Bukit Uang Rp13 Triliun Hasil Korupsi CPO Dipamerkan di Depan Prabowo

Kejagung Serahkan Uang Korupsi CPO Rp13 Triliun di Hadapan Presiden Prabowo

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia menyerahkan uang pengganti kerugian negara senilai Rp13,25 triliun kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hasil dari perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya kepada pelaku industri kelapa sawit. Senin (20/10/2025)

Penyerahan berlangsung di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (20/10/2025). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang tiba di lokasi sekitar pukul 10.51 WIB.

banner 336x280

Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Yusuf Ateh.

Dalam kegiatan itu, Kejagung memamerkan tumpukan uang hasil sitaan senilai Rp13.255.244.538.149 atau sekitar Rp13,2 triliun. Uang tersebut disusun rapi di hadapan Presiden sebagai simbol pemulihan kerugian negara dari kasus korupsi yang merugikan keuangan publik dalam jumlah sangat besar.

Presiden Prabowo Subianto turut memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung atas kerja kerasnya menuntaskan kasus besar ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sinergi antarlembaga dalam pemberantasan korupsi.

Kasus korupsi fasilitas ekspor CPO tersebut sebelumnya menyita perhatian publik lantaran nilai kerugiannya yang fantastis dan dampaknya terhadap stabilitas harga minyak goreng di dalam negeri. Sejumlah pejabat dan pelaku industri sawit telah divonis bersalah dan diwajibkan membayar uang pengganti melalui putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Penyerahan uang pengganti ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah menegakkan prinsip good governance serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum. Dengan langkah tersebut, negara berhasil mengamankan kembali sebagian besar kerugian yang ditimbulkan oleh praktik korupsi di sektor strategis nasional. (Sumber: CNBC Indonesia, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *