayah seperti Desa Perlang dan Dusun Panang telah memasuki tahap survei awal yang dilakukan oleh tim teknis. Survei ini merupakan langkah penting sebelum pembangunan tower dimulai. Dede menambahkan bahwa proses ini menandakan keseriusan pemerintah dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan.
“Setelah survei, pembangunan tower sinyal seharusnya tidak lama lagi akan dimulai. Kami menunggu finalisasi penunjukan provider, setelah itu pembangunan bisa segera dijalankan,” ujarnya.
Upaya pembangunan tower sinyal ini mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak blank spot. Warga berharap akses telekomunikasi yang stabil dapat membantu mereka dalam berbagai kegiatan, termasuk mengakses layanan pendidikan daring, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi digital.
Akses Internet untuk Dorong Kemajuan Daerah
Pemerintah meyakini bahwa pembangunan tower sinyal akan membantu mempercepat pertumbuhan daerah dengan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat. Akses internet yang merata dinilai sangat penting untuk memastikan seluruh warga Bangka Tengah tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.
“Tujuan kami jelas, seluruh masyarakat Bangka Tengah harus dapat merasakan manfaat internet demi kemajuan daerah. Dengan akses yang merata, banyak sektor dapat berkembang lebih cepat,” tegas Dede.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur digital merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi ekonomi berbasis teknologi. Akses internet yang memadai akan mendukung program-program digitalisasi pemerintahan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pertumbuhan UMKM berbasis online.
Dengan langkah konkret yang telah dilakukan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah optimistis bahwa masalah blank spot dapat teratasi secara bertahap. Pembangunan tower sinyal diharapkan dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah. (Sumber : Merdeka.com, Editor : KBO Babel)

















