KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat terus meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam rangka persiapan menghadapi penilaian Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tingkat Nasional tahun 2026. Persiapan ini difokuskan pada Posyandu Flamboyan di Desa Buyan Kelumbi, Kecamatan Tempilang, yang ditunjuk sebagai wakil Kabupaten Bangka Barat setelah berhasil meraih juara pertama pada lomba Posyandu tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selasa (25/11/2025)
Posyandu Flamboyan sebelumnya mendapatkan pengakuan sebagai posyandu terbaik tingkat provinsi dan menerima penghargaan langsung dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, pada 21 November 2025 lalu. Prestasi ini menjadikan posyandu tersebut sebagai kandidat kuat untuk bersaing di tingkat nasional, sehingga Pemkab Bangka Barat berupaya memastikan seluruh indikator penilaian terpenuhi secara menyeluruh.
Upaya penguatan dimulai dengan rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Soleh, pada Senin (24/11/2025). Pertemuan itu menghadirkan Tim Pembina Posyandu Kabupaten, Dinas Sosial PMD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Bappelitbangda, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan, PUPR, perwakilan kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, Kepala Puskesmas Tempilang, hingga para kader posyandu.
Dalam arahannya, Muhammad Soleh menekankan pentingnya sinergi antar-organisasi perangkat daerah untuk mendukung kesiapan Posyandu Flamboyan. Menurutnya, penilaian nasional tidak hanya menilai aspek layanan kesehatan, tetapi juga capaian enam SPM yang melibatkan berbagai sektor pemerintahan.
“Kami menitikberatkan sinergitas antar Organisasi Pemerintah Daerah di Kabupaten Bangka Barat terkait dengan support persiapan lomba Posyandu ke tingkat nasional. Mari bersama-sama agar hasil yang dicapai dapat maksimal,” ujar Muhammad Soleh.
Ia menjelaskan bahwa persiapan ke tingkat nasional membutuhkan pembenahan terstruktur, mulai dari kelengkapan administrasi, penguatan fasilitas, hingga pendataan lapangan yang harus selesai sebelum tahap penilaian.
Ketua TP-PKK Bangka Barat, Evi Astura, juga memberikan penegasan mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut keberhasilan posyandu tidak hanya ditentukan oleh kader dan tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan aktif dari seluruh perangkat daerah.
“Pemkab Bangka Barat berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar Posyandu Flamboyan siap mengikuti penilaian tingkat nasional. Koordinasi lintas sektor sangat penting, karena keberhasilan posyandu bergantung pada peran bersama,” ujarnya.
Evi menambahkan bahwa PKK sebagai mitra pemerintah siap turun langsung dalam pendampingan, pelatihan kader, serta memastikan penyampaian layanan dilakukan sesuai standar nasional.
Fokus Penguatan Layanan 6 SPM
Dalam dokumen pelaksanaan Posyandu 6 SPM, terdapat enam layanan dasar yang menjadi indikator utama penilaian nasional. Setiap sektor memiliki tanggung jawab yang harus dipenuhi, antara lain:
-
SPM Pendidikan – meliputi penyuluhan kesehatan di sekolah, penyediaan pojok baca di posyandu, pendataan keluhan pendidikan, serta verifikasi data terkait anak usia sekolah dan layanan pendidikan dasar.
-
SPM Kesehatan – mencakup layanan posyandu untuk seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, dewasa, hingga lansia. Penguatan layanan dilakukan melalui kunjungan rumah, penjemputan sasaran, peningkatan capaian imunisasi, hingga mekanisme rujukan kesehatan.
-
SPM Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat – fokus pada pendataan dan verifikasi keluhan masyarakat terkait sanitasi, akses jalan, MCK, air bersih, hingga pemukiman tidak layak huni.
-
SPM Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat – meliputi pendataan permasalahan kebakaran, narkoba, KDRT, bencana, serta isu keamanan lainnya di lingkungan desa.
-
SPM Sosial – layanan bagi disabilitas, lansia telantar, anak terlantar, tuna sosial, dan korban bencana, melalui pendataan, kunjungan rumah, asesmen dan rujukan sosial, serta koordinasi lintas OPD.
-
SPM Lingkungan Hidup dan Sanitasi – memastikan kondisi lingkungan permukiman warga tetap bersih, aman, dan sesuai standar kesehatan lingkungan.
Pemkab Bangka Barat menyatakan bahwa seluruh layanan telah mulai diperkuat, termasuk dukungan fasilitas kesehatan di Desa Buyan Kelumbi berupa dua unit Poskesdes yang aktif beroperasi serta dua posyandu aktif, termasuk Posyandu Flamboyan sebagai unggulan.
Dorongan Peningkatan Layanan Posyandu
Momentum penilaian nasional ini menjadi kesempatan besar bagi Kabupaten Bangka Barat untuk meningkatkan kualitas layanan posyandu secara menyeluruh. Pemerintah daerah berkomitmen memaksimalkan pembinaan dan evaluasi berkala agar seluruh persyaratan terpenuhi sebelum tahap penilaian berlangsung.
Selain sebagai ajang kompetisi, Pemkab menilai kesempatan ini sebagai cara mempercepat pencapaian layanan dasar masyarakat terutama di bidang kesehatan ibu-anak, KB, imunisasi, gizi, pencegahan penyakit, sanitasi, dan lingkungan.
Dengan persiapan intensif, koordinasi lintas sektor, serta dukungan dari seluruh OPD, Pemkab Bangka Barat optimistis Posyandu Flamboyan dapat tampil maksimal dan membawa nama daerah ke tingkat nasional. (Yopi Herwindo/KBO Babel)










