
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kehadiran Shermi Chandra di Mapolda Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (05/12/2025), kembali menyedot perhatian publik. Pria yang dikenal sebagai pemilik salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Belinyu itu tampak mendatangi gedung Polda dengan mengenakan kemeja lengan panjang. Kedatangannya disebut berkaitan dengan persoalan perselisihan rumah tangga yang sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Babel.
Kedatangan Shermi Chandra ke Mapolda tersebut sontak menjadi sorotan karena namanya sebelumnya santer diberitakan oleh sejumlah media daring terkait dugaan keterlibatan dalam praktik penyelewengan bahan bakar minyak bersubsidi. Isu dugaan mafia BBM ilegal yang dikaitkan dengan dirinya bahkan telah beredar luas di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Belinyu dan sekitarnya. Warga menilai laporan-laporan media tersebut belum menunjukkan adanya kejelasan tindak lanjut secara hukum hingga saat ini dari pihak berwenang setempat.

Pantauan di lokasi menunjukkan, Shermi Chandra terlihat berjalan santai saat memasuki area Mapolda Babel. Tidak tampak pengawalan khusus saat ia melangkah menuju gedung pelayanan. Sikap yang ditampilkan memunculkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat, mengingat statusnya yang tengah disorot dalam pemberitaan terkait dugaan aktivitas BBM subsidi ilegal. Sejumlah warga menduga ada kejanggalan dari kemudahan akses yang diterima saat berada di lingkungan kepolisian. dugaan tersebut berkembang melalui percakapan di media sosial lokal.
“Padahal kita sudah tahu kalau dia ini disebut-sebut sebagai mafia BBM subsidi ilegal,” ujar seorang sumber tertutup kepada awak media.
Ia menambahkan, kedatangan Shermi Chandra ke Polda dengan sikap tenang seolah tanpa rasa beban menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Menurutnya, situasi tersebut memicu asumsi adanya perlakuan berbeda dalam penanganan hukum yang seharusnya berjalan profesional dan transparan. Ia berharap aparat penegak hukum tidak ragu menindak siapapun jika ditemukan cukup bukti demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di daerah ini.
Hingga kini, kasus dugaan penyelewengan BBM subsidi yang menyeret nama Shermi Chandra belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pihak kepolisian belum secara terbuka menyampaikan hasil penyelidikan maupun status hukum yang bersangkutan. Ketiadaan informasi resmi tersebut memicu beragam spekulasi dan pertanyaan dari masyarakat yang menginginkan adanya kepastian hukum. Di sisi lain, aparat kepolisian menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk tetap diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Prinsip kehati-hatian dan pembuktian menjadi dasar utama dalam setiap penanganan perkara tanpa memandang latar belakang terlapor siapapun.
Hingga berita ini ditayangkan, Shermi Chandra belum memberikan keterangan resmi terkait kedatangannya ke Unit PPA Polda Babel. Pihak kepolisian juga masih melakukan upaya konfirmasi terhadap pihak-pihak yang terkait dengan laporan perselisihan rumah tangga tersebut. Publik kini menunggu kejelasan dari dua persoalan yang menyeret namanya, baik dari sisi rumah tangga maupun dugaan aktivitas BBM subsidi ilegal. Transparansi penanganan dinilai penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap kinerja aparat penegak hukum di daerah. Masyarakat juga berharap setiap proses hukum berjalan adil, objektif, dan tidak tebang pilih demi menjaga marwah hukum dan keadilan. (Sumber : Babelterkini.com, Editor : KBO Babel)











