KBOBABEL.COM (MENTOK) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat terus memperkuat komitmen dalam mendukung program nasional peningkatan kualitas gizi masyarakat. Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui peresmian Dapur Makan Bergizi Gratis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, yang diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, pada Senin (13/10/2025). Selasa (14/10/2025)
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program nasional ini dirancang untuk memperbaiki status gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, serta menurunkan angka stunting di berbagai daerah, termasuk di Bangka Belitung.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yus Derahman menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas sektor yang telah mendukung terealisasinya dapur makan bergizi gratis di Bangka Barat. Ia menyebut bahwa program ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan langkah nyata menuju masa depan bangsa yang lebih sehat dan berkualitas.
“Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo merupakan investasi jangka panjang yang sangat bagus untuk masa depan bangsa. Dapur MBG ini bukan hanya tentang memberikan makanan, tetapi juga tentang kepedulian sosial dan upaya bersama memastikan setiap warga mendapatkan asupan gizi yang layak,” kata Yus Derahman dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mendukung penuh pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari strategi membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, perhatian terhadap gizi anak harus dimulai dari tingkat daerah agar hasilnya berdampak luas dan berkelanjutan.
“Program ini bukan sekadar membagikan makanan, melainkan langkah strategis menciptakan SDM berkualitas sejak dini melalui penguatan gizi anak-anak kita,” ujarnya menegaskan.
Selain untuk peningkatan gizi anak-anak sekolah, keberadaan dapur makan bergizi gratis di Mentok juga diharapkan mampu memberdayakan masyarakat lokal. Pemerintah daerah membuka ruang kerja sama dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam penyediaan bahan pangan lokal seperti sayur, ikan, dan beras, sehingga menciptakan efek ganda bagi perekonomian setempat.
“Program ini bukan hanya soal makan bergizi, tapi juga membuka lapangan kerja baru bagi pelaku UMKM pangan lokal. Ini bentuk pemberdayaan ekonomi sekaligus dukungan terhadap ketahanan pangan daerah,” jelas Yus Derahman.
Lebih jauh, Wabup mengajak semua pihak, baik instansi pemerintah, swasta, organisasi sosial, maupun masyarakat umum, untuk turut mendukung keberlanjutan dapur makan bergizi gratis tersebut. Ia berharap model serupa dapat diterapkan di seluruh kecamatan di Bangka Barat.
“Kita harapkan program ini menjadi contoh bagi kecamatan lainnya agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. Mari kita pastikan bersama bahwa setiap anak Bangka Barat mendapatkan haknya untuk pemenuhan gizi dan kesehatan yang baik,” ucapnya.
Menurut Yus Derahman, keberadaan dapur makan bergizi ini juga merupakan bagian dari visi daerah, yaitu Bangka Barat Bermartabat — berkeadilan, makmur, tangguh, dan bersahabat.
“Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing,” tambahnya.
Acara peresmian dapur makan bergizi gratis tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, perwakilan organisasi masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar. Kegiatan dimulai dengan sambutan, pemotongan pita, dan peninjauan langsung fasilitas dapur yang telah disiapkan dengan standar kebersihan tinggi.
Dalam peninjauan itu, Yus Derahman juga memantau langsung proses pengolahan dan penyajian makanan yang disiapkan untuk anak-anak penerima manfaat. Makanan yang disajikan mengandung unsur karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang seimbang guna memenuhi kebutuhan gizi harian anak.
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, dr. Yeni Aprilia, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa program dapur bergizi gratis ini akan menjadi pusat distribusi makanan sehat bagi anak-anak sekolah dasar dan kelompok masyarakat rentan.
“Kami akan memastikan makanan yang dibagikan memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, dan higienis,” ujar Yeni.
Ia menambahkan bahwa dapur SPPG ini juga dilengkapi dengan tenaga ahli gizi dan tim pengawasan yang akan memantau kualitas bahan pangan, teknik pengolahan, hingga distribusi makanan setiap harinya.
“Kualitas gizi anak-anak adalah prioritas utama kita,” katanya.
Program dapur makan bergizi gratis ini bukan yang pertama di Bangka Barat. Sebelumnya, program serupa telah dijalankan di Kecamatan Kelapa sejak April 2025, dan kini resmi hadir di Kecamatan Mentok. Ke depan, Pemkab Bangka Barat menargetkan pembentukan dapur bergizi di seluruh kecamatan agar cakupan penerima manfaat semakin luas.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui arahan Presiden Prabowo Subianto, Pemkab Bangka Barat optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Harapan kita sederhana: tidak ada lagi anak-anak yang kekurangan gizi di Bangka Barat. Semua harus tumbuh sehat dan cerdas untuk masa depan yang lebih baik,” pungkas Yus Derahman. (Yopi Herwindo/KBO Babel)












