
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pengakuan mengejutkan datang dari Batara Harahap terkait aksi demonstrasi ribuan penambang timah di kantor PT Timah, Pangkalpinang, pada 6 Oktober 2025. Lewat video di akun TikTok @bataraharahapp, Batara menuding Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, sebagai pihak paling bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut yang terjadi saat aksi memuncak di lokasi. Senin (8/12/2025)
Dalam video berdurasi sekitar empat menit itu, Batara secara terbuka menyebut nama Hidayat Arsani.

“Jika ada yang bertanya siapa yang paling bertanggung jawab atas kerusakan dan kerusuhan 6 Oktober di PT Timah, dialah orangnya,” ujar Batara dalam pernyataannya, Minggu, 7 Desember 2025 yang kemudian menyebar luas di media sosial publik.
Ia juga menegaskan bahwa aksi tersebut bukan spontanitas, melainkan disebutnya didorong langsung oleh Gubernur Hidayat.
“Dia yang menyuruh demo itu dan dia juga yang mengeluarkan uang untuk itu,” tegas Batara. Pernyataan tersebut memicu perhatian publik luas serta beragam reaksi dari masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya di Bangka Belitung pada awal.
Batara kemudian menceritakan kronologi sebelum aksi berlangsung. Ia mengaku dipanggil ke rumah pribadi Gubernur bersama rekannya, Arman. Pertemuan itu disebut berlangsung sekitar satu jam. Dalam pertemuan tersebut, Hidayat disampaikan mengeluhkan sikap manajemen PT Timah yang dinilai tidak menghargai masyarakat lokal khususnya para penambang kecil yang selama ini menggantungkan hidup harian.
Dalam narasinya, Batara menirukan ucapan yang diklaimnya keluar dari Gubernur.
“Mereka orang luar, direkturnya orang luar, tetapi tidak menghargai putra daerah pribumi,” kata Batara. Ia menambahkan, dirinya diminta untuk membuat gerakan dan menggalang aksi agar PT Timah mendapat tekanan publik yang kuat melalui demonstrasi besar di depan kantor perusahaan tersebut.
Aksi 6 Oktober itu diketahui diikuti ribuan penambang dari berbagai daerah. Unjuk rasa sempat berujung ricuh dan menimbulkan kerusakan di sekitar kawasan kantor PT Timah. Sejumlah fasilitas dilaporkan rusak, sementara aktivitas operasional perusahaan terganggu beberapa waktu setelah kejadian tersebut. Aparat keamanan kemudian melakukan pengamanan dan pembubaran massa bertahap di lokasi.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Gubernur Hidayat Arsani melalui pesan WhatsApp, Minggu, 7 Desember 2025. Namun hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut. Pihak Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga belum mengeluarkan pernyataan resmi menyikapi pengakuan Batara itu kepada publik dan media massa nasional.
Pengamat kebijakan publik menilai tudingan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan hukum serius. Jika terbukti ada keterlibatan kepala daerah dalam pendanaan aksi anarkis, maka dapat berimplikasi pidana maupun etik pemerintahan. Namun semua tuduhan tersebut harus dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum yang berwenang secara profesional dan transparan tanpa intervensi kepentingan politik tertentu.
Video pengakuan Batara yang diunggah di TikTok dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan tajam di ruang publik. Sebagian warganet menuntut klarifikasi terbuka dari Gubernur, sementara lainnya meminta aparat segera menelusuri kebenaran pernyataan tersebut. Tagar terkait aksi 6 Oktober dan PT Timah ramai digunakan dalam berbagai unggahan media sosial sejak akhir pekan.
Hingga kini, belum ada klarifikasi langsung dari pihak PT Timah maupun Pemerintah Provinsi terkait tudingan tersebut. Redaksi masih berupaya mendapatkan keterangan resmi dari seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi. Perkembangan kasus ini akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap stabilitas sosial serta iklim pertambangan di Kepulauan Bangka Belitung ke depan. (Sumber : Babelterkini.com, Editor : KBO Babel)








