DPRD Babel Usulkan Optimalisasi BUMD dan CSR untuk Perkuat Pendidikan Vokasi Daerah

Reses di Pangkalpinang, DPRD Babel Bahas Peluang Kerja Luar Negeri bagi Lulusan SMK

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Pangkalpinang menggelar kegiatan reses Masa Sidang II Tahun Sidang 2026 di Aula SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Jumat (15/05/2026). Kegiatan ini menjadi wadah strategis tidak hanya untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga memperkuat arah kebijakan pendidikan vokasi di daerah. Sabtu (16/5/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Iskandar, bersama sejumlah anggota DPRD Babel dari Dapil Pangkalpinang. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, para kepala sekolah dan guru SMK se-Kota Pangkalpinang, serta perwakilan perguruan tinggi bidang kesehatan.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Eddy Iskandar menegaskan bahwa reses kali ini memiliki pendekatan yang berbeda dari biasanya. Selain menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan ini juga diarahkan untuk memberikan wawasan baru terkait peluang kerja, khususnya bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki potensi besar untuk bekerja di luar negeri.

“Untuk Dapil Pangkalpinang ada enam anggota dewan yang hadir. Kami mengundang guru-guru dan kepala sekolah SMK se-Pangkalpinang. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan serta beberapa perguruan tinggi yang berkaitan dengan kesehatan,” ujar Eddy.

Ia menjelaskan bahwa DPRD Babel secara khusus menghadirkan narasumber dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), yakni Direktur Penempatan Pemerintah, untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai peluang tenaga kerja Indonesia di berbagai negara. Menurutnya, sektor tenaga kerja luar negeri merupakan peluang besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh lulusan pendidikan vokasi di daerah.

“Kami ingin memberikan pemahaman tentang bagaimana peluang tenaga kerja ke luar negeri. Ini sangat bermanfaat, terutama bagi SMK dalam menyiapkan tenaga terdidik dan terampil yang siap ditempatkan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” jelasnya.

Eddy menilai bahwa pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam menjawab kebutuhan pasar kerja global. Dengan keterampilan yang tepat, lulusan SMK tidak hanya dapat bersaing di tingkat lokal, tetapi juga memiliki kesempatan luas untuk bekerja di berbagai sektor internasional.

Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir atau mindset sejak dini, baik di kalangan siswa maupun orang tua. Menurutnya, pendidikan di SMK tidak boleh lagi dipandang sebagai pilihan kedua, melainkan sebagai jalur strategis menuju dunia kerja profesional, termasuk peluang kerja luar negeri.

“Mindset tentang pendidikan di SMK itu harus disiapkan dari sekarang. Sekolah harus berani menampilkan bahwa mereka mampu mempersiapkan siswa untuk bekerja ke luar negeri,” tegas Eddy.

Selain itu, ia juga mendorong sekolah-sekolah untuk lebih aktif menampilkan informasi visual seperti video, presentasi, dan dokumentasi mengenai peluang kerja internasional. Hal ini dinilai penting agar siswa dan orang tua memiliki pemahaman yang jelas mengenai prospek masa depan lulusan SMK.

“Ketika anak atau orang tua memilih SMK, mereka harus tahu bahwa ada peluang besar untuk bekerja di luar negeri. Semua itu harus dirancang sejak awal, by design, sehingga pendidikan benar-benar membuka kesempatan bagi anak-anak untuk bekerja secara profesional di tingkat global,” tambahnya.

Kegiatan reses tersebut juga berlangsung interaktif, di mana para peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan perwakilan institusi pendidikan aktif berdiskusi dengan para anggota dewan serta narasumber. Diskusi tersebut membahas berbagai strategi peningkatan kualitas pendidikan vokasi, mulai dari kurikulum, pelatihan keterampilan, hingga kerja sama dengan dunia industri dan lembaga penempatan tenaga kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dody Kusdian, turut menyampaikan pandangannya terkait penguatan sektor pendidikan di daerah. Ia menyoroti pentingnya optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi.

Menurut Dody, penguatan BUMD sebenarnya telah lama direncanakan, namun hingga saat ini belum berjalan secara maksimal. Ia menilai BUMD dapat berperan penting dalam mempercepat penyerapan anggaran pendidikan serta mendukung pengembangan fasilitas dan program pendidikan di daerah.

“Kalau BUMD diperkuat, perannya bisa sangat membantu dunia pendidikan, terutama dalam mempercepat penyerapan dan pemanfaatan anggaran secara efektif,” ujarnya.

Selain itu, Dody juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang semakin terbatas akibat menurunnya kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dalam situasi tersebut, ia mengusulkan agar dana corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan, khususnya sektor perkebunan sawit, dapat diarahkan untuk mendukung sektor pendidikan.

“Kalau CSR perusahaan sawit diarahkan untuk pendidikan, nilainya bisa sangat besar dan dapat membantu tanpa terlalu bergantung pada APBD,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan institusi pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bangka Belitung. Menurutnya, kerja sama lintas sektor sangat penting untuk memperkuat pendidikan vokasi agar lebih relevan dengan kebutuhan industri.

Dody juga mendorong agar pemerintah daerah memperkuat kerja sama dengan kementerian terkait serta dunia industri, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan lulusan SMK di Bangka Belitung memiliki daya saing tinggi di pasar kerja global.

Melalui kegiatan reses ini, DPRD Babel berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pemerintah pusat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan pendidikan yang lebih adaptif, berorientasi pada kebutuhan industri, serta mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di tingkat internasional.

Dengan berbagai masukan dan diskusi yang mengemuka, kegiatan reses ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi di Bangka Belitung menuju arah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global. (Ahmad Handira Sandy/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *