BPOM Babel Uji 23 Sampel Makanan di Pasar Mentok, Cegah Peredaran Bahan Berbahaya

Cegah Pangan Berbahaya, BPOM Turun Langsung Uji Makanan di Pasar Mentok

banner 468x60
Advertisements
KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan pengawasan intensif terhadap peredaran pangan di Pasar Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap penggunaan bahan berbahaya yang masih kerap ditemukan pada produk pangan di pasar tradisional. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil 23 sampel makanan dari sejumlah pedagang untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Kamis (4/12/2025)

Ketua Tim BPOM Babel, Andhika, mengatakan pengawasan ini merupakan langkah antisipasi terhadap potensi penggunaan zat berbahaya pada makanan.

“Pengawasan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penggunaan bahan berbahaya pada makanan, seperti formalin, boraks, rhodamin B, hingga pewarna sintetis yang tidak diperbolehkan,” ungkapnya.

banner 336x280

Ia menjelaskan, pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa produk pangan yang beredar di pasar tradisional aman untuk dikonsumsi. Selain itu, pengambilan sampel juga menjadi bagian dari monitoring rutin BPOM sekaligus sarana edukasi bagi para pedagang agar lebih memahami standar keamanan pangan.

“Kami mengambil 23 sampel makanan di Pasar Mentok. Pemeriksaan ini untuk mengantisipasi adanya bahan berbahaya, sehingga masyarakat tidak was-was saat membeli dan mengonsumsi makanan di pasar,” ujar Andhika, Rabu (3/12/2025).

Menurut Andhika, jenis sampel makanan yang diambil cukup beragam, mulai dari ikan, terasi, kerupuk, tahu, cincau, aneka kue, hingga sayur dan buah-buahan. Ragam sampel tersebut dipilih karena merupakan produk yang paling banyak dikonsumsi masyarakat sehari-hari serta memiliki potensi tinggi disalahgunakan dengan bahan tambahan yang tidak sesuai ketentuan.

Ia menambahkan, seluruh sampel yang dikumpulkan akan dibawa ke laboratorium BPOM untuk diuji lebih lanjut. “Seluruh sampel yang dikumpulkan akan dibawa ke laboratorium BPOM untuk diuji lebih lanjut. Hasil pengujian nanti akan menjadi dasar penindakan dan pembinaan, terutama jika ditemukan produk yang mengandung bahan berbahaya,” ungkap Andhika.

Apabila dari hasil uji laboratorium ditemukan adanya kandungan bahan berbahaya, BPOM akan melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tidak hanya penindakan hukum, BPOM juga akan memberikan pembinaan kepada para pedagang agar tidak mengulangi pelanggaran serupa dan lebih memperhatikan aspek keamanan produk yang dijual kepada masyarakat.

Kegiatan pengawasan pangan ini juga mendapat perhatian dari para pedagang dan pengunjung pasar. Sejumlah pedagang mengaku mendukung langkah BPOM karena dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang mereka jual. Sementara itu, masyarakat merasa lebih tenang dengan adanya pemeriksaan langsung di lapangan.

BPOM juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dalam membeli makanan, khususnya di pasar tradisional. Konsumen diminta untuk lebih teliti memperhatikan warna, aroma, dan tekstur makanan, serta menghindari produk yang tampak mencurigakan atau tidak wajar.

Melalui pengawasan rutin seperti ini, BPOM berharap peredaran pangan di Bangka Barat semakin tertib dan aman. Selain melindungi kesehatan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem pengawasan pangan yang berkelanjutan demi menekan risiko penyakit akibat makanan yang tidak aman.

Dengan adanya kegiatan ini, BPOM juga berharap para pedagang semakin bertanggung jawab dalam memilih bahan baku dan proses pengolahan makanan. Kesadaran bersama antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan pasar tradisional yang sehat, bersih, dan bebas dari peredaran bahan berbahaya.

Pengawasan serupa direncanakan terus digelar di sejumlah pasar lain di wilayah Bangka Belitung bertahap. (Sumber : Timelines.id, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *