KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat kembali menunjukkan keseriusannya dalam menurunkan angka stunting dan memperbaiki status gizi masyarakat melalui pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Susu 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita bermasalah gizi di seluruh wilayah Bangka Barat. Kamis (23/10/2025)
Bupati Bangka Barat Markus menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai dari pemenuhan gizi sejak dini. Menurutnya, perhatian terhadap gizi ibu hamil dan balita menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat dan cerdas di masa depan.
“Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan gizi tambahan berupa susu, sebagai bentuk perhatian nyata terhadap kesehatan ibu dan anak di Bangka Barat,” ujar Markus dalam sambutannya saat peluncuran program PMT Susu 2025.
Ia menjelaskan, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah nyata yang masuk dalam intervensi gizi spesifik dan sensitif. Program tersebut diharapkan dapat memperbaiki status gizi ibu hamil serta balita yang mengalami kekurangan gizi agar dapat tumbuh optimal.
“Kegiatan PMT ini bukan hanya pembagian makanan tambahan semata, tetapi juga bentuk intervensi terarah yang diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita,” tegasnya.
Markus menambahkan bahwa masa kehamilan dan masa balita merupakan periode emas (golden period) yang sangat menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Kekurangan gizi pada periode ini dapat menyebabkan dampak jangka panjang terhadap perkembangan otak dan fisik anak, yang berujung pada rendahnya produktivitas di masa depan.
Selain memberikan bantuan gizi tambahan, kegiatan PMT juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang dan pola makan yang sehat. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui dinas terkait terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Kami ingin agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memahami bagaimana menjaga gizi seimbang, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Markus.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, bidan, nutrisionis, serta kader posyandu yang telah berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program gizi masyarakat tidak bisa lepas dari kerja keras para tenaga lapangan yang terus berinteraksi langsung dengan warga di desa dan kelurahan.
“Kami akan terus berkomitmen untuk memperluas program gizi masyarakat dan memperkuat upaya penurunan stunting. Mari kita wujudkan generasi yang sehat, kuat, dan bebas dari stunting,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, dr. Ernawati, menjelaskan bahwa program PMT Susu 2025 merupakan peluncuran kedua setelah sukses dijalankan pada tahun 2024. Menurutnya, hasil evaluasi tahun lalu menunjukkan adanya peningkatan status gizi pada ibu hamil dan balita penerima manfaat.
“Program tahun lalu terbukti efektif membantu peningkatan berat badan balita gizi kurang dan memperbaiki kadar hemoglobin pada ibu hamil. Tahun ini kami perkuat lagi cakupannya agar lebih banyak penerima manfaat,” jelas Ernawati.
Ia menyebutkan, penyaluran PMT Susu dilakukan secara bertahap melalui puskesmas dan posyandu di seluruh kecamatan, dengan pendampingan tenaga gizi untuk memastikan penerima mengonsumsi bantuan secara rutin dan sesuai kebutuhan.
“Kami juga melakukan monitoring langsung agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi ibu dan anak, bukan untuk hal lain,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bertekad menjadikan program PMT sebagai salah satu langkah konkret dalam menekan angka stunting di wilayah tersebut. Berdasarkan data terakhir Dinas Kesehatan, angka stunting di Bangka Barat terus menunjukkan tren penurunan berkat kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gizi anak.
Dengan peluncuran PMT Susu 2025, pemerintah berharap dapat mempercepat pencapaian target penurunan stunting nasional serta mewujudkan generasi Bangka Barat yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. (Yopi Herwindo/KBO Babel)














