KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kembali angkat bicara mengenai isu ijazah palsu yang selama empat tahun terakhir terus diarahkan kepadanya. Dalam wawancara eksklusif Program Khusus Kompas TV di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Selasa (9/12/2025) malam, Jokowi menegaskan bahwa isu tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan diduga kuat merupakan bagian dari sebuah agenda besar dan operasi politik yang dijalankan secara sistematis. Rabu (10/12/2025)
Jokowi menyampaikan, dirinya heran mengapa isu ijazah palsu dapat bergulir begitu lama, meskipun pihak yang mengeluarkan ijazah telah secara terbuka menyatakan keasliannya. Namun, tuduhan tersebut terus dihembuskan, bahkan dijadikan alat serangan politik yang tidak kunjung berhenti.
“Yang membuat ijazah saja sudah menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana. Dan yang saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik, sehingga bisa sampai bertahun-tahun enggak rampung-rampung,” ujar Jokowi dalam wawancara tersebut.
Menurutnya, pola penyebaran isu tersebut jelas mengarah pada upaya merusak reputasi dan menjatuhkan martabat dirinya sebagai kepala negara. Ia menyebut ada pihak yang memiliki kepentingan politik untuk mendorong narasi tersebut tetap hidup di ruang publik.
“Ya mungkin untuk kepentingan politik. Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekan, merendahkan, menghina, menuduh, semua dilakukan untuk apa? Kalau hanya untuk main-main, kan mesti kepentingan politiknya di situ,” tegas Jokowi.
Jokowi mengingatkan bahwa pada situasi global yang penuh tantangan, energi bangsa seharusnya digunakan untuk menghadapi persoalan besar seperti perkembangan teknologi artificial intelligence (AI), robotik, perubahan ekonomi global, hingga ancaman krisis energi dan pangan. Namun sayangnya, kata Jokowi, sebagian pihak justru menguras energi pada isu remeh-temeh yang sebenarnya tidak memberikan manfaat bagi negara.
“Untuk strategi besar negara, untuk kepentingan yang lebih besar bagi negara ini. Misalnya tadi yang berkaitan dengan menghadapi masa-masa ekstrem, menghadapi masa-masa perubahan karena artificial intelligence, karena humanoid robotic,” ujarnya.
“Jangan malah kita, energi besar kita, kita pakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya urusan ringan,” tambahnya.
Dalam wawancara tersebut, pembawa acara Frisca Clarissa kemudian menanyakan secara langsung kepada Jokowi apakah benar ada agenda dan orang besar di balik isu ijazah palsu. Jokowi menjawab tanpa ragu.
“Saya pastikan, iya,” jawab Jokowi singkat.
Frisca kembali melanjutkan pertanyaannya, apakah Jokowi mengetahui siapa sosok “orang besar” yang dimaksud. Dengan nada tenang, Jokowi menegaskan bahwa dirinya mengetahui arah dan sumber isu tersebut, namun memilih untuk tidak menyebutkannya secara terbuka.
“Ya, saya kira gampang ditebak lah. Tidak perlu saya sampaikan,” kata Jokowi.
Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa isu ijazah palsu bukan sekadar serangan sporadis, melainkan bagian dari manuver politik yang dilakukan oleh pihak tertentu yang memiliki pengaruh besar. Spekulasi publik pun semakin berkembang mengenai siapa sosok yang dimaksud oleh Presiden.
Jokowi menegaskan bahwa langkahnya membawa isu ijazah palsu ke jalur hukum dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak sembarangan menuduh atau menyebarkan fitnah.
“Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang,” tegasnya.
Ia berharap proses hukum dapat memberikan efek jera sekaligus memperbaiki kualitas demokrasi dan ruang publik agar tidak terkontaminasi oleh hoaks yang dimainkan untuk kepentingan tertentu.
Isu ijazah palsu yang menyeret nama Jokowi memang sejak lama menjadi bahan perdebatan dan komoditas politik. Meski berulang kali dibantah melalui data resmi, pernyataan institusi pendidikan, hingga putusan pengadilan, sebagian pihak tetap mendorong narasi tersebut demi kepentingan politik yang lebih besar.
Dengan pernyataan terbaru ini, Jokowi menegaskan bahwa dirinya mengetahui arah permainan politik tersebut dan menyerukan agar bangsa kembali fokus pada agenda besar negara, bukan pada tuduhan tak berdasar yang hanya melemahkan persatuan nasional. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)














