KBOBABEL.COM (Jakarta) – Martias Fangiono dikenal sebagai salah satu pengusaha kelapa sawit paling berpengaruh di Indonesia sejak era pemerintahan Presiden Soeharto. Melalui perusahaan raksasa miliknya, PT Surya Dumai Industri Tbk, Martias berhasil membangun imperium bisnis sawit yang mendominasi industri nasional hingga ke pasar ekspor. Senin (13/10/2025)
Namun, di balik kejayaannya, perjalanan karier Martias tidak selalu berjalan mulus. Setelah sempat menikmati masa keemasan di dunia bisnis, namanya tenggelam karena tersangkut kasus hukum yang mengguncang reputasinya. Kini, sosok yang dijuluki Raja Sawit Indonesia itu kembali disorot publik, setelah sejumlah perusahaan yang diduga masih terkait dengan keluarganya terseret dalam kasus penggelapan pajak.
Martias Fangiono merupakan pengusaha keturunan Tionghoa yang dikenal dengan kemampuan bisnisnya yang tajam. Ia memiliki tujuh anak dari dua istri, yakni Irawaty Fangiono dan Silvia Caroline. Anak-anaknya adalah Wiras Anky, Wirastuty, Wirashery, Wirasneny, Ciliandra, Cik Sigih, dan Cilandrew Fangiono.
Pada masa jayanya, PT Surya Dumai Industri Tbk pernah menjadi perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Namun, puncak kejayaan itu mulai runtuh setelah perusahaan tersebut bangkrut dan dihapus pencatatannya (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Akar kejatuhan bisnis Martias dimulai pada tahun 2007, ketika dirinya terseret dalam kasus korupsi (rasuah) yang berkaitan dengan pembukaan lahan kelapa sawit secara ilegal. Pengadilan kemudian menjatuhkan hukuman 1,5 tahun penjara serta denda sebesar Rp346 miliar kepada Martias. Sejak saat itu, namanya perlahan menghilang dari sorotan publik.
Meski demikian, roda bisnis keluarga Fangiono tidak berhenti. Salah satu anaknya, Ciliandra Fangiono, mengambil alih tongkat estafet bisnis dengan mendirikan perusahaan baru bernama First Resources Group, yang kemudian melakukan penawaran saham perdana (IPO) di pasar modal.
Dalam perkembangan terbaru, kasus pajak yang tengah diselidiki otoritas Indonesia diduga melibatkan beberapa perusahaan yang masih memiliki hubungan erat dengan jaringan bisnis keluarga Fangiono. Perusahaan yang disebut-sebut terlibat antara lain PT Ciliandry Anky Abadi (CAA) dan PT Fangiono Agro Plantation (FAP Agri).
Kedua perusahaan tersebut diketahui memiliki alamat kantor yang sama dengan First Resources Group, yang kini dikendalikan oleh Ciliandra Fangiono bersama saudara-saudaranya. Berdasarkan informasi, PT CAA dimiliki oleh istri kedua Martias dan dua anaknya, sementara saham mayoritas FAP Agri dikuasai oleh Wirastuty Fangiono.
Langkah Ciliandra dalam memperluas bisnis keluarga berhasil membawa kembali nama Fangiono ke puncak daftar orang terkaya Indonesia. Pada tahun 2024, Ciliandra Fangiono tercatat menempati peringkat ke-24 orang terkaya di Indonesia versi Forbes, dengan total kekayaan mencapai US$2,4 miliar.
Bahkan, pada tahun 2009, ia pernah dinobatkan sebagai triliuner termuda Indonesia dengan kekayaan sekitar US$710 juta, menjadikannya simbol kebangkitan generasi kedua kerajaan bisnis keluarga Fangiono.
Kini, kasus dugaan penggelapan pajak yang menyeret perusahaan-perusahaan di bawah grup Fangiono kembali menimbulkan pertanyaan publik tentang sejauh mana keterlibatan sang pendiri, Martias Fangiono, dalam jaringan bisnis tersebut.
Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga maupun perusahaan terkait, pengawasan publik terhadap grup usaha ini semakin meningkat, mengingat skala bisnis dan pengaruh besar keluarga Fangiono di industri kelapa sawit nasional. (Sumber: Inilah.com, Editor: KBO Babel)











