KBOBABEL.COM (MENTOK) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Bangka Barat. Kali ini, sekitar empat hektare lahan di kawasan Jalan Lapangan Bola Polaris, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, dilaporkan terbakar pada Rabu (3/6/2026) sore. Kamis (4/6/2026)
Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan warga. Kondisi cuaca panas disertai angin kencang menyebabkan api dengan cepat merambat ke lahan kering di sekitar lokasi hingga memicu kebakaran yang cukup luas.
Kebakaran pertama kali diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat melalui layanan Call Center 110 Polri sekitar pukul 15.15 WIB. Mendapatkan informasi tersebut, jajaran Polres Bangka Barat langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna mencegah api meluas ke wilayah lain.
Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, mengatakan petugas segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat melalui layanan 110, petugas langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” kata Iptu Yos Sudarso.
Dalam proses penanganan, personel piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Satuan Samapta, serta piket fungsi Polres Bangka Barat diterjunkan ke lokasi kejadian. Mereka bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka Barat, serta masyarakat setempat untuk memadamkan kobaran api.
Petugas menghadapi tantangan berupa kondisi lahan yang kering akibat cuaca panas dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, tiupan angin yang cukup kencang membuat api mudah menyebar ke area sekitar.
Meski demikian, berkat koordinasi dan kerja sama berbagai pihak, api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam. Upaya cepat tersebut dinilai berhasil mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain yang berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.
“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan sebelum menjalar lebih jauh. Ini berkat sinergi antara petugas dan masyarakat yang turut membantu proses pemadaman,” ujar salah seorang petugas di lokasi.
Berdasarkan hasil pendataan sementara yang dilakukan tim gabungan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar empat hektare. Area yang terbakar didominasi vegetasi semak belukar dan lahan kering yang mudah terbakar saat musim panas.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Tidak ada pula laporan mengenai kerusakan bangunan atau fasilitas umum akibat kebakaran tersebut.
Dari hasil penyelidikan awal, petugas menduga sumber api berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan oleh warga di sekitar lokasi kejadian. Api yang semula kecil kemudian merambat ke lahan kering dan sulit dikendalikan akibat faktor cuaca.
“Dugaan sementara sumber api berasal dari aktivitas pembakaran sampah oleh warga yang kemudian merambat ke lahan kering di sekitar lokasi,” ungkap Iptu Yos.
Atas kejadian tersebut, Polres Bangka Barat kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah secara sembarangan.
Menurutnya, kondisi cuaca panas dan minim curah hujan saat ini membuat risiko kebakaran semakin tinggi sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk mencegah terjadinya karhutla.
“Terutama saat kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering karena berpotensi memicu kebakaran,” tegas Kapolres.
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Kapolres juga menginstruksikan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas agar meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah yang dianggap rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Langkah tersebut dilakukan melalui deteksi dini terhadap potensi titik api, sosialisasi kepada masyarakat, serta upaya mitigasi guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih besar di kemudian hari.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Jika menemukan titik api atau potensi kebakaran, segera laporkan melalui Call Center 110 agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti membakar sampah dapat berujung pada bencana serius apabila tidak dilakukan dengan hati-hati. Kesadaran masyarakat serta kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Bangka Barat. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)
















