Lindungi Ibu dari Pertengkaran, Pemuda Tempilang Jadi Korban Penusukan Ayah Tiri

Cekcok Keluarga Berujung Tragis, Zelky Pratama Alami Luka Tusuk Sedalam 6 Cm

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Seorang pemuda bernama Zelky Pratama (20), warga Gang Rasyid, Desa Tempilang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, harus menjalani perawatan intensif setelah ditusuk oleh ayah tirinya sendiri, Zainuri (38), pada Rabu (26/11/2025) malam. Insiden itu terjadi ketika korban berusaha menenangkan pertengkaran antara ibunya dan sang ayah tiri, namun justru berujung pada tindakan kekerasan yang hampir merenggut nyawanya. Kamis (27/11/2025)

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB di rumah mereka. Saat itu, suasana rumah memanas akibat percekcokan kecil yang terjadi antara ibu korban dan adik korban yang masih kecil. Situasi yang seharusnya dapat mereda itu berubah menjadi tragedi ketika pelaku tersinggung dan kehilangan kendali.

banner 336x280

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, membenarkan adanya dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sekaligus penganiayaan berat (anirat) yang melibatkan ayah tiri korban.

“Iya benar, telah terjadi dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sekaligus penganiayaan berat (anirat) yang mengakibatkan korban luka tusuk di perut. Pelakunya adalah ayah tiri korban dan saat ini dalam pengejaran,” kata Aditya, Kamis (27/11/2025).

Menurut Aditya, kejadian bermula ketika pelaku sedang makan, sementara ibu korban tengah menegur adik korban yang masih kecil. Teguran itu memicu kemarahan pelaku yang merasa terganggu.

“Kejadiannya kemarin, pukul 20.00 WIB, pelaku sedang makan. Saat itu, ibu korban sekaligus istri pelaku sedang memarahi anaknya yang masih kecil. Lalu, pelaku tersinggung dan membanting piring hingga menimbulkan suara gaduh,” jelasnya.

Suara piring yang dibanting itu membuat Zelky keluar untuk melihat apa yang terjadi. Mengetahui ibunya sedang dalam situasi tidak nyaman, ia berusaha menenangkan suasana dan membela sang ibu. Namun tindakan itu justru memancing emosi pelaku.

“Upaya korban justru memicu emosi pelaku yang kemudian mengambil pisau, yang diselipkan di pinggangnya, dan langsung menusukkan ke bagian perut kanan korban. Akibatnya, korban mengalami luka tusuk sedalam sekitar 6 cm,” terang Kapolres.

Korban langsung roboh bersimbah darah dan kesakitan. Sementara itu, pelaku segera melarikan diri ke arah belakang rumah. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran dan upaya pencarian terhadap pelaku yang kabur setelah melakukan penusukan.

“Setelah kejadian, pelaku melarikan diri ke belakang rumah dan hingga kini belum ditemukan,” tambah Aditya.

Melihat kondisi korban yang lemah akibat luka yang cukup dalam, keluarga dan warga sekitar segera membawa Zelky ke Puskesmas Tempilang untuk mendapatkan pertolongan pertama. Tenaga medis menyatakan bahwa kondisi korban serius dan membutuhkan perhatian intensif untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

“Korban dibawa keluarga bersama warga ke Puskesmas Tempilang. Petugas medis menyebutkan luka korban cukup serius dan terdapat kekhawatiran infeksi karena pisau yang digunakan dalam kondisi berkarat,” kata Aditya.

Karena kekhawatiran atas keselamatan keluarga, terutama ibu korban, pihak keluarga kemudian memutuskan membawa korban dan ibunya ke rumah kerabat di Dusun Bubung Tujuh, Desa Sangku. Langkah itu diambil untuk menghindari kemungkinan buruk, mengingat pelaku masih belum berhasil ditangkap.

“Saat ini korban dan ibunya telah dibawa ke rumah keluarga di Dusun Bubung Tujuh, Desa Sangku. Tujuannya untuk menghindari situasi yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Pihak kepolisian memastikan bahwa proses penyelidikan terus dilakukan. Tim gabungan diterjunkan untuk mencari keberadaan pelaku, termasuk menyisir lokasi-lokasi yang diperkirakan menjadi tempat persembunyiannya. Sementara itu, aparat juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang tindak kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di wilayah Bangka Belitung. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih terbuka dalam melaporkan tindakan kekerasan domestik agar dapat ditangani secara cepat dan tidak berakhir tragis seperti yang dialami Zelky.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban dikabarkan stabil namun masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, keluarga besar berharap pelaku segera ditangkap dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. (Sumber : detiksumbagsel, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *