
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Tabir gelap di balik hilangnya sekitar 300 ton balok timah milik PT Stanindo Inti Perkasa (PT SIP) perlahan mulai tersibak. Informasi terbaru yang diperoleh redaksi menyebutkan, kasus yang menyeret nama bos timah asal Bangka Tengah berinisial AC alias Acing kini memasuki fase krusial, dengan munculnya pengakuan dari oknum Satgas bentukan PT Timah yang diduga terlibat langsung dalam raibnya komoditas bernilai fantastis tersebut. Selasa (20/1/2026)
Berdasarkan keterangan sumber internal yang mengetahui proses penanganan perkara, oknum Satgas tersebut dikabarkan telah mengakui perbuatannya dan saat ini tengah melakukan upaya pengembalian sebagian barang bukti. Disebutkan, sebanyak 170 ton balok timah siap dikembalikan ke pihak berwenang sebagai bagian dari langkah meredam proses hukum yang sedang berjalan.

Namun, pengakuan ini justru memunculkan pertanyaan baru di tengah publik. Pasalnya, dari total sekitar 300 ton balok timah yang dilaporkan hilang, masih terdapat sekitar 130 ton timah yang keberadaannya belum jelas hingga kini.
Dugaan Aliran Timah ke Bos Acing
Informasi yang beredar di kalangan internal penegak hukum menyebutkan, sisa ratusan ton timah tersebut diduga kuat dibawa kabur oleh Acing. Nama Acing sendiri bukan sosok asing dalam pusaran bisnis timah di Bangka Belitung. Ia sempat menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan kepemilikan gudang timah di kawasan tambang eks Koba Tin, tepatnya di wilayah Marbuk dan Kenari, yang beberapa waktu lalu mendapat perhatian aparat penegak hukum.
Keterkaitan Acing dalam kasus ini membuat sorotan publik semakin tajam. Pasalnya, dugaan pencurian timah dalam jumlah ratusan ton bukanlah kejahatan biasa, melainkan berpotensi menjadi tindak pidana besar yang melibatkan jaringan terorganisir, penyalahgunaan kewenangan, serta lemahnya sistem pengawasan.
Upaya Lobi dan Isu Restorative Justice
Sumber redaksi juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat upaya lobi dari pihak-pihak tertentu agar perkara ini tidak berlanjut ke meja hijau. Skema yang disebut-sebut tengah dijajaki adalah jalur restorative justice, dengan dalih pengembalian sebagian barang bukti sebagai bentuk tanggung jawab.
Namun, langkah tersebut menuai kritik keras. Banyak pihak menilai, pencurian timah hingga ratusan ton tidak dapat diperlakukan sebagai perkara ringan yang bisa diselesaikan secara damai.
“Upaya lobi memang sedang berjalan agar kasus ini tidak berlanjut. Tapi ini bukan kasus kecil. Nilainya sangat besar dan menyangkut integritas banyak pihak,” ujar sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut sumber tersebut, publik patut mempertanyakan apakah pengembalian 170 ton timah dapat menghapus unsur pidana, terlebih jika benar masih ada ratusan ton lain yang belum dipertanggungjawabkan.
Laporan Resmi Masih Aktif di Polda Babel
Di sisi lain, laporan resmi dari kuasa hukum PT SIP yang telah disampaikan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung dipastikan masih berstatus aktif. Artinya, secara hukum perkara ini belum dihentikan dan masih berada dalam proses penyelidikan maupun penyidikan.
Masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum tetap bersikap independen dan transparan, serta tidak tunduk pada tekanan atau intervensi dari pihak mana pun, terutama mengingat besarnya nilai kerugian dan dampak kasus ini terhadap tata kelola industri timah di Bangka Belitung.
“Kalau kasus sebesar ini bisa dilobi, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum bisa runtuh,” ujar salah satu pemerhati hukum di Pangkalpinang.
Sorotan ke PT Timah dan Oknum Satgas
Kasus ini juga menempatkan PT Timah dalam sorotan tajam, khususnya terkait keberadaan dan fungsi Satgas bentukan perusahaan tersebut. Publik mempertanyakan sistem pengawasan internal dan mekanisme pengendalian aset, sehingga oknum Satgas diduga memiliki ruang untuk mengambil dan mengalihkan balok timah dalam jumlah sangat besar.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SMSI Bangka masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Polda Babel dan manajemen PT Timah terkait dugaan keterlibatan oknum Satgas serta sejauh mana peran Acing dalam kasus ini.
Publik Menunggu Ketegasan Aparat
Kasus raibnya ratusan ton balok timah milik PT SIP kini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum di Bangka Belitung. Publik menunggu keberanian Polda Babel untuk mengusut perkara ini hingga tuntas, termasuk menyeret aktor intelektual yang diduga berada di balik skandal hilangnya “emas hitam” Bangka tersebut.
Apakah kasus ini akan dibuka secara terang-benderang hingga ke akar-akarnya, atau justru meredup di tengah jalan lewat jalur kompromi, menjadi pertanyaan besar yang kini diawasi ketat oleh masyarakat. (Sumber : Perkara News, Editor : KBO Babel)















