KBOBABEL.COM (Bangka) — Insiden keributan yang terjadi antara seorang pelimbang timah bernama Rohit alias Jodi (20) dengan beberapa anggota TNI di lokasi penambangan pasir timah “Kepala Burung” pada Jumat (28/11/2025) dipastikan bukan aksi pengeroyokan sebagaimana ramai diberitakan, melainkan hanya kesalahpahaman dan miskomunikasi saat proses pengamanan aktivitas tambang mitra PT Timah Tbk di blok kerja 54 milik CV Tri Mitra Resource (TMR).
Menurut keterangan salah satu narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, anggota TNI yang bertugas di lokasi sedang menjalankan tugas pengamanan standar untuk memastikan keselamatan para pelimbang timah yang bekerja di sekitar aktivitas alat berat.

“Anggota kami hanya menegur para pelimbang agar menjaga jarak dari lokasi kerja mitra. Ini murni untuk keselamatan, supaya tidak terjadi laka tambang yang bisa membahayakan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, teguran tersebut diduga menimbulkan rasa tidak nyaman di pihak pelimbang sehingga terjadi adu mulut.
“Barangkali karena ditegur, ada yang tidak terima, sehingga terjadilah perkelahian spontan,” jelas sumber tersebut.

Meski sempat terjadi benturan fisik, persoalan tersebut langsung diselesaikan secara cepat dan damai. Bahkan, menurut sumber yang sama, pihak TNI bersama perangkat desa langsung membawa Rohit ke RSUD Depati Bahrin, Sungailiat, untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan.
“Alhamdulillah kami dengar anggota TNI dengan Rohit sudah berdamai. Seluruh biaya pengobatan juga ditanggung oleh komandan, yang bahkan langsung mendampingi korban ke rumah sakit,” tambahnya.

Sementara itu, Dankipan B 147/KGJ, Kapten Inf Sandra Kirana, membenarkan bahwa insiden tersebut murni karena kesalahpahaman di lapangan. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun dan telah mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
“Meskipun demikian, saya tetap meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat atas kejadian ini. Tadi kami sudah menyelesaikan secara kekeluargaan. Rohit beserta orang tuanya kami ajak ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya, dan jika masih ada perawatan lanjutan, kami bertanggung jawab penuh,” tegas Sandra.

Ia juga mengimbau seluruh pihak, termasuk media, agar tidak menyebarkan narasi yang bersifat provokatif maupun liar terkait insiden tersebut.
“Kami berharap media turut membantu menjaga situasi tetap kondusif,” pungkasnya.
Tampak pernyataan perdamaian antara anggota TNI dengan Rohit didampingi oleh orang tua Rohit dan Komandan TNI dan disaksikan oleh Camat Bakam serta perekat desa setempat.
Dengan selesainya persoalan ini secara damai, masyarakat diharapkan dapat kembali fokus pada aktivitas masing-masing, sementara seluruh pihak terkait diingatkan untuk menjaga komunikasi yang baik agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (KBO Babel)











