KBOBABEL.COM (Jakarta) – KH Ma’ruf Amin resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI). Kepastian tersebut disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Komunikasi Digital dan Informasi (Komdigi) yang juga Juru Bicara Wakil Presiden ke-13 RI, Masduki Baidlowi. Pengunduran diri ini menandai berakhirnya pengabdian panjang KH Ma’ruf Amin di struktur pimpinan MUI. Rabu (24/12/2025)
“Betul (mengundurkan diri). Surat yang disampaikan Kiai Ma’ruf sudah sejak tanggal 23 November 2025 kemudian diproses di internal MUI,” kata Masduki saat dikonfirmasi, Rabu (24/12/2025).
Dalam surat pengunduran dirinya, KH Ma’ruf Amin menyampaikan alasan utama mundur dari jabatan Ketua Wantim MUI adalah faktor usia dan lamanya masa pengabdian di organisasi tersebut. Ia menilai sudah saatnya dirinya memberikan ruang kepada generasi yang lebih muda untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.
“Dengan ini saya menyampaikan surat permohonan pengunduran diri dari jabatan Ketua Dewan Pertimbangan MUI masa bakti 2025–2030 per tanggal surat ini ditandatangani. Hal ini berkaitan dengan usia saya yang sudah lanjut dan sudah terlalu lama pengabdian saya di MUI,” tulis KH Ma’ruf Amin dalam surat tersebut.
KH Ma’ruf Amin memang dikenal sebagai salah satu tokoh sentral di Majelis Ulama Indonesia. Ia tercatat mengabdi di MUI selama puluhan tahun, mulai dari Anggota Komisi Fatwa, kemudian menjabat sebagai Ketua Umum MUI, hingga dipercaya menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI selama dua periode berturut-turut. Peran dan pemikirannya kerap menjadi rujukan dalam berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan.
Dalam suratnya, KH Ma’ruf Amin juga menegaskan bahwa pengunduran diri ini merupakan bagian dari komitmennya terhadap regenerasi kepemimpinan di tubuh MUI. Ia berharap tongkat estafet kepemimpinan dapat dipegang oleh tokoh-tokoh yang lebih muda, energik, dan kompeten.
“Maka sudah saatnya saya untuk istirahat dan mengundurkan diri dari kepengurusan MUI, demi regenerasi tugas dan tanggung jawab kepada tokoh lain yang lebih muda dan kompeten,” imbuhnya.
Selain menyampaikan alasan pengunduran diri, KH Ma’ruf Amin juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran pengurus MUI. Ia menyadari selama menjalankan tugas sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI, mungkin terdapat tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan.
“Saya menyampaikan permohonan maaf jika selama saya menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI terdapat tutur kata dan tindakan yang tidak berkenan. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh jajaran pengurus MUI,” ungkap KH Ma’ruf Amin.
Ia pun menyampaikan rasa bangga dapat menjadi bagian dari MUI dan berharap lembaga tersebut terus berkembang serta memberikan kontribusi positif bagi umat dan bangsa. KH Ma’ruf Amin menilai MUI memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia.
Tidak hanya mundur dari struktur MUI, KH Ma’ruf Amin juga secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kabar tersebut dibenarkan langsung oleh Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.
“Sudah lama, benar beliau menyampaikan kepada Ketua Umum PKB akan uzlah, tidak lagi berkegiatan struktural baik di PKB maupun MUI,” kata Muhaimin Iskandar kepada wartawan, Selasa (23/12/2025).
Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menjelaskan bahwa pengunduran diri KH Ma’ruf Amin dari Dewan Syuro PKB telah disampaikan sejak beberapa waktu lalu. Keputusan tersebut, menurutnya, merupakan sikap pribadi KH Ma’ruf Amin untuk mengurangi aktivitas struktural dan fokus pada peran nonformal.
Meski tidak lagi berada dalam struktur resmi partai, Cak Imin menegaskan bahwa KH Ma’ruf Amin tetap menjadi tokoh penting bagi PKB. Ia menyebut, mantan Wakil Presiden RI tersebut masih akan memberikan nasihat dan pandangan jika dibutuhkan.
“Kiai Ma’ruf tetap menjadi panutan dan orang tua bagi kami. Walaupun tidak lagi di struktur, beliau tetap membantu dan memberi masukan,” ujarnya.
Terkait sosok pengganti KH Ma’ruf Amin sebagai Ketua Dewan Syuro PKB, Cak Imin menyatakan hal tersebut akan dibahas secara internal. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada para kiai dan ulama yang berada di lingkungan PKB untuk menentukan figur yang tepat.
“Nanti diserahkan ke para kiai saja,” singkatnya.
Pengunduran diri KH Ma’ruf Amin dari dua posisi strategis tersebut menandai babak baru dalam perjalanan hidupnya sebagai tokoh nasional dan ulama senior. Keputusan ini juga dipandang sebagai langkah simbolis dalam mendorong regenerasi kepemimpinan, baik di organisasi keagamaan maupun di partai politik. (Sumber : ngopibareng.id, Editor : KBO Babel)











