Forbes Rilis Orang Terkaya Indonesia 2026, Bos Energi hingga Raja Data Center Mendominasi

15 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes 2026, Kekayaan Prajogo Pangestu Lampaui Taipan Asia Tenggara

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Majalah bisnis dunia Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di berbagai negara secara real-time, termasuk Indonesia. Dalam pembaruan awal Mei 2026, nama pengusaha energi dan petrokimia, Prajogo Pangestu, masih menempati posisi sebagai orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai 20,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp362,2 triliun. Senin (11/5/2026)

Data tersebut diambil dari pemantauan real-time Forbes yang terus memperbarui nilai kekayaan para miliarder dunia berdasarkan pergerakan harga saham, nilai perusahaan, serta kondisi pasar industri global. Nilai kekayaan individu yang memiliki saham publik diperbarui setiap lima menit saat pasar saham dibuka, sementara kekayaan yang terkait dengan perusahaan swasta umumnya diperbarui sekali sehari.

banner 336x280

Kekayaan Prajogo Pangestu bahkan melampaui sejumlah taipan besar di Asia Tenggara. Forbes mencatat, orang terkaya di Singapura, Jason Chang, memiliki kekayaan sekitar 16,5 miliar dollar AS. Sementara konglomerat Malaysia, Robert Kuok, tercatat memiliki kekayaan sebesar 13,9 miliar dollar AS.

Posisi Prajogo Pangestu di puncak daftar tak lepas dari besarnya pengaruh bisnis energi dan petrokimia yang ia bangun melalui berbagai perusahaan besar di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor energi dan hilirisasi industri memang menjadi salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan.

Di posisi kedua daftar orang terkaya Indonesia ditempati oleh Low Tuck Kwong dengan total kekayaan mencapai 16,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp286 triliun. Pengusaha yang dikenal sebagai raja batu bara ini terus menikmati lonjakan nilai bisnis pertambangan batu bara yang masih menjadi komoditas strategis dunia.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh R. Budi Hartono dengan total kekayaan sebesar 15,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp273,8 triliun. Kekayaan Budi Hartono berasal dari sektor perbankan dan industri rokok yang telah lama menjadi sumber kekuatan bisnis keluarganya.

Nama besar lainnya yang masih bertahan dalam jajaran elite konglomerat Indonesia adalah Anthoni Salim. Pengusaha yang memimpin kelompok usaha Salim Group ini berada di posisi keempat dengan kekayaan mencapai 11,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp206,2 triliun. Bisnisnya tersebar di berbagai sektor mulai dari pangan, infrastruktur, ritel hingga investasi strategis.

Di posisi kelima terdapat Tahir dan keluarga dengan total kekayaan 9,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp168,1 triliun. Pendiri Mayapada Group ini dikenal memiliki kerajaan bisnis di bidang perbankan, properti, kesehatan dan media.

Forbes juga mencatat nama Sri Prakash Lohia sebagai salah satu konglomerat terkaya Indonesia dengan bisnis utama di sektor petrokimia. Nilai kekayaannya tercatat mencapai 8,8 miliar dollar AS.

Menariknya, sektor pusat data atau data center kini mulai mendominasi daftar orang kaya Indonesia. Nama Otto Toto Sugiri berhasil masuk jajaran atas dengan kekayaan mencapai 8,4 miliar dollar AS. Otto dikenal sebagai salah satu tokoh penting di industri teknologi dan pusat data nasional.

Selain Otto, nama Marina Budiman juga masuk daftar dengan total kekayaan mencapai 6 miliar dollar AS. Pertumbuhan industri digital dan kebutuhan pusat data yang terus meningkat membuat sektor ini menjadi salah satu sumber kekayaan baru di Indonesia.

Pengusaha sawit dan pertambangan nikel, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, berada di posisi berikutnya dengan kekayaan sekitar 5,3 miliar dollar AS. Sektor nikel sendiri dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian dunia seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku kendaraan listrik.

Nama lain yang juga masuk daftar adalah Haryanto Tjiptodihardjo dengan kekayaan 5 miliar dollar AS dari sektor manufaktur. Kemudian ada Theodore Rachmat dengan total kekayaan 4,9 miliar dollar AS melalui bisnis yang tersebar di berbagai sektor.

Tokoh bisnis nasional Chairul Tanjung juga masih bertahan dalam daftar orang terkaya Indonesia dengan kekayaan sekitar 4,6 miliar dollar AS. Pemilik CT Corp ini dikenal memiliki lini bisnis di sektor media, keuangan, ritel hingga hiburan.

Sementara itu, konglomerat senior Sukanto Tanoto tercatat memiliki kekayaan sebesar 4,3 miliar dollar AS. Nama Sukanto dikenal luas lewat bisnis pulp, energi dan perkebunan.

Adapun posisi ke-15 ditempati oleh Han Arming Hanafia dengan total kekayaan mencapai 3,9 miliar dollar AS yang berasal dari sektor pusat data.

Daftar Forbes ini menunjukkan bahwa peta kekayaan di Indonesia terus mengalami perubahan seiring perkembangan sektor industri. Jika sebelumnya sektor perbankan, rokok dan komoditas mendominasi, kini bisnis teknologi digital dan pusat data mulai menjadi sumber kekayaan baru para konglomerat Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi digital, investasi hilirisasi sumber daya alam, serta ekspansi industri energi diperkirakan masih akan menjadi faktor utama yang mempengaruhi daftar orang terkaya Indonesia sepanjang 2026. (Sumber : Kompas.com. Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed