KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Elvi Diana, mendorong pemerintah daerah bersama pelaku usaha dan komunitas petani untuk segera mewujudkan pusat pemasaran atau Central Durian di Bangka Belitung. Menurutnya, keberadaan pusat durian tersebut sudah menjadi kebutuhan agar potensi durian lokal dapat dikelola secara lebih terintegrasi, bernilai ekonomi tinggi, sekaligus menjadi daya tarik wisata daerah. Sabtu (11/7/2026)
Elvi menilai selama ini potensi durian Bangka Belitung belum dikembangkan secara maksimal karena masih berjalan sendiri-sendiri. Baik petani, pedagang, pelaku usaha maupun pemerintah belum memiliki wadah bersama yang mampu mengonsolidasikan pemasaran, promosi, hingga pengembangan produk turunan durian.
“Sebetulnya memang harus ada, dan selama ini masih terpecah-pecah serta berjalan sendiri-sendiri. Kalau memang ada ide dan niat baik dari pengusaha durian, komunitas petani, maupun pemerintah, semuanya harus berkolaborasi untuk membuat Central Durian. Sehingga Bangka Belitung bisa seperti Malaysia atau Thailand, kenapa tidak,” ujar Elvi, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, Bangka Belitung memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil durian berkualitas. Berbagai jenis durian lokal memiliki cita rasa khas yang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia maupun negara tetangga. Namun, tanpa pengelolaan yang baik, potensi tersebut sulit berkembang menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Elvi mengatakan, konsep Central Durian bukan sekadar menjadi lokasi penjualan buah saat musim panen. Lebih dari itu, kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai pusat promosi, edukasi, wisata kuliner, hingga sentra pengembangan produk olahan berbahan dasar durian.
Dengan adanya pusat tersebut, masyarakat maupun wisatawan akan lebih mudah mendapatkan berbagai jenis durian khas Bangka Belitung di satu lokasi. Selain itu, petani juga memiliki akses pemasaran yang lebih luas sehingga tidak lagi bergantung pada sistem penjualan yang tersebar.
“Central Durian diperlukan sebagai wadah untuk memperkuat pemasaran sekaligus membangun identitas durian khas daerah. Ini juga dapat menjadi daya tarik wisata dan membuka peluang investasi,” katanya.
Ia menilai konsep tersebut telah berhasil diterapkan di sejumlah negara seperti Malaysia dan Thailand yang menjadikan durian sebagai salah satu ikon wisata sekaligus komoditas ekspor bernilai tinggi. Bangka Belitung dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan konsep serupa dengan menyesuaikan potensi dan karakteristik daerah.
Menurut Elvi, keberhasilan pembangunan Central Durian tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, komunitas petani, akademisi hingga masyarakat agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Semua niat baik, inovasi yang baik, dan ide yang baik silakan saja diimplementasikan. Tetapi memang tidak bisa sendiri. Harus saling bergandengan tangan karena tentunya ada aturan dan musyawarah untuk mencapai mufakat agar tujuan menjadikan durian Bangka Belitung semakin terkenal dapat terwujud,” ujarnya.
Politisi Komisi II DPRD Babel yang menjadi mitra kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan itu juga mengungkapkan bahwa gagasan membangun Central Durian sebenarnya sudah lama muncul. Namun hingga kini belum ada pihak yang benar-benar mengambil langkah konkret untuk merealisasikannya.
Akibatnya, pengembangan usaha durian di Bangka Belitung masih dilakukan secara terpisah oleh masing-masing pelaku usaha maupun kelompok tani tanpa adanya pusat promosi bersama.
Untuk mempercepat realisasi gagasan tersebut, Elvi mengusulkan agar pemerintah membangun dua lokasi Central Durian yang menjadi representasi Bangka Belitung, yakni satu di Kota Pangkalpinang sebagai pusat Pulau Bangka dan satu lagi di Kabupaten Belitung untuk melayani kawasan Pulau Belitung.
Menurutnya, keberadaan dua pusat tersebut akan memudahkan wisatawan maupun pembeli dari luar daerah dalam mencari durian khas Bangka Belitung.
“Saya rasa kita sebenarnya sudah punya keinginan, tetapi belum ada yang mencoba. Mungkin melalui media ini kita sampaikan agar dibuat satu Central Durian di Pangkalpinang dan satu lagi di Belitung sebagai perwakilan Bangka Belitung,” katanya.
Selain menjadi pusat pemasaran, kawasan tersebut juga dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis pertanian atau agrowisata. Pengunjung tidak hanya membeli buah durian, tetapi juga dapat menikmati berbagai olahan, mengenal varietas durian lokal, hingga mengikuti festival atau kegiatan promosi yang digelar secara berkala.
Elvi meyakini keberadaan Central Durian akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Mulai dari meningkatnya pendapatan petani, terbukanya peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, bertambahnya kunjungan wisatawan, hingga meningkatnya investasi di sektor pertanian dan pariwisata.
Menurutnya, apabila dikelola secara profesional, durian dapat menjadi salah satu identitas baru Bangka Belitung di tingkat nasional bahkan internasional.
Sebagai anggota DPRD Babel, Elvi menegaskan dirinya mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian daerah. Ia berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat segera membahas langkah konkret agar gagasan tersebut tidak berhenti sebatas wacana.
“Saya pribadi sebagai anggota DPRD Babel, khususnya Sekretaris Komisi II yang menjadi mitra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, tentu mendukung setiap langkah yang mengarah pada kebaikan. Tinggal ada kemauan dari pengusaha maupun pemerintah. Yang terpenting adalah kolaborasi yang baik agar tujuan menjadikan durian sebagai kebanggaan Bangka Belitung benar-benar bisa terwujud,” tutupnya. (Rere Ali Amin/KBO Babel)











