KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Guru dan dosen kini tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu menjadi fasilitator yang dapat membimbing siswa dalam memahami serta menyaring informasi di era digitalisasi. Senin (18/5/2026)
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKA FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) Cabang Bangka Belitung sekaligus seminar pendidikan yang digelar di Balai Besar Betason, Sabtu (16/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Prof. Saparudin menegaskan pentingnya kemampuan guru dalam mengintegrasikan literasi digital kepada siswa agar proses belajar tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu membentuk pola pikir kritis dan karakter generasi muda.
Menurutnya, kemajuan teknologi saat ini membawa perubahan besar terhadap pola belajar siswa. Kehadiran berbagai aplikasi digital membuat akses informasi menjadi semakin mudah dan cepat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menimbulkan tantangan baru bagi dunia pendidikan.
“Sekarang anak-anak sangat mudah mencari jawaban hanya melalui aplikasi. Mereka tidak perlu lagi membaca panjang atau berpikir mendalam karena semuanya tersedia secara instan. Ini menjadi tantangan bagi guru dalam membangun cara belajar yang tetap berkualitas,” ujar Prof. Saparudin.
Ia menjelaskan, guru dan dosen harus mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan teknologi agar proses pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, pola mengajar konvensional sudah tidak cukup untuk menjawab tantangan era digital saat ini.
Karena itu, ia mendorong para tenaga pendidik untuk mulai memanfaatkan berbagai teknologi pembelajaran interaktif seperti video edukasi, platform Learning Management System (LMS), serta media digital lainnya guna meningkatkan minat belajar siswa di kelas.
“Di era digitalisasi ini guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi. Guru harus mampu menjadi fasilitator dan mentor yang mengarahkan siswa bagaimana cara memahami informasi dengan benar,” katanya.
Selain penguasaan teknologi, Prof. Saparudin juga menekankan pentingnya penanaman literasi digital kepada siswa sejak dini. Menurutnya, kemampuan memilah informasi sangat penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang salah maupun konten negatif di media digital.
“Kita harus mengajarkan siswa bagaimana mencari informasi yang benar, bagaimana menyaring informasi, dan bagaimana menggunakan teknologi secara bijak. Ini yang harus diperkuat dalam pendidikan kita sekarang,” tegasnya.
Ia menambahkan, penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan seharusnya menjadi alat bantu untuk memperkuat proses pembelajaran, bukan menggantikan peran guru sepenuhnya. Karena itu, guru tetap memiliki peran penting dalam membentuk karakter, etika, dan semangat belajar siswa.
“Teknologi hanya alat bantu. Yang paling penting tetap bagaimana guru membangun antusiasme belajar, membimbing karakter siswa, dan mengarahkan mereka menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak,” ujarnya.
Sementara itu, kegiatan pelantikan dan seminar pendidikan yang digelar IKA FKIP Unsri Babel tersebut bertujuan memperkuat jejaring antaralumni sekaligus meningkatkan kontribusi alumni terhadap kemajuan dunia pendidikan di Bangka Belitung.
Prof. Saparudin menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai dapat menjadi wadah kolaborasi antara alumni, tenaga pendidik, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Mengusung tema “Jejak Alumni Inspirasi Generasi Membangun Jembatan Karir dan Kemajuan Pendidikan Babel”, kegiatan tersebut diharapkan mampu menghimpun potensi alumni FKIP Unsri yang kini berprofesi sebagai guru, kepala sekolah, dosen, maupun praktisi pendidikan lainnya.
“Para alumni ini harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah agar pendidikan di Pangkalpinang dan Bangka Belitung terus berkembang,” katanya.
Ia juga berharap organisasi alumni tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi mampu menghadirkan gagasan dan inovasi nyata dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, khususnya di tengah tantangan era digital saat ini.
Kegiatan seminar pendidikan tersebut turut dihadiri para akademisi, tenaga pendidik, alumni FKIP Unsri, kepala sekolah, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Seminar berlangsung dengan diskusi mengenai transformasi pendidikan di era digital, penguatan literasi teknologi, serta strategi peningkatan kompetensi guru menghadapi perkembangan dunia pendidikan modern.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan para pendidik di Bangka Belitung semakin siap menghadapi perubahan zaman dan mampu menciptakan sistem pembelajaran yang adaptif, kreatif, serta mampu membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan berdaya saing di era digital. (Satrio/KBO Babel)

















