KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kepulauan Bangka Belitung pada Musyawarah Wilayah (Muswil) VI yang digelar di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Sabtu (17/1/2026). Senin (19/1/2026)
Keputusan tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan Hellyana sebagai Ketua DPW PPP Bangka Belitung. Ia menegaskan, langkah tersebut diambil demi menjaga fokus, kelancaran, dan kondusivitas jalannya Muswil, sekaligus memberi ruang bagi kader lain untuk melanjutkan estafet kepemimpinan partai.
“Saya tidak nyalon dalam Muswil ini, supaya lebih luang waktunya. Biar partai juga bisa lebih fokus. Semua sudah kita musyawarahkan bersama,” ujar Hellyana kepada awak media di sela-sela kegiatan Muswil.
Hellyana menyebut, keputusan itu bukan diambil secara mendadak, melainkan hasil dari pertimbangan matang dan musyawarah internal partai. Ia menilai, regenerasi kepemimpinan merupakan bagian penting dalam dinamika organisasi politik agar tetap sehat dan adaptif menghadapi tantangan ke depan.
Selain itu, Hellyana juga mengaku ingin lebih memfokuskan diri pada tugas-tugas pemerintahan sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, amanah sebagai kepala daerah membutuhkan konsentrasi dan waktu yang tidak sedikit, terutama dalam mendukung percepatan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.
Musyawarah Wilayah VI DPW PPP Bangka Belitung tersebut turut dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Muhammad Mardiono. Kehadiran orang nomor satu di PPP itu menjadi penegasan pentingnya agenda Muswil dalam menentukan arah dan kepemimpinan partai di tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Muhammad Mardiono menekankan pentingnya soliditas kader serta kesatuan langkah dalam membangun partai dan berkontribusi bagi bangsa serta daerah. Ia mengingatkan bahwa PPP harus selalu hadir di tengah umat dan masyarakat dengan membawa kemaslahatan.
“Kader-kader PPP harus hadir di tengah-tengah umat untuk menghadirkan sebuah kemaslahatan, termasuk bagaimana mendukung program pemerintahan dan mempercepat pembangunan dalam rangka menghantarkan kesejahteraan yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya Bangka Belitung dan umumnya Indonesia,” kata Mardiono.
Mardiono juga menegaskan bahwa PPP bukan sekadar partai politik elektoral, melainkan partai perjuangan yang harus mampu menyerap aspirasi rakyat dan menerjemahkannya ke dalam kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kader-kader PPP harus ikut hadir, baik menyuarakan, mengusulkan, memberikan pemikiran-pemikiran, ide, dan gagasan, bagaimana semua kekayaan yang ada di Bangka Belitung ini bisa menghantarkan kesejahteraan rakyat yang sebesar-besarnya,” tegasnya.
Muswil VI DPW PPP Bangka Belitung sendiri memiliki agenda utama pemilihan kepengurusan baru, termasuk Ketua DPW PPP Bangka Belitung periode mendatang. Forum Muswil menjadi wadah strategis untuk menentukan arah kebijakan dan konsolidasi partai di daerah.
Terkait proses pemilihan kepengurusan, Mardiono menegaskan bahwa seluruh keputusan strategis partai harus diambil melalui mekanisme permusyawaratan yang demokratis dan sesuai dengan aturan organisasi.
“Untuk kepengurusan yang baru ini, nanti tergantung hasil permusyawaratan apa yang diputuskan. DPP akan menjadi bagian dalam merumuskan pemikiran-pemikiran terbaik untuk kepentingan Bangka Belitung dan nasional pada umumnya,” ujarnya.
Dengan tidak majunya Hellyana dalam bursa Ketua DPW, dinamika Muswil PPP Bangka Belitung diperkirakan akan semakin terbuka. Sejumlah kader disebut-sebut mulai menguat untuk tampil memimpin partai berlambang Ka’bah tersebut di tingkat provinsi.
Muswil VI ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang solid, visioner, dan mampu membawa PPP Bangka Belitung lebih kompetitif serta relevan dalam menghadapi agenda politik dan pembangunan daerah ke depan. (Sumber : Posbelitung.co, Editor : KBO Babel)










