KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-XIV Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025 resmi ditutup pada Selasa malam (11/11/2025) di Sporthall Sejiran Setason, Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan lomba yang telah berlangsung selama beberapa hari dan menjadi momentum penting bagi penguatan keimanan serta persaudaraan umat Islam di provinsi ini. Kamis (13/11/2025)
Acara penutupan dihadiri oleh Asisten III Provinsi Bangka Belitung, Yunan Helmi, jajaran pejabat daerah, kafilah dari seluruh kabupaten/kota, dewan hakim, panitia, sponsor, serta masyarakat yang menyaksikan secara langsung jalannya kegiatan. Kehadiran para peserta dan tamu undangan memberikan semarak tersendiri, sekaligus menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap ajang keagamaan terbesar di provinsi ini.
Dalam sambutannya, Bupati Bangka Barat Markus menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan MTQH XIV. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, panitia, lembaga pengembangan tilawatil Qur’an (LPTQ), dan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada semua pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi, Kementerian Agama, LPTQ, pemerintah kabupaten/kota, panitia besar, dewan hakim, hingga masyarakat yang turut menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan MTQH XIV ini,” ujar Markus.
Markus juga memberikan penghargaan kepada para sponsor dari dunia usaha yang mendukung kegiatan, sekaligus berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Bangka Barat sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQH XIV.
“Kami sangat bersyukur dan bangga karena Bangka Barat dipercaya menjadi tuan rumah MTQH tahun ini. Ini adalah kehormatan besar bagi kami, dan semoga membawa keberkahan bagi daerah,” ujarnya.
Bupati Markus menegaskan bahwa MTQH tidak sekadar ajang perlombaan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits. Ia berharap kegiatan ini mampu menanamkan nilai-nilai religius pada generasi muda sekaligus membentuk karakter Qur’ani yang berakhlak mulia.
“MTQH adalah momentum untuk menanamkan nilai-nilai religius dan membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berkarakter. Kami berharap dari Bangka Barat akan lahir generasi terbaik yang mampu menerangi masyarakat dengan nilai kebenaran dan kedamaian,” kata Markus.
Kepada para peserta, Markus mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan sportivitas selama perlombaan berlangsung. Ia juga memberikan selamat kepada para juara dari setiap cabang lomba dan memberi motivasi kepada peserta yang belum berhasil meraih prestasi.
“Bagi yang belum juara, jangan berkecil hati. Setiap ayat yang dibaca dan setiap usaha yang dilakukan adalah ibadah yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Markus menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dewan Hakim yang telah bekerja profesional dan berdedikasi selama lomba berlangsung. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kekurangan, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan, selama pelaksanaan MTQH XIV.
“Hal ini akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan agar penyelenggaraan event keagamaan selanjutnya bisa lebih baik,” jelas Markus.
MTQH XIV ini menampilkan berbagai cabang perlombaan, mulai dari Tilawatil Qur’an, Tahfidz, Hifdzil Hadits, Fahmil Qur’an, hingga cabang lomba terkait pengembangan ilmu keagamaan. Kompetisi ini diikuti oleh kafilah dari seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan orang, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa.
Perhelatan MTQH XIV juga menjadi momen strategis untuk meningkatkan persaudaraan antarumat Islam dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Bangka Barat sebagai tuan rumah berhasil menunjukkan kesiapan yang matang, mulai dari fasilitas, pengaturan acara, hingga keamanan peserta dan masyarakat.
Penutupan MTQH XIV secara resmi sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan keagamaan terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2025. Kegiatan ini meninggalkan kesan positif bagi seluruh pihak yang terlibat, sekaligus menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan MTQH di masa mendatang.
Bangka Barat sukses membuktikan diri sebagai tuan rumah yang ramah, profesional, dan penuh semangat persaudaraan. Momentum ini diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang tangguh, religius, dan berakhlak mulia, serta memperkuat posisi Bangka Barat sebagai pusat kegiatan keagamaan di provinsi ini. (Yopi Herwindo/KBO Babel)











