Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangka Belitung » Smelter Grup Hasyim Djojohadikusumo Terseret Dugaan Terima Aliran Timah Ilegal

Smelter Grup Hasyim Djojohadikusumo Terseret Dugaan Terima Aliran Timah Ilegal

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (Pangkal Pinang) – Dugaan praktik penyelundupan pasir timah ilegal kembali menjadi sorotan publik di Bangka Belitung. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jejaring Media KBO Babel, pada Minggu (21/9/2025) sekira pukul 22.25 WIB, muncul indikasi keterlibatan jejaring kolektor hingga smelter dalam bisnis gelap ini. Rabu (24/9/2025).

Lokasi yang disorot berada di kawasan Desa Kayu Besi Air Mesu, Kabupaten Bangka Tengah. Seorang kolektor timah ilegal berinisial AW diduga mengutus oknum karyawati smelter PT Mitra Stania Prima (MSP) berinisial D untuk melakukan komunikasi terkait aktivitas mereka.

Namun, alih-alih meredakan situasi, sikap D justru menuai kritik tajam.

“Oknum karyawan seperti D inilah yang justru menguatkan indikasi keterlibatan smelter PT MSP dalam dugaan persenyawaan haram antara penambang, kolektor, dan smelter,” ujar Dwi, mantan penambang timah, ketika dimintai tanggapan.

 

Setoran 10 Ton per Minggu

Informasi lain menyebut, hasil timah yang ditampung AW diduga rutin disetorkan ke PT MSP di Sungailiat. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, mencapai sekitar 10 ton per minggu.

Penerima pasir timah di PT MSP disebut berinisial T, yang bertugas sebagai perantara perusahaan.

Sementara itu, AW diketahui memiliki hubungan erat dengan seorang bernama EP, yang disebut berperan sebagai humas kolektor untuk melancarkan alur distribusi.

“Bukan tidak mungkin praktik penyelundupan timah sepanjang Januari hingga Juli 2025 lalu juga memakai cara serupa, memanfaatkan celah pengaruh untuk memperdaya aparat,” tambah Dwi.

 

Klaim Kolektor Resmi dan Pergerakan Truk

Salah satu poin yang menambah tanda tanya adalah klaim Humas PT MSP berinisial D yang pernah menyebut AW sebagai kolektor resmi perusahaan. Klaim ini justru memperkuat dugaan adanya keterhubungan langsung antara kolektor dengan smelter.

Tak berhenti di situ. Terpantau pula adanya pergerakan truk bernomor polisi BN 8332 TN yang dikemudikan seorang sopir berinisial H. Truk ini diduga mengangkut pasir timah dari penampungan AW di Kayu Besi menuju kolektor T untuk kemudian disetorkan ke PT MSP. Ironisnya, angkutan ini dilakukan tanpa dilengkapi surat jalan resmi.

Menurut sumber lapangan, AW merasa aman beroperasi karena mendapat jaminan dari pihak PT MSP melalui D. Bahkan, ada dugaan dukungan dari oknum aparat penegak hukum (APH) yang turut memperlancar aliran barang ilegal tersebut.

 

Bayang-Bayang Nama Besar

PT MSP bukan perusahaan sembarangan. Publik mengetahui bahwa smelter ini merupakan bagian dari jejaring usaha pertambangan timah milik Grup Hasyim Djojohadikusumo, yang dikelola oleh Herwindo, keponakan Presiden RI Prabowo Subianto.

Keterkaitan ini membuat kasus dugaan aliran timah ilegal semakin sensitif. Sebab, nama besar yang membayangi perusahaan rawan menimbulkan tafsir publik bahwa ada “beking politik” di balik kelancaran praktik ilegal.

Namun, Presiden Prabowo sendiri pernah menegaskan sikap keras terhadap praktik tambang ilegal.

“Tidak ada toleransi bagi siapapun yang membekingi tambang ilegal atau melanggar hukum. Baik itu jenderal aktif, purnawirawan, atau siapapun akan tetap ditindak,” tegasnya.

Pernyataan ini menimbulkan harapan, meski sebagian publik skeptis apakah komitmen tersebut benar-benar akan diwujudkan.

“Semoga statement presiden bukan sekadar omon-omon,” komentar seorang pemerhati tambang di Pangkal Pinang.

 

Minim Transparansi, Jawaban Tertutup

Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi telah mencoba mengonfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada pihak-pihak terkait, termasuk PT MSP, AW, dan oknum karyawati berinisial D. Namun, tidak satu pun memberikan jawaban.

Sikap tertutup ini justru menambah kecurigaan publik bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

Transparansi yang minim semakin memperkuat dugaan adanya jejaring kuat antara penambang, kolektor, smelter, dan bahkan oknum aparat.

 

Analisis: Rantai Gelap yang Sulit Diputus

Kasus ini menggambarkan bagaimana rantai bisnis timah ilegal di Bangka Belitung bekerja: dimulai dari penambang rakyat, dikumpulkan oleh kolektor seperti AW, lalu disalurkan ke smelter resmi untuk “dicuci” menjadi legal.

Dengan setoran mencapai puluhan ton, keuntungan yang diraup sangat besar, sementara kerugian negara akibat pajak dan royalti yang hilang sulit dihitung.

Jika aparat tidak segera bertindak, rantai gelap ini akan semakin kokoh. Bangka Belitung berisiko terus menjadi episentrum praktik ilegal yang merusak lingkungan, merugikan masyarakat, sekaligus meruntuhkan wibawa hukum. (RAP/KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timah Babel Dikeruk, Siapa yang Menikmati? Komisi III DPR RI Desak Rakyat Diberi Ruang Kelola Tambang

    Timah Babel Dikeruk, Siapa yang Menikmati? Komisi III DPR RI Desak Rakyat Diberi Ruang Kelola Tambang

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA BELITUNG) — Komisi III DPR RI mendorong penegakan hukum yang tegas terhadap praktik penambangan timah ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain menindak aktivitas pertambangan yang melanggar hukum, pemerintah juga diminta memperkuat tata kelola tambang rakyat agar kekayaan alam daerah dapat memberikan manfaat yang lebih adil bagi masyarakat. Jum’at (16/10/2026) Penegakan hukum, […]

  • 512 Santri Keracunan MBG, BGN Soroti Kelalaian SPPG dalam Distribusi Makanan

    512 Santri Keracunan MBG, BGN Soroti Kelalaian SPPG dalam Distribusi Makanan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan penyebab ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kamis (3/9/2026) Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan kejadian tersebut berkaitan dengan ketidakdisiplinan dalam menjalankan standard operating procedure (SOP) pendistribusian […]

  • Ironi Penegakan Hukum di Bangka, Korban Laka Meninggal Dunia Justru Dijadikan Tersangka

    Ironi Penegakan Hukum di Bangka, Korban Laka Meninggal Dunia Justru Dijadikan Tersangka

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA) — Ironi penegakan hukum kembali mencuat di Kabupaten Bangka. Seorang pemuda bernama Faheza Akbar Pratama (22), yang telah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, justru ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangka. Keputusan tersebut memicu kemarahan keluarga, memunculkan dugaan serius adanya penyimpangan prosedural, serta menyeret sejumlah pejabat kepolisian […]

  • PT TIMAH Gandeng Koperasi Desa Kelola Tambang Rakyat, Kemenkop Beri Dukungan Penuh

    PT TIMAH Gandeng Koperasi Desa Kelola Tambang Rakyat, Kemenkop Beri Dukungan Penuh

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Upaya PT TIMAH Tbk dalam memberdayakan koperasi sebagai wadah yang mampu mengakomodir aktivitas penambangan rakyat mendapat dukungan penuh dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Senin (3/11/2025) Dukungan itu disampaikan langsung oleh Staf Khusus Menteri Koperasi RI, Prof. Ambar Pertiwiningrum, dalam rapat koordinasi percepatan operasionalisasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sektor […]

  • KPK Respons Kegaduhan Publik: Pengalihan Tahanan Yaqut Cholil Qoumas Sudah Sesuai Prosedur

    KPK Respons Kegaduhan Publik: Pengalihan Tahanan Yaqut Cholil Qoumas Sudah Sesuai Prosedur

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan permohonan maaf kepada publik menyusul munculnya kegaduhan terkait pengalihan status tahanan eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menjadi tahanan rumah. Permintaan maaf disampaikan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Kamis (26/3/2026) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Jum’at (27/3/2026) “Kami tentunya di hari Lebaran […]

  • Komitmen Toleransi: PT Timah Salurkan Bantuan ke Rumah Ibadah Lintas Agama

    Komitmen Toleransi: PT Timah Salurkan Bantuan ke Rumah Ibadah Lintas Agama

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Sebagai wujud dukungan terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat, PT Timah kembali menyalurkan bantuan kepada puluhan rumah ibadah di wilayah operasionalnya. Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan fasilitas rumah ibadah lintas agama. Rabu (14/5/2025) Bantuan yang diberikan PT […]

expand_less