
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui Festival Semarak Ekraf ke-2 Pangkalpinang 2026 yang resmi dibuka di Alun-Alun Taman Merdeka, Jumat (15/5/2026). Sabtu (16/5/2026)
Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, yang akrab disapa Prof. Udin. Kegiatan tersebut disambut antusias masyarakat, pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga para pelajar yang turut memeriahkan rangkaian festival tahunan itu.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa Festival Semarak Ekraf ke-2 menjadi wujud nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi baru di Kota Pangkalpinang.
Menurutnya, ekonomi kreatif tidak hanya berbicara soal produk dan hiburan semata, tetapi juga menyangkut inovasi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan identitas daerah melalui kreativitas masyarakat.
“Festival Semarak Ekraf ini merupakan ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk menunjukkan karya, inovasi, dan kreativitas mereka kepada masyarakat luas,” ujar Prof. Udin.
Ia menjelaskan, festival tahun ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan menarik yang melibatkan banyak sektor kreatif dan komunitas masyarakat. Beberapa agenda utama yang digelar di antaranya bazar pelaku UMKM, kompetisi robotik tingkat sekolah dasar, bazar kuliner khas Pangkalpinang, pertunjukan seni budaya, hingga pementasan teater bertajuk “Batin Tikal”.
Beragam kegiatan tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa ekonomi kreatif memiliki cakupan luas yang dapat menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari kuliner, teknologi, seni pertunjukan, hingga industri kreatif berbasis budaya lokal.
Namun dari seluruh rangkaian kegiatan yang digelar, produk kuliner khas Pangkalpinang berupa otak-otak menjadi fokus utama yang paling ditonjolkan dalam Festival Semarak Ekraf ke-2 tahun ini.
Pemerintah Kota Pangkalpinang menilai otak-otak memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan menjadi produk unggulan daerah melalui berbagai inovasi, baik dari sisi rasa, kemasan, pemasaran digital, maupun pengembangan wisata kuliner.
Menurut Prof. Udin, produk kuliner lokal tersebut bukan hanya sekadar makanan khas daerah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan usaha masyarakat dan memperluas lapangan pekerjaan.
“Otak-otak memiliki peluang besar untuk menjadi produk unggulan daerah yang mampu membuka lapangan kerja serta meningkatkan daya saing dan memperkuat perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan, tema festival tahun ini yang mengusung tagline “Otak-Otak Terenak Sedunia” diharapkan mampu menjadi identitas sekaligus branding promosi daerah yang memperkuat citra Pangkalpinang sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia.
Pangkalpinang sendiri selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas bisnis, jasa, dan perdagangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Potensi tersebut dinilai sangat mendukung perkembangan sektor ekonomi kreatif yang berbasis inovasi masyarakat lokal.
Prof. Udin juga mengungkapkan bahwa Pangkalpinang telah resmi ditetapkan sebagai salah satu Kota Kreatif Indonesia berdasarkan keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI pada 9 Oktober 2023 dengan subsektor unggulan kuliner otak-otak.
Penetapan tersebut menjadi peluang besar bagi Pangkalpinang untuk terus mengembangkan sektor ekonomi kreatif agar mampu bersaing dengan daerah lain di tingkat nasional.
“Otak-otak Pangkalpinang ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, melainkan telah dikenal luas sebagai kuliner nusantara yang sangat digemari berbagai kalangan di Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai ekonomi kreatif merupakan jawaban atas berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini. Di tengah keterbatasan sumber daya, kreativitas justru mampu melahirkan peluang usaha baru dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Menurutnya, ide-ide sederhana yang lahir dari kreativitas masyarakat dapat berkembang menjadi usaha besar apabila mendapat dukungan dan ruang pengembangan yang tepat.
“Dari ide-ide kecil bisa menjadi usaha besar, dari kreativitas lokal bisa menembus pasar global,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama mendukung pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif di Pangkalpinang.
Ia berharap kolaborasi seluruh elemen masyarakat mampu memperkuat identitas kota, menciptakan peluang ekonomi baru, serta menjadikan Pangkalpinang sebagai kontributor aktif dalam jaringan kota kreatif di Indonesia.
“Hari ini kita berhenti bergantung. Hari ini kita mulai mencipta. Mari buktikan, dari kota kecil ini lahir karya besar dari Pangkalpinang. Mari kita tunjukkan kreativitas adalah jalan menuju kejayaannya,” pungkasnya. (Muhammad Rizky Ramadhan/KBO Babel)









