
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK) asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menunjukkan daya saing di pasar internasional. Sebanyak 2.935 kilogram atau sekitar 2,9 ton daun manggis kering asal Pangkalpinang berhasil diekspor ke Inggris dengan nilai mencapai Rp146 juta. Sabtu (4/7/2026)
Keberhasilan ekspor tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya permintaan pasar global terhadap komoditas nonkayu asal Bangka Belitung sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha daerah untuk menembus pasar ekspor.

Pengiriman daun manggis kering dilakukan setelah seluruh persyaratan karantina dan standar kesehatan tumbuhan yang ditetapkan negara tujuan dipenuhi.
Proses ekspor difasilitasi oleh Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel), yang memastikan seluruh komoditas memenuhi ketentuan internasional sebelum diberangkatkan.
Lolos Pemeriksaan Karantina
Sebelum diekspor ke Inggris, daun manggis kering menjalani serangkaian pemeriksaan administrasi maupun pemeriksaan fisik oleh petugas Karantina Babel.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komoditas bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dapat menghambat perdagangan antarnegara.
Selain itu, kualitas produk juga diperiksa agar memenuhi standar fitosanitari yang dipersyaratkan oleh negara tujuan.
Setelah seluruh tahapan dinyatakan memenuhi ketentuan, Karantina Babel menerbitkan Phytosanitary Certificate atau Sertifikat Fitosanitari.
Dokumen tersebut menjadi persyaratan utama dalam proses ekspor karena menjadi jaminan bahwa produk yang dikirim telah memenuhi standar kesehatan tumbuhan internasional.
Dengan adanya sertifikat tersebut, proses pengapalan komoditas menuju negara tujuan dapat dilakukan sesuai ketentuan perdagangan internasional.
Permintaan Pasar Terus Meningkat
Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung, Herwintarti, mengatakan ekspor daun manggis kering menunjukkan semakin besarnya kepercayaan pasar luar negeri terhadap komoditas hasil hutan bukan kayu dari Bangka Belitung.
Menurutnya, permintaan terhadap komoditas tersebut terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
“Hingga Juni 2026, Karantina Kepulauan Bangka Belitung telah memfasilitasi ekspor sebanyak 4.471 kilogram daun manggis kering ke Inggris. Selain itu, sebanyak 826 kilogram daun ketapang kering juga telah dikirim ke Polandia, Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman,” ujar Herwintarti, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan meningkatnya volume ekspor menjadi sinyal positif bahwa produk-produk nonkayu asal Bangka Belitung mulai mendapat tempat di pasar internasional.
Kondisi tersebut juga memperlihatkan peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk terus mengembangkan produk berbasis sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dukung Hilirisasi Komoditas Daerah
Herwintarti menilai keberhasilan ekspor ini merupakan salah satu hasil dari upaya hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Melalui proses pengolahan yang baik, komoditas hasil hutan bukan kayu mampu memberikan nilai tambah dibanding hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Selain meningkatkan nilai ekonomi produk, hilirisasi juga membuka peluang usaha baru serta mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang bergerak di sektor kehutanan dan perdagangan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk sehingga mampu bersaing di pasar global.
Karantina Perkuat Layanan Ekspor
Untuk mendukung peningkatan ekspor komoditas daerah, Karantina Babel memastikan akan terus menghadirkan pelayanan yang cepat, profesional, dan sesuai standar internasional.
Herwintarti mengatakan penerapan sistem karantina yang baik tidak hanya bertujuan melindungi sumber daya hayati Indonesia, tetapi juga memperlancar arus perdagangan internasional.
“Kami akan terus berkomitmen menghadirkan layanan karantina yang cepat, profesional, dan terpercaya guna mendukung peningkatan ekspor komoditas daerah,” katanya.
Menurutnya, setiap komoditas yang akan diekspor wajib melalui proses pemeriksaan sehingga negara tujuan memperoleh jaminan bahwa produk yang diterima aman dan memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan negara tujuan terhadap produk ekspor Indonesia.
Daun Manggis Miliki Nilai Ekonomi Tinggi
Daun manggis selama ini dikenal memiliki nilai ekonomi karena banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk herbal dan olahan kesehatan.
Permintaan terhadap daun manggis kering terus meningkat seiring berkembangnya industri berbasis tanaman herbal di sejumlah negara.
Kondisi tersebut memberikan peluang baru bagi masyarakat Bangka Belitung untuk mengembangkan usaha pengumpulan, pengolahan, hingga pemasaran daun manggis sebagai komoditas ekspor.
Selain daun manggis, komoditas hasil hutan bukan kayu lainnya seperti daun ketapang juga mulai diminati pasar internasional.
Hal ini menunjukkan bahwa potensi hasil hutan nonkayu dari Bangka Belitung masih sangat besar untuk terus dikembangkan.
Perkuat Perekonomian Daerah
Keberhasilan ekspor daun manggis kering ke Inggris diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Semakin banyak komoditas lokal yang berhasil menembus pasar internasional, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan pelaku usaha, petani, maupun masyarakat yang terlibat dalam rantai produksi.
Pemerintah bersama Badan Karantina Indonesia juga terus mendorong peningkatan kualitas produk melalui pendampingan, pengawasan, dan pelayanan karantina yang sesuai standar internasional.
Dengan dukungan tersebut, komoditas unggulan Bangka Belitung diharapkan semakin kompetitif di pasar global dan mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pembangunan ekonomi daerah.
Keberhasilan ekspor daun manggis kering senilai Rp146 juta ini menjadi bukti bahwa komoditas hasil hutan bukan kayu dari Bangka Belitung memiliki prospek cerah di pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu penghasil produk unggulan yang mampu bersaing di tingkat global. (Sumber : erabarumedia.id, Editor : KBO Babel)









