Bais TNI Punya Pjs Baru: Richard Tampubolon Pegang Amanah di Tengah Situasi Sensitif

Letjen Richard Tampubolon Resmi Pjs Kabais TNI, Usai Penyerahan Jabatan Yudi Abrimantyo

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Jakarta) – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letnan Jenderal (Letjen) Richard Tampubolon, resmi ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Penunjukan ini terjadi menyusul penyerahan jabatan sebelumnya oleh Letjen Yudi Abrimantyo, yang mengundurkan diri akibat kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang melibatkan personel Bais TNI. Sabtu (28/3/2026)

Keputusan penunjukan Richard Tampubolon sebagai Pjs Kabais TNI merupakan hasil rapat koordinasi jajaran Kementerian Pertahanan dan pimpinan TNI di kantor Kemhan RI, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/3/2026). Langkah ini dianggap penting untuk memastikan keberlanjutan fungsi intelijen strategis TNI di tengah dinamika internal pasca-insiden tersebut.

banner 336x280

Richard sendiri, melalui stiker WhatsApp bertuliskan “salam sehat selalu” kepada Indonesia Defense Magazine (IDM) pada Jumat (27/3/2026), mengonfirmasi penunjukan ini. Sementara upaya IDM untuk mendapatkan konfirmasi langsung dari Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal (Mayjen) Aulia Dwi Nasrullah, hingga berita ini ditulis, belum membuahkan respons.

Sebagai Kasum TNI, Richard sebelumnya telah memiliki pengalaman luas dalam bidang strategis dan intelijen, termasuk menjabat sebagai Wakil Ketua Pelaksana Tugas I Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) serta Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera. Perwira jebolan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini juga baru-baru ini memimpin rapat koordinasi intelijen TNI tahun anggaran 2026 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada 25 Februari lalu.

Sementara itu, penyerahan jabatan oleh Letjen Yudi Abrimantyo kepada Richard dilakukan pada Rabu (25/3/2026). Langkah ini berkaitan langsung dengan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada 12 Maret 2026. Insiden tersebut melibatkan empat personel Detasemen Markas (Denma) Bais TNI, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, yang telah ditahan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Kasus ini sempat menimbulkan sorotan luas karena menyangkut tindak kekerasan terhadap aktivis HAM. Penunjukan Richard diharapkan bisa menstabilkan Bais TNI, menjaga fungsi intelijen strategis tetap berjalan, sekaligus memastikan penanganan internal dan investigasi kasus tersebut dilakukan secara transparan.

Richard dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam bidang intelijen dan operasi militer khusus. Pengalamannya di Kopassus dan berbagai satgas strategis menjadikannya figur yang dianggap mampu memimpin Bais TNI dalam masa transisi ini. Selain itu, keterlibatan Richard dalam berbagai satgas nasional diharapkan membantu pemulihan citra Bais TNI di mata publik, terutama setelah insiden penyiraman terhadap Andrie Yunus.

Dengan penunjukan ini, TNI menegaskan komitmennya terhadap penguatan kepemimpinan dan pengawasan internal di tubuh Bais, serta penegakan hukum yang tegas terhadap anggota yang melanggar protokol dan hukum. Richard Tampubolon kini memegang amanah ganda sebagai Kasum TNI dan Pjs Kabais, sambil menavigasi proses internal yang sensitif, termasuk koordinasi dengan instansi terkait dan memastikan stabilitas organisasi tetap terjaga.

Langkah strategis ini juga menjadi momentum penting bagi TNI dalam memperkuat tata kelola internal dan menjamin profesionalisme serta akuntabilitas aparat intelijen, sambil tetap menjalankan tugas pokoknya menjaga keamanan dan kedaulatan negara. (Sumber : Indonesia Defense Magazine, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed