
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Suasana politik internal Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memanas setelah pengakuan mengejutkan datang dari Wakil Gubernur Babel, Hellyana. Ia secara terbuka mengungkapkan bahwa selama lima bulan terakhir dirinya tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan pemerintahan provinsi. Sabtu (18/10/2025)
Dalam keterangannya kepada media, Jumat (17/10/2025), Hellyana menyatakan bahwa sejak hubungannya dengan Gubernur Hidayat Arsani merenggang, ia praktis kehilangan peran dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

“Saya dipilih langsung oleh rakyat dan mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur. Akan tetapi, peran dan jabatan saya sama sekali tidak diberi peran,” ungkap Hellyana dengan nada prihatin.
Menurutnya, situasi tersebut membuatnya merasa tidak lagi dianggap sebagai bagian dari pemerintahan yang sah. Ia menyebut bahwa sejak lima bulan terakhir, dirinya tidak pernah mendapatkan undangan resmi atau disposisi dari kegiatan pemerintahan.
“Hampir lima bulan tidak pernah mendapat undangan kegiatan pemerintah. Bahkan protokolernya dihentikan, sehingga saya tidak tahu agenda pemerintahan yang berjalan,” ujarnya.
Kewenangan Dibatasi, Protokoler Dihentikan
Hellyana mengaku, meskipun masih memegang jabatan sebagai Wakil Gubernur, ruang geraknya semakin dibatasi. Upaya dirinya untuk menjalankan fungsi pengawasan dengan memanggil atau bertemu dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) pun kerap terhambat.
“Ketika saya berinisiatif membuat pertemuan dengan OPD sebagai bagian dari fungsi pengawasan, itu pun dibatasi. Seolah-olah saya tidak boleh berperan sama sekali,” katanya.
Kondisi ini, menurut Hellyana, membuatnya hanya bisa berinisiatif menjalankan kegiatan di luar agenda resmi pemerintah provinsi. Ia lebih sering memenuhi undangan dari masyarakat, lembaga swasta, maupun pemerintah kabupaten/kota.
“Seperti sekarang, saya bertemu dengan Dinas Perikanan Kabupaten Belitung dan Bupati untuk membahas potensi perikanan. Kegiatan seperti ini saya lakukan tanpa surat perjalanan dinas, karena memang tidak ada lagi disposisi dari provinsi,” ucapnya.
Tetap Masuk Kantor, Terima Tamu dari Masyarakat
Menanggapi isu yang menyebut dirinya jarang masuk kantor, Hellyana dengan tegas membantah. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap menjalankan rutinitas kerja di kantor, meskipun tidak memiliki agenda resmi dari pemerintah provinsi.
“Saya di kantor setiap hari, hanya saja tidak ada kegiatan resmi yang melibatkan saya. Biasanya saya menerima kunjungan masyarakat, tamu dari daerah, dan organisasi yang datang menyampaikan aspirasi,” jelasnya.
Hellyana menegaskan, sebagai pejabat publik, ia tetap berkomitmen untuk menjalankan tanggung jawab moral kepada masyarakat. Ia tidak ingin masyarakat menganggap dirinya mengabaikan tugas atau sekadar menikmati jabatan tanpa kinerja.
“Saya masih berusaha menjalankan tanggung jawab saya, sebisa mungkin hadir untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan atau perhatian,” imbuhnya.
Sampaikan Permohonan Maaf kepada Masyarakat Babel
Dalam kesempatan itu, Hellyana juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kepulauan Bangka Belitung. Dengan suara bergetar, ia mengaku kecewa karena tidak bisa menjalankan amanah jabatannya secara maksimal akibat keterbatasan peran yang diberikan kepadanya.
“Saya minta maaf kepada masyarakat Bangka dan Belitung karena tidak menjalankan amanah sebagai wakil gubernur dengan baik. Ini bukan karena saya tidak mau bekerja, tetapi karena ruang gerak saya dibatasi bahkan perlahan-lahan ditiadakan,” ujarnya lirih.
Meski menghadapi situasi sulit, Hellyana menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari tanggung jawab. Ia akan terus berjuang menjalankan fungsi dan kewajiban sebagai Wakil Gubernur hingga masa jabatannya berakhir.
“Saya tetap berkomitmen untuk melayani masyarakat. Saya tidak akan menyerah meskipun tidak diberi peran penuh dalam pemerintahan,” tegasnya.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Gubernur Babel Hidayat Arsani terkait pernyataan Hellyana tersebut. Situasi ini menimbulkan spekulasi adanya ketegangan politik di internal pemerintahan Babel, yang berpotensi memengaruhi stabilitas birokrasi menjelang akhir masa jabatan mereka.
Dengan keterbukaannya, Hellyana berharap masyarakat dapat memahami kondisi sebenarnya di balik dinamika pemerintahan provinsi.
“Saya hanya ingin masyarakat tahu bahwa saya masih di sini, masih bekerja, meski tanpa dukungan penuh dari sistem pemerintahan,” pungkasnya. (Sumber : Trawang News, Editor : KBO Babel)









