KBOBABEL.COM (BELITUNG) — Mobil tangki suplai air milik Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung mengalami kecelakaan tunggal saat menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Senin (24/8/2026)
Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Renati, Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Dalam insiden tersebut, kendaraan tangki yang membawa muatan air untuk keperluan pemadaman mengalami oleng saat melintasi jalan yang memiliki sejumlah tikungan tajam. Kendaraan kemudian kehilangan keseimbangan hingga terbalik dan keluar dari badan jalan.
Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison, membenarkan kecelakaan tersebut. Ia mengatakan armada saat itu sedang bergerak menuju lokasi kebakaran setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat.
“Benar telah terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan armada tangki pemadam kebakaran. Saat itu personel kami sedang bergegas menuju lokasi kebakaran untuk memadamkan api,” kata Zainal saat ditemui di RSUD Marsidi Judono Belitung, Minggu.
Menurut Zainal, kecelakaan menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, tiga personel Regu Piket III Damkar BPBD Belitung yang berada di dalam kendaraan mengalami luka-luka.
Seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUD Marsidi Judono Belitung untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
“Tiga orang anggota kami mengalami luka-luka akibat kecelakaan ini. Seluruh korban saat itu juga langsung dilarikan ke RSUD Marsidi Judono Belitung untuk segera mendapatkan penanganan medis secara intensif,” ujarnya.
Kendaraan Membawa Muatan Air Berat
Zainal menjelaskan, kecelakaan terjadi ketika petugas sedang menjalankan tugas menuju titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Sijuk.
Armada tangki tersebut membawa air dalam jumlah cukup berat sebagai persediaan untuk mendukung proses pemadaman. Kondisi jalan yang dilalui juga menjadi salah satu faktor yang membuat kendaraan harus lebih berhati-hati.
“Jalur yang dilintasi memiliki medan yang dipenuhi banyak tikungan tajam, sementara kendaraan melaju dalam kondisi mengangkut beban muatan air yang cukup berat untuk keperluan pemadaman,” jelasnya.
Saat memasuki salah satu tikungan, kendaraan disebut mengalami oleng. Beban air yang dibawa di dalam tangki membuat keseimbangan kendaraan berubah hingga pengemudi akhirnya kehilangan kendali.
“Saat melintasi tikungan, kendaraan mengalami oleng dan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik dan keluar dari badan jalan aspal. Mobil dalam keadaan membawa muatan air yang berat,” kata Zainal.
Kendaraan tersebut kemudian mengalami kerusakan akibat kecelakaan. Proses penanganan armada selanjutnya dilakukan oleh pihak terkait.
Armada Penting untuk Penanganan Karhutla
Zainal menyebut mobil tangki yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan salah satu armada penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Belitung.
Berbeda dengan kendaraan pemadam berukuran besar, mobil tangki suplai air tersebut memiliki ukuran yang relatif memungkinkan untuk menjangkau lokasi dengan akses terbatas.
“Mobil itu adalah mobil suplai air atau tangki yang dioperasikan khusus untuk pemadaman karhutla karena ukurannya memungkinkan untuk masuk dan menjangkau medan atau lokasi sempit yang tidak bisa diakses oleh armada pemadam besar lainnya sehingga proses pemadaman bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Keberadaan armada suplai air menjadi penting dalam situasi karhutla karena petugas membutuhkan ketersediaan air untuk melakukan pemadaman secara berkelanjutan, terutama ketika titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan berukuran besar.
Namun, dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran, armada tersebut justru mengalami kecelakaan. Insiden ini membuat tiga personel yang sedang menjalankan tugas harus mendapatkan perawatan medis.
Tiga Petugas Jalani Perawatan
Ketiga korban merupakan anggota Regu Piket III Damkar BPBD Belitung. Setelah kecelakaan terjadi, mereka segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Zainal memastikan seluruh korban telah dibawa ke RSUD Marsidi Judono Belitung. Kondisi ketiganya masih dalam penanganan tenaga medis.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian BPBD Belitung karena kecelakaan terjadi ketika petugas sedang menjalankan tugas penanganan karhutla.
Di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi kebakaran lahan, keberadaan personel dan armada pemadam menjadi sangat penting. Petugas dituntut bergerak cepat setiap kali menerima laporan kebakaran agar api tidak meluas.
Namun, kondisi medan dan karakteristik kendaraan pemadam yang membawa muatan air berat juga menjadi tantangan tersendiri dalam mobilisasi menuju lokasi kebakaran.
Kecelakaan di Jalan Renati tersebut menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam setiap pengerahan armada, terutama ketika kendaraan membawa beban berat dan harus melintasi jalur dengan banyak tikungan.
Sementara itu, penanganan terhadap tiga petugas yang mengalami luka menjadi prioritas setelah kecelakaan tersebut. BPBD Belitung juga harus memastikan kondisi armada serta kebutuhan operasional pemadaman karhutla tetap dapat berjalan di tengah kerusakan kendaraan suplai air tersebut. (Sumber : Babelpos.id, Editor : KBO Babel)

















