BPBD: Banjir Rob di Pangkalpinang Semakin Meluas, 11 Kelurahan Terdampak

Banjir Rob Genangi 11 Kelurahan di Pangkalpinang, BPBD Tingkatkan Koordinasi Penanganan Warga

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melaporkan sebanyak 11 kelurahan di empat kecamatan terdampak banjir rob. Fenomena ini disebabkan meningkatnya pasang air laut yang bersamaan dengan curah hujan tinggi di wilayah tersebut. Selasa (9/12/2025)

Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, menyatakan bahwa sejumlah kelurahan tersebut memang tergolong kawasan rawan banjir rob karena berada di sekitar aliran sungai dan daerah pesisir.

banner 336x280

Kelurahan ini selalu terkena banjir rob, karena berada di alur sungai dan pesisir pantai,” ujar Dedy di Pangkalpinang, Selasa.

Adapun kelurahan yang terdampak banjir rob meliputi wilayah di empat kecamatan. Di Kecamatan Gabek terdapat Kelurahan Selindung, Jerambah Gantung, dan Kapak Kulan. Kemudian di Kecamatan Pangkalbalam tercatat Kelurahan Ketapang, Rejo Sari, Ampui, dan Sumberjo.

Sementara di Kecamatan Taman Sari, banjir rob melanda Kelurahan Kampung Opas, Trem, Taman Sari, dan Kampung Seberang. Di Kecamatan Girimaya, kelurahan yang terdampak yakni Pasir Padi, Bukit Intan, dan Pasir Putih. Sebagian besar wilayah ini kerap mengalami genangan ketika terjadi peningkatan pasang laut, terlebih jika bersamaan dengan hujan deras.

Dedy menjelaskan bahwa BPBD Kota Pangkalpinang terus melakukan koordinasi dengan perangkat kecamatan, lurah, hingga RT/RW untuk memastikan langkah penanganan berjalan lancar.

Kita terus berkoordinasi dengan camat, lurah dan RT/RW dalam penanganan warga korban banjir rob ini,” katanya.

Selain itu, BPBD juga menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pangkalpinang terkait kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir. Menurut Dedy, Dinsos siap turun membantu apabila terdapat kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi untuk warga.

Kita berkoordinasi dengan Dinsos apabila nanti ada kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi, maka kita bersama Dinsos akan memenuhinya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyebab utama banjir rob kali ini adalah tingginya pasang air laut yang bertepatan dengan curah hujan yang cukup lebat di beberapa titik. Kombinasi faktor alam tersebut membuat air meluap dan menggenangi rumah-rumah warga serta fasilitas umum di sejumlah kelurahan.

Meski demikian, Dedy menyebut bahwa kondisi banjir pada hari ini lebih baik dibandingkan hari sebelumnya.

Alhamdulillah, air pasang laut hari ini tidak diiringi hujan lebat sehingga kondisi banjir tidak terlalu tinggi dibandingkan hari sebelumnya,” katanya.

Pihak BPBD juga terus memonitor kondisi cuaca dan elevasi air laut sebagai langkah antisipasi jika terjadi peningkatan kembali. Warga diimbau tetap berhati-hati, terutama yang tinggal di wilayah pesisir dan bantaran sungai.

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa. Namun beberapa keluarga dilaporkan mengalami kerugian materil akibat genangan yang memasuki rumah. BPBD menyiapkan langkah lanjutan berupa kajian cepat dan kemungkinan pendistribusian bantuan apabila banjir rob kembali meningkat.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor ke petugas apabila terjadi peningkatan debit air di lingkungan masing-masing. Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan akan terus memantau perkembangan situasi untuk meminimalkan dampak banjir rob terhadap aktivitas warga. (Sumber : Antara Babel, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *