
KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan terus mengintensifkan langkah untuk meningkatkan kapasitas para pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat fondasi koperasi serta memastikan seluruh pengelola memiliki kompetensi yang memadai dalam mengelola dan mengembangkan badan usaha milik masyarakat tersebut. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) bagi ratusan peserta yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Mentok, Rabu (19/11/2025). Kamis (20/11/2025)
Bupati Bangka Barat, Markus, hadir langsung membuka kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi bagi seluruh jajaran koperasi. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci bagi keberhasilan koperasi, terlebih mengingat peran koperasi Merah Putih yang dirancang untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui prinsip gotong royong.

“Melalui bimbingan teknis ini, pengurus koperasi memperhatikan peningkatan daya saing koperasi. Pengurus koperasi senantiasa meningkatkan kompetensi diri sebagai modal dasar mengelola koperasi dan mampu memberikan pelayanan yang baik,” ujar Markus dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas bukan sekadar formalitas, tetapi keharusan agar koperasi mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompetitif. Markus menyebutkan bahwa koperasi yang dikelola dengan profesional dapat menjadi lokomotif ekonomi masyarakat desa maupun kelurahan.
Saat ini, kata Markus, di Kabupaten Bangka Barat telah terbentuk 60 Koperasi Desa dan 6 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Pembentukan koperasi tersebut dilakukan dengan tujuan utama memperkuat perekonomian lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis kemandirian dan partisipasi warga.
“Tujuan utama pembentukan Koperasi Desa Merah Putih adalah memperkuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa melalui prinsip gotong royong dan kekeluargaan,” jelas Markus.
Kegiatan bimtek ini sekaligus menjadi momentum untuk menyelaraskan visi, misi, serta langkah strategis bagi seluruh pengurus dan pengawas koperasi. Markus berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh karena materi yang disampaikan merupakan pondasi penting dalam penguatan koperasi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi mulai dari pengembangan usaha, penguatan kelembagaan, peningkatan pemahaman permodalan, hingga penyusunan proposal usaha. Seluruh materi diberikan untuk memastikan para pengurus dan pengawas memiliki pemahaman menyeluruh dalam menjalankan roda koperasi secara efektif.
“Kita sadari bahwa salah satu tantangan pengembangan KDMP adalah keterbatasan pengetahuan SDM baik pengurus, pengawas, maupun pengelola. Karena itu, pembinaan dan pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kapasitas SDM koperasi agar lebih profesional, kompeten, serta mampu mengelola usaha secara berkelanjutan,” tambah Markus.
Ia juga berharap melalui kegiatan ini para pengelola koperasi dapat menyusun perencanaan usaha secara matang, memahami pola pengelolaan keuangan koperasi, serta memiliki kemampuan mengambil keputusan yang tepat dalam pengembangan unit usaha di dalam koperasi.
Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak juga dilakukan untuk memperkuat materi pelatihan. Para pemateri dalam bimtek ini berasal dari Universitas Bangka Belitung (UBB), Universitas Pertiba, Kementerian Koperasi yang hadir melalui sambungan daring, serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kehadiran para akademisi dan praktisi tersebut menambah kualitas materi yang disampaikan serta memperluas wawasan peserta mengenai standar ideal tata kelola koperasi.
Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Bangka Barat selaku penyelenggara menegaskan bahwa bimbingan teknis ini merupakan program berkelanjutan yang akan terus diperkuat setiap tahun. Pemerintah daerah menilai koperasi memiliki potensi ekonomi besar jika dikelola dengan benar, mulai dari sektor perdagangan, pertanian, hingga jasa pelayanan masyarakat.
Dengan kondisi ekonomi yang terus berubah, pengelola koperasi dituntut adaptif dan mampu merespons kebutuhan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan mutlak agar koperasi tetap relevan dan mampu bersaing, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan modernisasi ekonomi.
Kegiatan bimtek ini diharapkan dapat melahirkan pengurus koperasi yang profesional, berintegritas, dan mampu menjalankan prinsip koperasi secara konsisten. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menilai bahwa keberhasilan koperasi bukan hanya diukur dari aspek keuangan, tetapi juga dari kemampuan koperasi memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Dengan adanya pelatihan ini, Pemkab Bangka Barat optimistis Koperasi Merah Putih dapat tumbuh menjadi pilar ekonomi masyarakat dan berperan aktif dalam penguatan ekonomi kerakyatan di daerah tersebut. Program bimtek diharapkan menjadi langkah awal menuju tata kelola koperasi yang lebih transparan, akuntabel, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga. (Yopi Herwindo/KBO Babel)









