KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Tim gabungan dari Direktorat Samapta Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Jumat (17/7/2026). Sabtu (18/7/2026)
Kebakaran yang melanda kawasan semak belukar dan lahan kosong tersebut berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama kurang lebih empat jam. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar empat hingga lima hektare.
Proses pemadaman berlangsung cukup berat karena lokasi kebakaran berada di area yang sulit dijangkau kendaraan. Petugas harus menembus kawasan perumahan dan medan yang dipenuhi vegetasi kering untuk mencapai titik api.
Kanit II Sie Turjawali Direktorat Samapta Polda Babel, Ipda Heru Wicaksono, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel beserta armada pemadam setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai munculnya kebakaran.
Menurutnya, koordinasi dengan Damkar Provinsi Babel dilakukan sejak awal agar proses penanganan dapat berlangsung cepat dan api tidak meluas ke kawasan permukiman warga.
“Dalam operasi ini kami menurunkan satu unit armada Karhutla Direktorat Samapta, dua unit Armoured Water Cannon (AWC) milik Direktorat Samapta dan Brimob, satu unit kendaraan patroli D-Max, serta didukung dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Heru.
Dengan dukungan armada tersebut, petugas melakukan penyemprotan air secara bertahap pada sejumlah titik yang masih mengeluarkan kobaran api maupun kepulan asap tebal.
Selain memadamkan api utama, petugas juga menyisir seluruh area untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Heru menjelaskan, kondisi cuaca yang panas serta vegetasi yang mengering akibat musim kemarau menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
Meski demikian, berkat kerja sama seluruh personel di lapangan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke wilayah lain.
“Kurang lebih empat jam sejak laporan diterima, api berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar empat sampai lima hektare,” katanya.
Meski api telah berhasil dipadamkan, tim gabungan belum langsung meninggalkan lokasi.
Petugas Direktorat Samapta Polda Babel tetap disiagakan di lokasi kejadian guna mengantisipasi munculnya titik api baru yang dapat dipicu oleh bara api yang masih tersisa di bawah permukaan tanah atau hembusan angin.
“Hingga saat ini personel masih kami siagakan di lokasi untuk memastikan tidak ada api yang kembali muncul,” jelas Heru.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau ketika kondisi lahan sangat mudah terbakar.
Selain melakukan pemadaman, aparat kepolisian juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Heru mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah di lahan terbuka maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
Menurutnya, kebiasaan tersebut masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran lahan saat musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama di lokasi yang rawan kebakaran. Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan jangan membuka lahan dengan cara membakar karena sangat berbahaya,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun.
Pelaporan secara cepat dinilai sangat penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.
“Kami berharap masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui adanya kebakaran melalui Call Center 110, kantor kepolisian terdekat, maupun Dinas Pemadam Kebakaran. Personel kami siap siaga selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kejadian kebakaran hutan dan lahan di Temberan menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla mulai meningkat seiring memasuki musim kemarau di wilayah Bangka Belitung.
Kondisi cuaca yang panas, minimnya curah hujan, serta vegetasi yang mengering membuat lahan kosong maupun kawasan semak belukar menjadi sangat mudah terbakar.
Karena itu, sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
Polda Bangka Belitung menegaskan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel serta melakukan patroli rutin di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi karhutla. Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak yang lebih luas. (Sumber : kabariku.com, Editor : KBO Babel)













