Menkop Dorong Kemandirian Nelayan, SPBU Nelayan dan Gerai Kopdes Dibangun di Desa Tukak

SPBU Nelayan Kopdes Merah Putih Mulai Dibangun, Menkop: Tekan Biaya Operasional Nelayan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Bangka Selatan) – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Ferry Juliantono melakukan penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait pengembangan koperasi modern di kawasan Kampung Nelayan, Desa Tukak, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, Jumat (19/12/2025). Kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui integrasi program Kampung Nelayan dengan Koperasi Desa Merah Putih. Sabtu (20/12/2025)

Dalam kesempatan tersebut, Ferry Juliantono juga melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) serta pembangunan gerai, gudang, dan sarana pendukung lainnya yang akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih Desa Tukak. Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan energi nelayan sekaligus memperkuat kelembagaan ekonomi desa.

banner 336x280

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, Bupati Bangka Selatan Reza Herdavid, Sekretaris Daerah Provinsi Bangka Belitung Fery Apriyanto, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdiyanto, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto, serta Ketua Koperasi Desa Merah Putih Desa Tukak Anwar.

Dalam sambutannya, Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta PT Pertamina Patra Niaga merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Desa Tukak. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program pemerintah dapat berjalan efektif dan memberi dampak langsung kepada masyarakat.

“Kehadiran SPBU Nelayan yang nantinya dikelola oleh Koperasi Desa Tukak diharapkan dapat meringankan biaya operasional nelayan dan memudahkan akses terhadap biosolar. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi desa,” ujar Ferry.

Ferry berharap pembangunan SPBU Nelayan tersebut dapat segera dimulai dan berjalan lancar sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh nelayan dan anggota koperasi. Ia menyebut peletakan batu pertama SPBUN di Desa Tukak sebagai jawaban atas kebutuhan energi nelayan yang selama ini belum terakomodasi secara optimal.

“SPBU Nelayan ini akan memberi manfaat besar bagi koperasi dan nelayan, terutama dalam menekan biaya operasional dan memperkuat distribusi energi di wilayah pesisir,” katanya.

Lebih lanjut, Ferry menyampaikan bahwa pembangunan SPBU Nelayan dan gerai Kopdes Merah Putih diyakini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian desa. Dengan tersedianya energi yang mudah diakses dan terjangkau, aktivitas melaut nelayan akan menjadi lebih efisien dan produktif.

Ia menegaskan bahwa kerja sama antara Kemenkop, KKP, dan Pertamina Patra Niaga akan memperkuat integrasi program Kampung Nelayan dengan Kopdes Merah Putih. Dengan integrasi tersebut, rantai nilai dari produksi, pemasaran, hingga distribusi hasil perikanan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Nota kesepahaman ini merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya, sekaligus langkah strategis untuk menyatukan program Kampung Nelayan dan Kopdes agar saling menguatkan,” ujar Ferry.

Selain pembangunan SPBU Nelayan, Ferry juga menyinggung rencana pengadaan kapal melalui program KKP yang akan mendukung aktivitas nelayan di Desa Tukak. Menurutnya, dukungan sarana produksi tersebut akan semakin memperkuat daya saing masyarakat pesisir dan mendorong peningkatan pendapatan nelayan.

Ferry berharap kolaborasi yang telah dibangun di Desa Tukak dapat direplikasi di daerah lain, khususnya wilayah pesisir di seluruh Indonesia.

“Kolaborasi dan kerja sama ini diharapkan menjadi role model dan akan terus kita lanjutkan, sehingga pendirian SPBU Nelayan bisa direplikasi di desa pesisir lainnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ferry juga kembali menyinggung program pembangunan 80.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini disebut sebagai instrumen penting dalam pembangunan ekonomi rakyat yang dimulai dari desa.

Menurut Ferry, hingga saat ini progres pembangunan aset fisik Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia telah mencapai sekitar 21 ribu unit. Sementara itu, inventarisasi tanah desa dan kelurahan yang siap dibangun gerai, gudang, dan sarana pendukung lainnya telah mencapai sekitar 41 ribu titik tanah.

“Tanah-tanah idle tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk diverifikasi dan dilanjutkan pembangunannya,” jelas Ferry.

Ia menegaskan bahwa pembangunan dari desa merupakan inti dari salah satu Asta Cita Presiden. Koperasi Desa diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat yang mampu memperkuat rantai nilai dari produksi hingga distribusi.

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan menekankan bahwa pembangunan SPBU Nelayan di Desa Tukak sejalan dengan misi Presiden untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan. Menurutnya, percepatan pembangunan fisik SPBU Nelayan dan sarana pendukung lainnya merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Ini merupakan cerminan misi Presiden untuk mewujudkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah, terutama nelayan,” kata Didit.

Didit juga menekankan pentingnya sinergi antar lembaga agar program dapat berjalan secara berkelanjutan. Ia optimistis penguatan peran offtaker dan agregator dari hulu ke hilir dapat terlaksana dengan baik melalui koperasi desa.

Bupati Bangka Selatan Reza Herdavid menyampaikan apresiasi atas pembangunan SPBU Nelayan dan aset fisik Kopdes Merah Putih di Desa Tukak. Menurutnya, fasilitas tersebut akan sangat membantu masyarakat, khususnya nelayan, dalam mengakses biosolar.

“Atas nama rakyat Bangka Selatan, kami mengucapkan terima kasih. Kehadiran SPBU Nelayan ini akan membawa banyak kebaikan bagi masyarakat,” ujar Reza.

Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menegaskan dukungan penuh Pertamina terhadap pembangunan SPBU Nelayan di Desa Tukak. Ia menyatakan komitmen Pertamina Patra Niaga sebagai garda terdepan dalam pelayanan energi bagi masyarakat pesisir.

“Dengan kehadiran SPBU Nelayan, akses biosolar akan lebih mudah, harga terjangkau sesuai ketetapan pemerintah, dan suplai BBM terjamin. Kami berharap ini dapat membantu nelayan lebih efisien dalam melaut dan menciptakan multiplier effect bagi kemajuan Desa Tukak,” pungkas Eko. (Sumber : RM.id, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *