KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — DPRD Kota Pangkalpinang menegaskan komitmen penuh dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang mencapai target Zero Stunting pada tahun 2026. Dukungan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza, sebagai respons atas penguatan program pencegahan dan penanganan stunting yang dijalankan Dinas Kesehatan setempat. Selasa (24/2/2026)
Menurut Abang Hertza, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan fasilitas layanan kesehatan serta efektivitas sosialisasi kepada masyarakat. Ia menilai, puskesmas dan posyandu harus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini dan menangani kasus stunting.
“Kami di legislatif mendukung penuh kebijakan Zero Stunting. Yang paling penting adalah memastikan program ini benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat paling bawah. Puskesmas harus responsif terhadap setiap laporan warga,” ujarnya, Kamis (29/01/2026).
Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan yang memperkenalkan formula ABCDE sebagai strategi pencegahan stunting. Program tersebut mencakup lima poin utama, yakni aktif mengonsumsi tablet tambah darah, pemeriksaan rutin ibu hamil, pemenuhan protein hewani, kunjungan posyandu setiap bulan, serta pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.
Abang Hertza menilai pendekatan tersebut sudah komprehensif karena menyasar fase kritis sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan di lapangan.
Selain itu, DPRD juga akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan beroperasi optimal. Pengawasan ini meliputi ketersediaan tenaga medis, alat kesehatan, hingga distribusi suplemen dan makanan tambahan bagi kelompok rentan.
Ia menambahkan, kondisi geografis Pangkalpinang yang relatif kecil menjadi keunggulan tersendiri dalam percepatan penanganan stunting. Jarak antarwilayah yang dekat dinilai memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
“Dengan fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah kota, tidak seharusnya ada hambatan berarti. Tinggal bagaimana pelayanan dimaksimalkan dan masyarakat didorong untuk aktif memanfaatkan layanan tersebut,” katanya.
DPRD juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk peran kader posyandu, tenaga kesehatan, serta partisipasi keluarga dalam menjaga gizi anak. Edukasi berkelanjutan dianggap penting agar masyarakat memahami bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi berkaitan dengan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi mendatang.
Melalui dukungan legislatif dan penguatan program pemerintah daerah, DPRD Kota Pangkalpinang optimistis target Zero Stunting dapat tercapai. Abang Hertza berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, dapat bergerak bersama demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. (Sandy Batman/KBO Babel)
















