KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-45, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Gelora Mentok, Selasa (21/10/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bangka Barat ini menggandeng sejumlah pihak, mulai dari Perum Bulog, distributor minyak goreng, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga petani lokal, untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Bupati Bangka Barat, Markus, hadir langsung meninjau lokasi kegiatan bersama Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya, dan Kasdim 0431/Bangka Barat Mayor Nawawi. Dalam arahannya, Markus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memastikan ketersediaan serta keterjangkauan pangan di wilayah Bangka Barat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dari pasaran, sekaligus menjaga kestabilan inflasi di daerah,” ujar Markus di sela kegiatan.
Menurutnya, GPM bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan gejolak harga di pasar. Markus menyebutkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga stabil tanpa mengorbankan kualitas.
“GPM ini kami selenggarakan bersama Perum Bulog, distributor minyak, petani lokal, dan para pelaku UMKM agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga stabil dan lebih murah dari pasaran. Ini langkah konkret kami dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Bangka Barat,” jelas Markus.
Dalam GPM tersebut, berbagai komoditas bahan pangan dijual dengan harga di bawah pasaran. Masyarakat terlihat antusias memanfaatkan kesempatan untuk membeli kebutuhan pokok. Adapun daftar harga yang ditawarkan di lokasi antara lain:
-
Ayam timbang hidup: Rp30.000/kg
-
Ayam timbang bulat: Rp34.000/kg
-
Ayam timbang bersih: Rp36.000/kg
-
Gandum Segitiga Biru: Rp11.500/kg
-
Gandum Mila: Rp10.500/kg
-
Minyak goreng Fortune: Rp18.500/liter
-
Minyak Kita: Rp15.500/liter
-
Gula PSM: Rp17.500/kg
-
Bawang putih: Rp30.000/kg
-
Bawang merah: Rp36.000/kg
-
Cabai merah keriting: Rp55.000/kg
-
Cabai rawit: Rp46.000/kg
-
Telur ayam ras: Rp1.750/butir
-
Beras SPHP: Rp59.000 per 5 kg, dengan stok mencapai 8 ton.
Markus menjelaskan, Pemkab Bangka Barat terus berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok pangan dan daya beli masyarakat. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, pemerintah berkomitmen untuk menjaga agar distribusi bahan pangan tetap lancar, terutama menjelang akhir tahun yang biasanya ditandai dengan kenaikan harga di pasaran.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berupaya menekan disparitas harga pangan antara daerah produsen dan konsumen. Masyarakat diharapkan bisa lebih mudah memperoleh bahan pokok tanpa terbebani harga tinggi,” ujarnya.
Selain kegiatan pasar murah, GPM kali ini juga diramaikan oleh partisipasi Dinas Kesehatan yang membuka layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir. Tak hanya itu, Dealer Honda Mentok turut berkontribusi dengan mengadakan senam sehat dan doorprize, menambah semarak kegiatan tersebut.
Sari, warga Kelurahan Mentok yang datang sejak pagi, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. Ia menilai harga bahan pokok yang dijual di GPM jauh lebih terjangkau dibandingkan di pasar tradisional.
“Bagus sekali program ini, harganya jauh lebih murah dari pasaran. Kualitasnya juga bagus, apalagi beras Bulog yang dijual di sini. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” ungkap Sari dengan wajah sumringah.
Kepala DKPP Bangka Barat, Yudi Pratama, menjelaskan bahwa GPM merupakan salah satu program strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Melalui GPM, kami ingin memastikan bahan pangan tersedia dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memberi ruang bagi petani lokal dan pelaku UMKM untuk menjual produk mereka secara langsung kepada masyarakat,” kata Yudi.
Dengan mengusung tema “Bergandengan Tangan untuk Pangan dan Masa Depan yang Lebih Baik”, kegiatan GPM ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pangan global.
Markus menambahkan, Pemkab Bangka Barat berkomitmen menjadikan peringatan Hari Pangan Sedunia bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen terhadap ketahanan pangan berkelanjutan.
“Kami ingin Bangka Barat menjadi daerah yang tidak hanya cukup pangan, tapi juga mandiri dan sejahtera melalui pengelolaan sumber daya lokal yang optimal,” pungkas Markus.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, GPM di Bangka Barat diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengatasi persoalan harga pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah. (Zulfikar/KBO Babel)

















