Cuaca Ekstrem Hambat Distribusi, Pasokan Elpiji 3 Kg di Pangkalpinang Tersendat Hampir Tiga Pekan

Pasokan Elpiji 3 Kg Seret, Agen dan Pemkot Akui Distribusi Terganggu

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Kelangkaan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram yang terjadi di Kota Pangkalpinang dan sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam beberapa pekan terakhir dipastikan bukan disebabkan oleh pengurangan kuota. Kendala utama berasal dari terganggunya jalur distribusi laut akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, khususnya pada pasokan dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. Senin (19/1/2026)

Kepala Operasional salah satu agen elpiji di Pangkalpinang, Roni, mengungkapkan bahwa hambatan distribusi sudah berlangsung hampir tiga minggu terakhir. Kondisi cuaca ekstrem membuat kapal pengangkut elpiji dari Palembang, Sumatera Selatan, kerap tertunda bahkan gagal sandar di Pelabuhan Mentok, Bangka Barat.

banner 336x280

“Kalau pasokan dari SPBE Pagarawan relatif masih aman. Yang paling terkendala itu dari SPBE Kelapa karena gasnya masuk dari Palembang dan sangat bergantung pada kondisi cuaca laut,” ujar Roni kepada Bangka Pos, Minggu (18/1/2026).

Menurut Roni, sebelumnya sempat ada imbauan dari pihak syahbandar dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar kapal pengangkut elpiji tidak berlayar karena gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. Meski demikian, upaya pelayaran tetap dilakukan, namun dengan risiko waktu tempuh yang jauh lebih lama.

“Biasanya perjalanan laut hanya sekitar 10 jam, sekarang bisa sampai 18 jam. Itu pun belum tentu bisa sandar. Ketinggian air, gelombang, dan kondisi pelabuhan sangat mempengaruhi,” jelasnya.

Agen Tak Punya Banyak Pilihan

Roni menegaskan, agen elpiji tidak memiliki banyak opsi ketika pasokan dari SPBE terganggu. Sebab, seluruh rantai distribusi elpiji 3 kg sangat bergantung pada kelancaran suplai dari SPBE, khususnya untuk wilayah Pangkalpinang dan sekitarnya.

“Kami sebagai agen tidak bisa berbuat banyak kalau bahan tidak bisa sampai ke Mentok. Dampaknya langsung terasa di pangkalan karena suplai memang terhambat,” katanya.

Ia menyebutkan, pangkalan sebagai ujung tombak distribusi ke masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak. Ketika agen tidak menerima pasokan sesuai alokasi, pangkalan pun terpaksa kosong atau hanya menerima elpiji dalam jumlah terbatas.

Untuk memenuhi kebutuhan, agen mengambil pasokan dari dua SPBE, yakni SPBE PT CBM dan SPBE PT Sinarindo. Namun, alokasi harian harus dibagi ke masing-masing SPBE dan tidak selalu mencukupi seluruh kebutuhan wilayah.

“SPBE Sinarindo relatif normal, tapi pembagiannya mencakup Pangkalpinang, Bangka induk, dan Bangka Tengah. Bahkan hampir seluruh wilayah Bangka sempat mengambil pasokan ke Sinarindo karena di Kelapa tidak ada bahan,” ungkap Roni.

Distribusi Tidak Normal, Agen Libur Paksa

Roni mengungkapkan, selama hampir tiga minggu terakhir, distribusi elpiji 3 kg tidak berjalan normal. Agen bahkan terpaksa menghentikan operasional pada hari-hari tertentu karena ketiadaan pasokan.

“Sudah hampir tiga minggu ini kami terpaksa libur setiap hari Jumat dan baru bisa kerja lagi hari Minggu. Dalam seminggu, hanya tiga hari kami bisa suplai full alokasi, sisanya tiga hari hanya setengah alokasi,” jelasnya.

Pada Minggu (18/1/2026), pasokan elpiji untuk alokasi hari Kamis baru bisa ditarik dan disalurkan. Hingga pukul 16.27 WIB, agen baru berhasil menyalurkan sekitar 1.120 tabung elpiji atau setara dua truk.

“Hari ini baru bisa suplai dua truk. Truk ketiga sampai keenam diperkirakan paling cepat baru tiba di gudang sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Roni.

Dalam kondisi normal, agen biasanya menyalurkan sekitar 35 hingga 36 truk elpiji 3 kg setiap pekan. Setiap truk berisi sekitar 560 tabung yang didistribusikan ke 115 pangkalan di seluruh Kota Pangkalpinang.

“Namun untuk minggu ini, kami hanya mampu menyalurkan sekitar 25 truk dengan jumlah pangkalan yang sama,” ujarnya.

Masih Bisa Dikendalikan, Asal Tak Panic Buying

Meski kondisi distribusi belum sepenuhnya pulih, Roni menilai pasokan elpiji 3 kg di Pangkalpinang masih bisa dikendalikan, selama tidak terjadi pembelian panik oleh masyarakat.

“Untuk Pangkalpinang sebenarnya masih bisa kondusif, asal masyarakat tidak melakukan panic buying. Kalau beli sesuai kebutuhan, stok bisa bergulir,” tegasnya.

Ia berharap kondisi cuaca laut segera membaik agar distribusi elpiji bersubsidi kembali normal dan kebutuhan masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku usaha mikro, dapat terpenuhi secara optimal.

Pemerintah Tegaskan Bukan Pengurangan Kuota

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM Kota Pangkalpinang, Andika Saputra, menegaskan bahwa kelangkaan elpiji 3 kg yang terjadi bukan disebabkan oleh pengurangan kuota.

“Kelangkaan elpiji 3 kilogram saat ini disebabkan keterlambatan kapal akibat faktor pasang surut air laut dan kondisi cuaca. Hal ini berimbas pada stok di SPPBE dan tertundanya pengisian ke agen-agen elpiji,” ujar Andika, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, kekosongan stok sudah terjadi sejak 6 Januari 2026 dan kembali berulang pada 15 Januari 2026. Bahkan hingga hari berikutnya, kapal pengangkut elpiji dilaporkan belum dapat sandar untuk proses pengisian.

“Untuk SPPBE Sinarindo, informasinya kapal baru bisa sandar jika cuaca memungkinkan. Namun untuk SPPBE Kelapa, sampai saat ini belum ada kepastian jadwal kedatangan kapal,” tuturnya.

Distribusi Diatur, Masyarakat Diimbau Tenang

Andika mengakui, meskipun terdapat rencana pengisian pada akhir pekan, keterlambatan distribusi tetap berdampak pada pasokan elpiji di tingkat pangkalan karena masih ada antrean distribusi yang belum terlayani.

“Meskipun Sabtu dan Minggu dijadwalkan ada pengisian, masih ada antrean distribusi sejak beberapa hari sebelumnya yang belum terpenuhi,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah daerah telah melakukan pengaturan distribusi dengan sistem pembagian wilayah agar pasokan yang masuk dapat disalurkan secara merata dan tepat sasaran.

“Kami membagi distribusi per wilayah setiap hari agar ketika gas masuk, penyaluran bisa lebih terkontrol,” kata Andika.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Membeli elpiji sesuai kebutuhan, tidak menimbun, serta menggunakan gas secara bijak dan hemat,” pesannya.

Selain itu, masyarakat diminta membeli elpiji bersubsidi hanya di pangkalan resmi dan memastikan harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami pastikan pemerintah bersama pihak terkait terus bekerja keras memenuhi kebutuhan elpiji 3 kilogram. Mari kita hadapi kondisi ini dengan tenang dan bijak,” pungkas Andika. (Sumber : Babel News, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *