KBOBABEL.COM (Bangka) – Semangat menjaga kelestarian alam kembali digelorakan di pesisir Kabupaten Bangka. Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pepelingasih Kabupaten Bangka berkolaborasi dengan Maritim Muda Kabupaten Bangka menggelar aksi nyata pelestarian alam berupa penanaman bibit mangrove di kawasan Sore Biru Camping Ground, Pantai Karang Mas, Desa Air Anyer, Sabtu (6/6). Senin (8/6/2026)
Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan lintas generasi ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, serta para anggota komunitas pecinta alam. Dengan penuh antusias, seluruh peserta turun langsung ke lokasi penanaman untuk menanam bibit mangrove demi memperkuat garis pantai dan memulihkan ekosistem yang ada.
Ketua Maritim Muda Kabupaten Bangka, La Keanu, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan hari ini bukanlah upaya sesaat, melainkan bagian dari program kerja berkelanjutan yang telah direncanakan matang. Menurutnya, penanaman di Pantai Karang Mas ini telah memasuki minggu ketiga pelaksanaannya dan akan terus berjalan hingga bulan Agustus mendatang, disertai dengan pemantauan rutin agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat maksimal.
“Ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang kami. Harapan besar kami, kawasan Pantai Karang Mas kelak tidak hanya menjadi wilayah yang hijau dan asri, tetapi juga berkembang menjadi pusat penggerak ekonomi hijau dan ekonomi biru (green and blue economy) yang dapat mensejahterakan masyarakat pesisir sekitar,” ujar La Keanu.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pepelingasih Kabupaten Bangka, M. Faiq Elfaruq, menekankan bahwa kegiatan ini memiliki makna ganda: selain untuk pelestarian lingkungan, juga berfungsi sebagai wadah edukasi bagi masyarakat luas. Keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan ini dinilai menjadi bukti bahwa kesadaran akan pentingnya menjaga alam terus tumbuh di kalangan penerus bangsa.
“Penanaman mangrove yang kami lakukan ini tujuannya tidak lain adalah untuk menghijaukan kembali pesisir, namun yang jauh lebih krusial adalah perannya sebagai benteng alami yang melindungi daratan dari ancaman abrasi. Apabila lingkungan terjaga dengan baik, maka keberlanjutan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya pun akan lebih terjamin,” tambah Faiq.

Dalam kegiatan kali ini, sebanyak 5.000 bibit mangrove berhasil ditanam dan disebarkan di sepanjang garis pantai. Angka ini menjadi kontribusi nyata dalam upaya pemulihan ekosistem pesisir yang rentan mengalami kerusakan. Partisipasi yang melibatkan berbagai kalangan usia dan latar belakang ini diharapkan mampu membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok tertentu saja.
Ke depannya, Pantai Karang Mas diproyeksikan menjadi salah satu wilayah pesisir yang lestari, asri, dan produktif. Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai ekosistem alami yang sehat, melainkan juga pendorong utama pertumbuhan ekonomi warga sekitar yang berbasis pada prinsip-prinsip kelestarian lingkungan, sejalan dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengingatkan kita akan pentingnya hidup selaras dengan alam. (Eqi Fitri Marehan/KBO Babel)

















