
KBOBABEL.COM (BANGKA BELITUNG) – Maraknya aktivitas tambang timah ilegal di Bangka Belitung yang disebut mencapai lebih dari 1.000 titik menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Situasi itu mendorong TNI melakukan Latihan Komando Gabungan (Kogab) TNI yang melibatkan pasukan lintas matra, Selasa (18/11/2025) malam, bertempat di Bandar Udara Depati Amir, Bangka Tengah. Latihan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI dalam memperkuat pengamanan sumber daya strategis nasional di wilayah yang kerap dijadikan lokasi praktik penambangan ilegal. Rabu (19/11/2025)
Latihan Kogab TNI tersebut melibatkan kelompok depan operasi lintas udara (KDOL) dari Detasemen Matra 1 Korpasgat dan prajurit Brigade Infanteri Para Raider 18/Trisula Kostrad. Kedua satuan elite ini menjalankan latihan penerjunan malam hari, yang menjadi bagian dari rangkaian latihan operasi gabungan berskala besar yang digelar di Bangka Belitung.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir langsung meninjau jalannya latihan penerjunan tersebut. Para prajurit diterjunkan dari pesawat angkut militer di area yang telah disimulasikan sebagai zona operasi. Latihan digelar dalam kondisi minim cahaya, memaksakan penggunaan kemampuan navigasi, akurasi pendaratan, serta kecepatan penyusunan formasi tempur.
Kelompok KDOL dalam latihan ini bertugas memastikan keamanan dan kesiapan drop zone (DZ). Mereka melakukan clearance awal, memeriksa situasi medan, memastikan kondisi cuaca, memperkirakan potensi ancaman di area pendaratan, serta menyiapkan tanda visual bagi penerjunan pasukan utama. Dalam operasi sesungguhnya, unsur KDOL memikul peran vital dalam keberhasilan operasi lintas udara.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan bahwa sebanyak 23 prajurit terlibat dalam latihan penerjunan tersebut. Dari jumlah itu, 13 penerjun berasal dari Denmatra 1 Korpasgat, dan 10 lainnya dari Brigif 18/Trisula Kostrad. Seluruh penerjun mendarat dengan aman dan sesuai rencana.
“Kami terjunkan unsur-unsur dari Denmatra 1 dan juga Brigif 18. Ada total 23 penerjun, 13 dari Denmatra 1, kemudian 10 dari Brigif 18. Alhamdulillah seluruhnya berjalan lancar,” ujar Freddy dalam keterangan pers.
Freddy menegaskan bahwa latihan malam hari merupakan tahapan yang menuntut presisi tinggi. Oleh sebab itu, prajurit yang dilibatkan merupakan personel terlatih yang telah melewati serangkaian seleksi ketat. Latihan tersebut juga menjadi sarana pengujian kesiapan alutsista dan interoperabilitas satuan TNI dalam operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).
Pelaksanaan latihan Kogab TNI di Bangka Belitung sejalan dengan arahan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Presiden sebelumnya meminta TNI melakukan pengamanan ketat di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, mengingat tingginya aktivitas tambang timah ilegal yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menggerus potensi pendapatan negara. Menurut data yang dipaparkan pemerintah pusat, kerugian negara dari praktik ilegal tersebut mencapai hingga 80 persen potensi produksi timah nasional.
Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan kekuatan gabungan TNI dari matra darat, laut, dan udara. Kehadiran unsur lintas matra ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak aktivitas ilegal yang selama ini sulit dikendalikan hanya melalui operasi reguler.
“Melalui latihan KDOL dan operasi terintegrasi lintas matra, TNI menegaskan komitmen negara dalam menjaga keamanan, kedaulatan, serta sumber daya strategis nasional di Bangka Belitung,” kata Mayjen Freddy Ardianzah.
Latihan ini juga menambah kesiapan TNI dalam menghadapi ancaman non-militer yang berdampak terhadap stabilitas keamanan nasional, seperti ekonomi ilegal dan penguasaan sumber daya alam secara tidak sah. Dengan latihan terintegrasi yang dilakukan di wilayah strategis seperti Babel, TNI berharap pengamanan dapat berjalan lebih efektif, termasuk dalam mendukung pemerintah daerah menertibkan aktivitas pertambangan yang tidak berizin.
Pelaksanaan latihan Kogab TNI ini menegaskan bahwa Bangka Belitung kini menjadi salah satu wilayah fokus pengamanan nasional. Selain karena posisinya yang strategis, provinsi ini juga memegang peranan penting dalam produksi timah Indonesia. Pemerintah pusat berharap keberadaan TNI di Babel dapat memperkuat legitimasi penegakan hukum dan mengembalikan pengelolaan sumber daya alam pada koridor resmi negara. (Sumber : Indonesia Defense, Editor : KBO Babel)








