Meriahkan HUT ke-969 Pangkalpinang, Sepak Bola Karung Sahang hingga Gaple Warnai Perlombaan OPD

Bukan Sekadar Lomba, Permainan Tradisional Warnai HUT ke-969 Pangkalpinang

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Kota Pangkalpinang menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-969 Kota Pangkalpinang sebagai momentum untuk memperkuat pelestarian budaya lokal. Selasa (1/9/2026)

Hal itu ditunjukkan dengan menghadirkan sejumlah permainan tradisional dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT Kota Pangkalpinang. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan antaraparat pemerintah, tetapi juga sarana untuk mengenalkan kembali permainan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Bangka Belitung.

banner 336x280

Kegiatan digelar di Taman Mandara Kota Pangkalpinang, Selasa (1/9/2026). Sejumlah aparatur dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang ikut ambil bagian dalam perlombaan tersebut.

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Para peserta dari berbagai OPD tampak mengikuti perlombaan dengan penuh antusias. Selain berkompetisi, mereka juga mendapat kesempatan untuk membangun keakraban dan berinteraksi dengan aparatur dari perangkat daerah lainnya.

Salah satu permainan yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah sepak bola karung sahang. Permainan ini memadukan unsur olahraga dan permainan tradisional yang identik dengan karakter budaya masyarakat Bangka Belitung.

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin Masyarif turut hadir sekaligus membuka kegiatan. Ia secara simbolis melakukan tendangan pertama sebagai tanda dimulainya perlombaan.

Selain sepak bola karung sahang, permainan gaple juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Perlombaan gaple dilaksanakan di halaman Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pangkalpinang.

Wali Kota Saparudin mengatakan, memasukkan permainan tradisional dalam kegiatan pemerintah merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam menjaga keberadaan budaya daerah.

Menurutnya, budaya lokal tidak cukup hanya dikenalkan melalui kegiatan seni dan festival. Pemerintah juga perlu menghadirkan budaya dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk dalam kegiatan pemerintahan.

“Pangkalpinang ini kan adalah salah satu kota yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai kota yang melestarikan kebudayaan. Nah sehingga menjadi satu kewajiban juga dari pemerintah kota untuk mengangkat kegiatan-kegiatan baik itu kegiatan seni, kegiatan olahraga, budaya, sosial yang bisa membangun kebudayaan tradisional di Bangka Belitung,” ujar Saparudin kepada Laspela.

Ia menilai Bangka Belitung memiliki banyak kekayaan budaya yang masih dapat dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat, termasuk kepada generasi muda.

Karena itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana memberikan ruang lebih besar bagi berbagai permainan dan kesenian tradisional dalam kegiatan-kegiatan berikutnya.

Tidak hanya permainan yang sudah ditampilkan dalam peringatan HUT ke-969 Kota Pangkalpinang, sejumlah tradisi lainnya juga masuk dalam rencana pemerintah untuk diangkat.

Saparudin menyebut permainan gasing, kesenian dambus hingga kereta surong sebagai beberapa budaya lokal yang berpotensi ditampilkan dalam kegiatan pemerintah.

“Ke depan mungkin kita akan mengangkat gasing, kemudian dambus, kemudian kereta surong dan sebagainya,” katanya.

Menurut Saparudin, upaya tersebut penting dilakukan agar budaya tradisional tidak hanya menjadi bagian dari sejarah masyarakat Bangka Belitung, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi saat ini.

Di sisi lain, perlombaan permainan tradisional tersebut juga memiliki manfaat dalam membangun hubungan internal di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Saparudin mengatakan, aktivitas pekerjaan di masing-masing OPD terkadang membuat para pegawai jarang berinteraksi secara langsung dengan aparatur dari perangkat daerah lainnya.

Kondisi tersebut membuat kegiatan bersama menjadi penting. Melalui perlombaan, para pegawai dapat bertemu dalam suasana yang lebih santai di luar rutinitas pekerjaan sehari-hari.

“Sama-sama PNS kan kadang-kadang tidak tahu. Jadi dengan ini, mereka bisa saling sapa, kemudian tentu yang berikutnya mereka bisa gembira ria lah,” tuturnya.

Ia berharap interaksi yang terbangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan perlombaan. Hubungan yang semakin dekat antarpagawai diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap koordinasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Menurutnya, komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kerja sama antarpemerintah daerah. Ketika komunikasi antarpegawai dan antar-OPD berjalan baik, koordinasi dalam pelaksanaan program pemerintah juga diharapkan menjadi lebih efektif.

“Pada akhirnya tentu kami, Pemerintah Kota, mengharapkan terbangunlah sinergi dan kolaborasi di antara OPD sehingga kita ke depannya bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan, program-program dengan lebih baik dari masing-masing OPD,” katanya.

Dengan demikian, rangkaian peringatan HUT ke-969 Kota Pangkalpinang tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Pemerintah kota berupaya menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk memperkenalkan kembali budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan aparatur.

Permainan tradisional seperti sepak bola karung sahang dan gaple menjadi bagian dari upaya tersebut. Ke depan, pemerintah berharap semakin banyak kekayaan budaya Bangka Belitung yang dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan sehingga keberadaannya tetap terjaga dan dikenal oleh masyarakat luas. (Sumber : Laspela, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *