BPBD Bangka Barat Prediksi Rob Setinggi 4,3 Meter, Wilayah Pesisir Siaga Bencana

Air Laut Naik 4,3 Meter, Warga Pesisir Bangka Barat Diminta Siap Evakuasi

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Bangka Barat) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob menyusul prediksi pasang air laut yang akan mencapai 4,3 meter pada Senin, 8 Desember 2025. Peringatan ini disampaikan menyusul kejadian banjir rob yang sudah lebih dulu merendam permukiman warga pada Minggu pagi.

Kepala BPBD Bangka Barat, Safrizal, mengatakan puncak pasang air laut diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.50 WIB. Ia menegaskan bahwa kondisi akan menjadi lebih berbahaya apabila pasang tinggi tersebut disertai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Oleh karena itu, pihaknya meminta seluruh warga yang tinggal di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

banner 336x280

“Besok diprediksi pasang tertinggi 4,3 meter pada pukul 09.50 WIB. Yang penting itu besok pagi, pasang tinggi. Kami berharap tidak turun hujan agar kondisi tidak parah,” ujar Safrizal kepada wartawan, Minggu, 7 Desember 2025.

Ia menjelaskan, pada Minggu pagi, ketinggian pasang air laut sudah mencapai sekitar 4,2 meter dan menyebabkan air laut masuk ke sejumlah rumah warga. Ketinggian genangan bervariasi, mulai dari semata kaki hingga setinggi lutut orang dewasa di beberapa titik yang relatif rendah. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah pesisir yang sistem drainasenya belum mampu menahan tekanan air laut saat pasang.

“Air yang masuk ke rumah warga paling tinggi selutut orang dewasa, ada juga yang hanya semata kaki. Ini yang menjadi perhatian karena besok potensi pasang lebih tinggi,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Bangka Barat bersama perangkat kelurahan akan melakukan pengaturan buka tutup pintu air di Kampung Culong, Kelurahan Sungai Daeng. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat aliran air agar tidak terlalu lama menggenang di kawasan permukiman, khususnya di sekitar Kampung Tanjung dan wilayah sekitarnya yang kerap terdampak rob.

Menurut Safrizal, pengendalian pintu air menjadi salah satu solusi darurat yang dinilai cukup efektif untuk mengurangi ketinggian genangan, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan risiko banjir rob. Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan aparat kelurahan dan relawan terus dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga.

BPBD juga mengimbau warga untuk segera mengamankan barang-barang berharga, peralatan elektronik, serta dokumen penting dengan memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi. Warga diharapkan tidak memaksakan aktivitas di sekitar pesisir selama pasang tinggi terjadi demi menghindari risiko kecelakaan.

“Kami meminta warga tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di kawasan pesisir. Pindahkan barang-barang penting, siapkan jalur evakuasi, dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” tukasnya.

Selain itu, BPBD Bangka Barat masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan ketinggian air laut serta kondisi cuaca melalui koordinasi dengan instansi terkait. Informasi terbaru akan segera disampaikan kepada masyarakat apabila terjadi perubahan yang berpotensi meningkatkan risiko bencana. Pemerintah daerah berharap dengan kesiapsiagaan bersama, dampak banjir rob yang berulang dapat ditekan semaksimal mungkin.

Safrizal menambahkan, fenomena pasang tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh posisi bulan yang berada pada jarak terdekat dengan bumi serta kondisi angin laut yang cukup kuat. Kombinasi faktor tersebut menyebabkan kenaikan muka air laut menjadi lebih signifikan dari hari-hari biasa. Ia meminta warga mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi.

BPBD memastikan seluruh personel siaga penuh hingga situasi dinyatakan benar-benar aman kembali sepenuhnya. (Sumber : wowbabel.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *