Efisiensi Melesat! Industri Timah Bangka Belitung Kini Andalkan Listrik PLN

PLN Bantu PT MSP Bidik PROPER Emas, Siap Jadi Industri Timah Ramah Lingkungan Pertama di Asia Tenggara

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Keandalan pasokan listrik PLN yang andal dan berkelanjutan kembali memberikan dampak nyata bagi dunia usaha, khususnya di sektor industri strategis seperti pertambangan dan pengolahan timah. Salah satu perusahaan yang merasakan langsung manfaat besar tersebut adalah PT Mitra Stania Prima (MSP), perusahaan timah yang beroperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kamis (25/9/2025)

Direktur Operasional PT MSP, An Sudarno, menjelaskan bahwa langkah perusahaan untuk beralih dari penggunaan pembangkit listrik sendiri ke pasokan listrik PLN membawa perbedaan signifikan terhadap efisiensi produksi. Menurutnya, biaya operasional yang sebelumnya membengkak kini bisa ditekan, sementara kualitas hasil produksi menjadi lebih stabil.

banner 336x280

“Setelah beralih ke listrik dari PLN, performa proses produksi meningkat signifikan. Saat ini, PT MSP telah menggunakan listrik PLN dengan daya terpasang sebesar 5,7 megawatt (MW). Kami juga berencana menambah kapasitas daya dalam waktu dekat, agar efisiensi dan produktivitas semakin meningkat,” ujar An Sudarno, Rabu (24/9/2025).

Efisiensi Produksi dan Pengakuan Internasional

Selain menekan biaya operasional, pemanfaatan listrik PLN juga membawa dampak strategis lain, yakni melalui penggunaan Renewable Energy Certificate (REC). REC merupakan instrumen hijau dari PLN yang memberikan pengakuan internasional terhadap penggunaan energi baru terbarukan (EBT) oleh pelanggan.

Satu unit REC setara dengan 1 megawatt hour (MWh) atau 1.000 kilowatt hour (kWh) listrik dari sumber energi terbarukan. Dengan menggunakan REC, PT MSP mampu menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik industri ramah lingkungan.

“Penggunaan REC menjadi indikator penting yang membantu PT MSP meraih PROPER Hijau dua kali untuk unit Smelter pada tahun 2023 dan 2024, serta satu kali untuk Tambang Mapur pada 2024. Kami meyakini langkah ini adalah jalan tepat menuju target kami berikutnya, yaitu meraih PROPER Emas dan menjadi perusahaan timah ramah lingkungan pertama di Asia Tenggara,” ungkap An Sudarno.

Ia menambahkan, komitmen perusahaan tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan ekonomi, tetapi juga tanggung jawab lingkungan.

“Visi kami adalah membangun industri yang berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ini sejalan dengan tuntutan global yang semakin mengedepankan green industry,” imbuhnya.

PLN Dorong Daya Saing Industri

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa transformasi energi bersih yang dilakukan PLN memang dirancang untuk memberikan keuntungan ganda, baik bagi lingkungan maupun bagi dunia usaha. Menurutnya, listrik PLN yang andal tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga memperkuat daya saing industri di tengah persaingan global.

“PLN tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan produk hijau seperti REC. Hal ini membantu pelanggan industri meningkatkan daya saing sekaligus berkontribusi pada agenda transisi energi nasional,” terang Darmawan.

Ia menjelaskan, keandalan listrik PLN membuat industri tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tinggi untuk membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik mandiri. Sebaliknya, biaya bisa dialihkan untuk meningkatkan kapasitas produksi atau inovasi teknologi.

“Kolaborasi dengan sektor industri adalah kunci dalam menciptakan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan. Dengan dukungan listrik PLN, industri lebih siap menghadapi tuntutan internasional terkait keberlanjutan,” tambahnya.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Selain manfaat langsung bagi dunia usaha, Darmawan juga menyoroti dampak transisi energi terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, peningkatan kapasitas listrik dan investasi di sektor energi bersih akan menciptakan peluang kerja baru sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

“Transformasi energi ini membuka peluang besar bagi penciptaan lapangan kerja di sektor industri. Dengan tumbuhnya investasi dan ekspansi kapasitas produksi, ekosistem energi bersih bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu memperkuat perekonomian masyarakat,” kata Darmawan.

Hal senada juga disampaikan General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Ira Savitri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara PLN dengan pelanggan industri, sehingga manfaat transisi energi bisa dirasakan lebih luas.

“PT MSP patut diapresiasi karena telah menunjukkan bahwa industri bisa berperan aktif dalam transisi energi. Kami berharap semangat ini menjadi inspirasi bagi pelaku industri lain untuk turut membangun ekosistem energi bersih dan berkelanjutan,” jelas Ira.

Langkah Strategis Menuju Transisi Energi

Bagi PLN, kerja sama dengan pelanggan industri seperti PT MSP merupakan bagian penting dari strategi mempercepat transisi energi nasional. Melalui perluasan penggunaan listrik bersih dan instrumen hijau seperti REC, PLN ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan.

Ira menambahkan, PLN siap memenuhi kebutuhan tambahan daya listrik kapan pun diperlukan oleh pelanggan industri. Hal ini penting agar sektor industri tidak hanya efisien, tetapi juga terus tumbuh seiring meningkatnya permintaan global.

“PLN siap berkolaborasi penuh, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan daya tambahan, tetapi juga mendampingi pelanggan industri dalam perjalanan mereka menuju industri hijau. Apa yang dilakukan MSP adalah contoh nyata yang bisa direplikasi oleh industri lain,” pungkasnya.

Komitmen Industri Hijau

Ke depan, PT MSP menargetkan untuk memperluas penggunaan listrik PLN dan REC sebagai strategi menuju PROPER Emas. Jika target ini tercapai, perusahaan tersebut akan menjadi pelopor industri timah ramah lingkungan pertama di Asia Tenggara.

Dengan dukungan PLN, PT MSP optimistis mampu menjawab tantangan global sekaligus membawa manfaat lebih besar bagi perekonomian lokal dan nasional. Transformasi energi yang dilakukan tidak hanya mencerminkan efisiensi produksi, tetapi juga kesadaran lingkungan yang semakin menjadi standar utama dalam dunia usaha modern.

Dengan langkah-langkah ini, kolaborasi antara PLN dan PT MSP di Bangka Belitung menjadi contoh nyata bagaimana transisi energi bisa diwujudkan melalui sinergi antara penyedia energi dan sektor industri. Harapannya, semakin banyak perusahaan yang mengikuti jejak ini demi masa depan industri yang efisien, berdaya saing, sekaligus ramah lingkungan. (Sumber : Media Digital, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *