KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Bangka Belitung (Babel) melakukan audiensi dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, Senin (7/9/2026). Selasa (8/9/2026)
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan sinergi antara insan pers dengan jajaran pemasyarakatan di Kota Pangkalpinang.
Rombongan DPD PJS Babel dipimpin langsung Ketua DPD PJS Babel Agus Eko. Turut hadir Sekretaris DPD PJS Babel Muhamad Zen bersama sejumlah pengurus serta para Ketua DPC PJS dari berbagai daerah di Bangka Belitung.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan tersebut, terutama berkaitan dengan keberlanjutan program yang telah berjalan di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang serta pentingnya keterbukaan dalam menyikapi berbagai informasi dan isu yang berkembang di tengah masyarakat.
PJS Babel juga menyampaikan perhatian terhadap keberlanjutan program kerja yang sebelumnya telah dilaksanakan pada masa kepemimpinan Kalapas terdahulu. Organisasi tersebut berharap berbagai program yang memberikan manfaat tetap dipertahankan dan dikembangkan.
Menanggapi hal tersebut, Kalapas Kelas IIA Pangkalpinang Febie Dwi Hartanto memastikan program-program yang telah berjalan dengan baik tidak akan dihentikan.
Menurut Febie, pergantian kepemimpinan tidak serta-merta membuat program yang sudah berjalan harus dihentikan. Sebaliknya, program yang dinilai positif akan diteruskan dan ditingkatkan.
“Program yang sebelumnya dikerjakan oleh Kalapas terdahulu pastinya dilanjutkan, dikerjakan dan ditingkatkan. Nggak mungkin program dihapus. Malah saya sangat mendukung sekali dan melanjutkan program Kalapas sebelumnya. Mana yang tidak bagus kita poles kembali dan perbaiki,” tegas Febie.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Lapas Pangkalpinang untuk menjaga kesinambungan program, khususnya kegiatan yang dinilai memberikan manfaat bagi warga binaan maupun masyarakat.
Febie menegaskan bahwa setiap program tentu memiliki ruang untuk dievaluasi. Apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaannya, pihak Lapas akan melakukan pembenahan agar program tersebut dapat berjalan lebih baik.
Selain membahas keberlanjutan program, audiensi juga menyinggung berbagai isu negatif yang berkembang terkait Lapas Pangkalpinang. Febie menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap informasi maupun pemberitaan yang beredar sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Isu negatif yang berkembang akan saya evaluasi kembali beritanya seperti apa dan kita akan mengambil langkah-langkah seperti apa. Kan tidak ada program yang sempurna, pasti ada titik buta kita. Maka itu saya berharap kerjasamanya dan dukungannya kepada PJS Babel,” ungkapnya.
Menurut Febie, keterbukaan komunikasi dengan media menjadi salah satu hal penting dalam penyelenggaraan tugas pemasyarakatan. Media dinilai memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi mitra dalam mengawal berbagai kegiatan yang dilakukan lembaga pemasyarakatan.
Karena itu, ia membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan insan pers. Menurutnya, komunikasi yang baik diperlukan agar berbagai informasi mengenai Lapas Pangkalpinang dapat disampaikan secara jelas, berimbang dan sesuai fakta.
Dalam pertemuan tersebut, PJS Babel dan jajaran Lapas Pangkalpinang juga bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembinaan warga binaan, pelayanan pemasyarakatan serta hubungan kelembagaan dengan media.
Sinergi antara pers dan lembaga pemasyarakatan dinilai penting untuk mendukung penyampaian informasi yang konstruktif kepada masyarakat. Terlebih, berbagai aktivitas di lingkungan pemasyarakatan kerap menjadi perhatian publik dan membutuhkan pemberitaan yang proporsional.
Ketua DPD PJS Babel Agus Eko bersama jajaran pengurus menyambut baik sikap terbuka yang disampaikan Kalapas Febie Dwi Hartanto. Audiensi tersebut diharapkan dapat menjadi awal bagi terbangunnya komunikasi yang lebih intens antara PJS Babel dengan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang.
Di sela kegiatan, Sekretaris DPD PJS Babel Muhamad Zen turut melakukan dokumentasi video sebagai arsip resmi organisasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara jajaran PJS Babel dan pihak Lapas Pangkalpinang.
Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak diharapkan dapat terus membangun hubungan yang positif dan profesional. Pers tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara independen, sementara pihak Lapas memiliki ruang untuk memberikan informasi dan klarifikasi terhadap berbagai persoalan yang berkembang.
Dengan komunikasi yang terbuka, informasi mengenai penyelenggaraan pemasyarakatan di Pangkalpinang diharapkan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara faktual, berimbang dan konstruktif.
Audiensi ini sekaligus menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara insan pers dan jajaran pemasyarakatan, terutama dalam mendukung keterbukaan informasi serta pelaksanaan program pembinaan dan pelayanan yang lebih baik di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang. (M.Zen/KBO Babel)
















