Banjir Rob Mengancam, Pemkot Pangkalpinang Pasang Tanggul Darurat di Pasir Padi

Hadapi Pasang Laut Tinggi, Pemkot Pangkalpinang Siapkan Perbaikan Sementara di Pantai Pasir Padi

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Pemerintah Kota Pangkalpinang mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dampak banjir rob akibat pasang air laut tinggi dengan memasang tanggul sementara di kawasan Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang. Upaya ini dilakukan sebagai respons atas kondisi pasang laut yang dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan genangan air laut hingga merusak infrastruktur jalan di kawasan pesisir tersebut. Senin (22/12/2025)

Tanggul sementara dibangun menggunakan beton serta karung-karung berisi pasir yang dipasang di sejumlah titik rawan. Selain pemasangan tanggul, Pemkot Pangkalpinang juga melakukan perapian dan perbaikan darurat pada badan jalan di kawasan Pantai Pasir Padi yang sebelumnya sempat ambles akibat diterjang pasang laut tinggi. Langkah ini diharapkan mampu menahan laju air laut agar tidakembali menggenangi jalan utama menuju kawasan wisata tersebut.

banner 336x280

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, yang akrab disapa Prof. Udin, mengatakan banjir rob akibat pasang air laut tinggi berdampak langsung terhadap wilayah pesisir Kota Pangkalpinang. Dampak paling terasa terjadi di sepanjang jalan kawasan Pasar Pantai Pasir Padi yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat dan wisatawan.

“Terkait banjir rob akibat pasang air laut tinggi yang berdampak pada kerusakan jalan di kawasan Pasar Pantai Pasir Padi, sudah kami lakukan perbaikan di beberapa titik dengan memasang tanggul-tanggul beton dan pasir,” kata Prof. Udin kepada Bangkapos.com, Minggu (21/12/2025).

Menurut Prof. Udin, pemasangan tanggul tersebut bersifat sementara dan merupakan langkah darurat untuk mengurangi risiko kerusakan yang lebih parah. Tanggul sementara dipasang agar mampu menahan air laut apabila pasang tinggi kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.

“Ini memang sifatnya sementara. Pertama, untuk mengurangi kerusakan yang mungkin terjadi jika pasang tinggi kembali datang. Kedua, agar masyarakat yang melintasi jalan tersebut tetap bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang telah menyiapkan rencana perbaikan secara permanen untuk kawasan Pantai Pasir Padi. Namun, pelaksanaan perbaikan permanen tersebut akan dilakukan setelah kondisi pasang laut tinggi dan banjir rob mulai berkurang agar hasil pekerjaan dapat lebih maksimal dan tahan lama.

“Nanti akan kita perbaiki secara permanen setelah pasang tinggi ini berkurang. InsyaAllah, mudah-mudahan ke depan pasang tidak terlalu tinggi lagi sehingga perbaikan permanen bisa segera dilakukan,” ucapnya.

Selain penanganan fisik, Pemkot Pangkalpinang juga terus melakukan pemantauan kondisi pasang laut dan cuaca melalui koordinasi dengan instansi terkait. Pemantauan ini penting untuk memastikan langkah antisipasi dapat dilakukan secara cepat jika terjadi peningkatan pasang air laut yang berpotensi menimbulkan banjir rob kembali.

Pemkot Pangkalpinang turut mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan di kawasan Pantai Pasir Padi, agar tetap berhati-hati saat melintas di lokasi tersebut. Masyarakat diminta mematuhi rambu peringatan serta arahan petugas di lapangan selama proses penanganan darurat masih berlangsung.

Kawasan Pantai Pasir Padi sendiri merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Pangkalpinang yang kerap ramai dikunjungi warga maupun wisatawan. Oleh karena itu, Pemkot berupaya agar akses jalan dan fasilitas pendukung tetap dapat digunakan dengan aman meski di tengah kondisi cuaca dan pasang laut yang tidak menentu.

Dengan pemasangan tanggul sementara ini, Pemkot Pangkalpinang berharap dapat meminimalkan dampak banjir rob sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan langkah lanjutan guna memastikan penanganan banjir rob di kawasan pesisir dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terencana. Langkah antisipatif ini juga menjadi bagian dari upaya jangka pendek pemerintah daerah dalam menjaga aktivitas ekonomi warga pesisir. Pedagang, nelayan, dan pelaku usaha pariwisata diharapkan tetap dapat beroperasi meski ancaman rob masih terjadi. Pemkot memastikan penanganan darurat tidak mengganggu aktivitas warga dan akan terus berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk menerima masukan, laporan, serta keluhan selama masa penanganan berlangsung hingga kondisi benar-benar stabil kembali dalam beberapa pekan mendatang secara bertahap dan terukur sesuai rencana pemerintah daerah. (Sumber : Bangkapos, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *