BAZNAS Bangka Barat Mantapkan Citra Kemanusiaan: Santunan HKG PKK ke-53 Tegaskan Sinergi dan Gerak Gotong Royong Daerah

Santunan HKG PKK ke-53, BAZNAS Bangka Barat Tegaskan Peran Strategis dalam Gerakan Sosial Daerah

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Mentok, Bangka Barat) — BAZNAS Bangka Barat kembali memantapkan citranya sebagai lembaga kemanusiaan paling aktif di tingkat daerah dengan menyalurkan santunan kepada 30 warga PKK desa dan kelurahan yang kurang mampu dalam momentum Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53, Kamis (27/11/2025). Setiap kecamatan mendapat lima kuota penerima, sebagai bagian dari upaya pemerataan bantuan di seluruh wilayah Bangka Barat. Jumat (28/11/2025)

Acara yang berlangsung di hadapan Bupati Bangka Barat Markus SH, Wakil Bupati, Forkopimda, OPD, TP PKK Provinsi dan Kabupaten, serta unsur kecamatan dan desa tersebut menjadi ruang penting untuk menunjukkan kekuatan kolaborasi antar lembaga dalam kerja-kerja sosial. Kehadiran BAZNAS dalam agenda besar PKK ini menegaskan bahwa program kemanusiaan membutuhkan sinergi lintas struktur, bukan sekadar kerja sepihak.

banner 336x280

Bupati Bangka Barat Markus SH, dalam sambutannya, memberikan apresiasi tinggi terhadap seluruh pihak yang berperan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi untuk kelancaran dan kemeriahan acara ini. Mari kita terus merawat budaya gotong royong untuk kemajuan bersama. Bangka Barat maju bersama,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan garis besar arah pembangunan daerah: kebersamaan sebagai fondasi.

Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Barat, Ibu Bupati, menyampaikan bahwa BAZNAS telah menjadi mitra strategis yang konsisten hadir membantu masyarakat kecil.

“Peran BAZNAS sangat membantu masyarakat Bangka Barat, bukan hanya lewat santunan seperti hari ini, tetapi juga lewat bantuan di berbagai bidang lainnya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk kemajuan daerah,” tuturnya. Ungkapan tersebut mempertegas posisi BAZNAS sebagai salah satu aktor penting dalam agenda penguatan kesejahteraan keluarga di Bangka Barat.

Di tengah berjalannya kegiatan, Ketua BAZNAS Bangka Barat, Drs. Lili Suhendra Nato, turut mengirimkan pernyataannya secara resmi dari Kecamatan Kelapa, tempat ia sedang memantau progres pembangunan Bantuan Rumah Layak Huni salah satu program jangka panjang yang menjadi identitas kuat BAZNAS dalam pembangunan sosial masyarakat.

“BAZNAS Bangka Barat berupaya hadir di setiap lapisan masyarakat, termasuk kelompok-kelompok yang selama ini tidak terjangkau secara langsung. Sinergi dengan TP PKK menjadi kekuatan penting dalam memastikan zakat tersalurkan lebih tepat sasaran. Terima kasih kepada TP PKK Kabupaten atas kerja sama yang baik. Semoga kepercayaan para muzaki terus meningkat sehingga program-program kemanusiaan dapat berjalan lebih optimal,” ujar Lili Suhendra.

Wakil Ketua II BAZNAS Bangka Barat bidang distribusi, Wasis Utama Edi, S.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi pendistribusian melalui jaringan PKK merupakan langkah realistis dan efektif.

“Kegiatan ini justru membantu BAZNAS dalam memaksimalkan pendistribusian, karena kami bekerja dengan segala keterbatasan yang ada,” ungkapnya.

Usai menerima bingkisan nasi tumpeng dari Bupati dan Ibu Bupati, ia menambahkan harapannya: “Semoga pengumpulan zakat semakin meningkat dan BAZNAS dapat lebih luas berkiprah.”

Santunan dalam peringatan HKG PKK ke-53 ini menyimpan kisah yang lebih besar dari angka dan daftar penerima. Ia menggambarkan bagaimana sebuah lembaga zakat daerah menempatkan dirinya sebagai bagian dari struktur pembangunan sosial bukan hanya bekerja pada tataran administratif, tetapi menyentuh ruang-ruang yang sering luput dari sorotan pembangunan formal: rumah-rumah kecil, keluarga-keluarga rentan, dan perempuan-perempuan tangguh yang bertahan menjaga fondasi rumah tangga.

Dalam bahasa pembangunan, BAZNAS bukan sekadar lembaga pendistribusi zakat, ia adalah “pengisi celah”. Di antara ketidakmerataan ekonomi, dinamika sosial, dan keterbatasan anggaran pemerintah daerah, BAZNAS hadir sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mereka yang menunggu uluran empati.

Pembangunan tidak selalu berwujud gedung-gedung baru atau proyek monumental. Kadang ia datang melalui setangkup santunan yang menyelamatkan dapur dari asap yang padam, melalui rumah layak huni yang dibangun perlahan, melalui sinergi dengan gerakan perempuan PKK yang memahami denyut rumah tangga lebih dekat dari siapa pun. Di titik ini, peran BAZNAS menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah yang bergerak dengan wajah kemanusiaan.

BAZNAS Bangka Barat juga menjadi ruang tumbuhnya kepercayaan publik sebuah modal sosial yang tidak bisa dibeli, hanya bisa dibangun oleh konsistensi. Setiap program, setiap santunan, setiap rumah yang didirikan, menjadi batu bata dalam bangunan besar kemanusiaan daerah.

Dalam konteks ini, santunan HKG PKK ke-53 tidak hanya menjadi agenda rutin. Ia menjadi simbol bahwa pembangunan Bangka Barat tidak hanya berjalan dari pusat pemerintah, tetapi juga dari tangan-tangan lembaga zakat yang bergerak menjemput masalah, bukan menunggu laporan.

Di tengah arus zaman yang serba cepat, BAZNAS Bangka Barat kembali membuktikan bahwa pembangunan manusia harus bergerak seiring pembangunan infrastruktur. Bahwa harapan rakyat kecil tidak boleh terhenti. Bahwa kemajuan sebuah kabupaten tidak boleh menghitung untung rugi ketika berbicara tentang kemanusiaan.

Dengan kerja yang nyaris tanpa jeda, dari santunan hingga pembangunan rumah, dari kolaborasi dengan PKK hingga penguatan muzaki, BAZNAS Bangka Barat terus menjaga bara kepedulian agar tetap menyala kecil namun pasti, tidak pernah padam.

Bagi Bangka Barat, bara kecil itulah yang menjaga cahaya kemajuan tetap hidup. (Published : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *