Panen Raya Bersama TNI, Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan Jadi Prioritas Pemerintah

Panen Raya Serentak Dipimpin Prabowo, TNI Berhasil Dongkrak Produksi Padi, Tebu, dan Kedelai Nasional

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak tiga komoditas strategis nasional di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan. Sabtu (18/7/2026)

Presiden didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beserta tiga Kepala Staf Angkatan, yakni Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Kehadiran para pimpinan TNI menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor pertanian.

banner 336x280

Panen raya tersebut dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia dengan melibatkan tiga matra TNI yang memiliki tugas pendampingan berbeda. TNI Angkatan Udara fokus mendukung pengembangan komoditas tebu, TNI Angkatan Laut mendampingi budidaya kedelai, sedangkan TNI Angkatan Darat bertanggung jawab mendampingi peningkatan produksi padi.

Presiden Prabowo menegaskan keterlibatan TNI dalam pembangunan sektor pangan merupakan bentuk nyata pengabdian kepada rakyat sekaligus implementasi dari semangat bahwa TNI lahir dari rakyat dan harus selalu berada bersama masyarakat.

Menurutnya, tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan tidak mungkin hanya diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh komponen bangsa.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” ujar Prabowo.

Presiden menilai ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga stabilitas nasional. Oleh karena itu, seluruh potensi yang dimiliki negara harus digerakkan untuk meningkatkan produksi pertanian dan memperkuat kesejahteraan petani.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan aktif TNI dalam mendampingi petani mulai dari proses pembukaan lahan, penanaman, hingga masa panen.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan program pendampingan pertanian yang dilakukan ketiga matra merupakan implementasi langsung dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

Menurut Agus, kontribusi TNI selama ini telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi berbagai komoditas strategis nasional.

“Ini merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia,” katanya.

Agus menjelaskan pembagian tugas di masing-masing matra dilakukan agar pendampingan kepada petani lebih fokus dan efektif sesuai karakteristik komoditas yang dikembangkan.

TNI Angkatan Udara bertanggung jawab mendampingi pengembangan tanaman tebu, TNI Angkatan Laut fokus pada pengembangan kedelai, sedangkan TNI Angkatan Darat mengawal peningkatan produksi padi di berbagai daerah.

Pada sektor tebu, TNI Angkatan Udara bekerja sama dengan Sinergi Gula Nusantara (SGN), perusahaan swasta, serta berbagai asosiasi petani tebu.

Pendampingan dilakukan pada lahan seluas 236.048 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah sentra produksi.

Dari luasan tersebut diperkirakan akan dihasilkan sekitar 18,386 juta ton tebu yang dapat diolah menjadi sekitar 1,36 juta ton gula.

Produksi tersebut diproyeksikan mampu menyumbang sekitar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional tahun 2026.

Secara khusus di Lanud Abdulrachman Saleh, lokasi panen raya yang dipimpin langsung Presiden Prabowo, luas lahan siap panen mencapai 800,5 hektare.

Dari lahan tersebut diperkirakan diperoleh sekitar 72.045 ton tebu dengan nilai jual rata-rata sekitar Rp720.000 per ton di tingkat pabrik gula.

Selain menghasilkan gula konsumsi, Agus menjelaskan tanaman tebu juga memiliki nilai ekonomi tinggi melalui berbagai produk turunannya.

Hilirisasi tebu mampu menghasilkan molase, bioetanol, bahan baku industri makanan, farmasi, pupuk organik, hingga energi terbarukan yang dapat meningkatkan nilai tambah sektor pertanian nasional.

Di sektor kedelai, TNI Angkatan Laut melakukan pendampingan budidaya pada lahan seluas 2.432 hektare yang tersebar di enam wilayah.

Dari luas lahan tersebut berhasil diproduksi sekitar 3.676 ton kedelai atau berkontribusi sekitar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional tahun 2026.

Untuk meningkatkan hasil produksi, hingga Juni 2026 TNI AL juga telah membuka lahan baru seluas 3.110 hektare di tujuh wilayah.

Lahan tersebut merupakan kombinasi antara aset milik TNI Angkatan Laut dan lahan binaan pemerintah daerah.

Apabila seluruh lahan tersebut dapat dipanen secara optimal, diperkirakan akan menghasilkan sekitar 5.287 ton kedelai.

Menurut Agus, peningkatan produksi kedelai menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas tersebut.

Sementara itu, pada sektor padi, TNI Angkatan Darat mencatat capaian yang cukup signifikan.

Selama Juli 2026, TNI AD mendampingi panen padi di lahan seluas 479.610 hektare.

Secara kumulatif sejak Januari hingga Juni 2026, luas panen yang mendapat pendampingan TNI AD telah mencapai sekitar 6,26 juta hektare.

Dari luasan tersebut berhasil diproduksi sekitar 19,2 juta ton beras.

Jumlah tersebut telah memenuhi sekitar 55,24 persen dari target produksi beras nasional tahun 2026.

Agus menegaskan keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, petani, dunia usaha, serta pemerintah daerah mampu memberikan hasil nyata dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

Menurutnya, TNI tidak hanya hadir sebagai institusi pertahanan negara, tetapi juga berperan aktif membantu masyarakat melalui berbagai program strategis, termasuk penguatan sektor pertanian.

Melalui panen raya serentak tersebut, pemerintah berharap Indonesia semakin dekat menuju kemandirian pangan.

Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI, kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, dan kelompok tani diharapkan terus diperkuat agar target swasembada pangan nasional dapat tercapai.

Dengan meningkatnya produksi tebu, kedelai, dan padi, pemerintah optimistis kebutuhan pangan nasional dapat dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global. (sumber : Sindonews, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *