KBOBABEL.COM (BOGOR) – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa sedih dan kecewanya setelah harus mengambil keputusan mencopot sejumlah pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang selama ini dikenal sebagai orang-orang kepercayaannya. Keputusan tersebut diambil menyusul mencuatnya kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini tengah ditangani Kejaksaan Agung. Jum’at (5/6/2026)
Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Di hadapan para peserta acara, Prabowo mengaku tidak dapat menyembunyikan perasaan sedih yang dirasakannya. Sebab, para pejabat yang dicopot merupakan sosok yang sebelumnya mendapat kepercayaan penuh untuk menjalankan salah satu program prioritas pemerintah.
“Saya sebetulnya hari ini sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut menjadi penjelasan pertama dari Presiden terkait alasan di balik pergantian mendadak pimpinan BGN yang diumumkan pemerintah pada awal Juni 2026.
Pergantian tersebut dilakukan setelah Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode anggaran 2025–2026.
Tidak hanya Dadan, dua mantan Wakil Kepala BGN yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung juga turut ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Agung.
Penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, pengumpulan alat bukti, serta penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk kantor BGN.
Sehari sebelum penetapan tersangka diumumkan kepada publik, pemerintah terlebih dahulu melakukan perombakan kepemimpinan di tubuh BGN.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pencopotan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung pada Selasa malam, 2 Juni 2026.
Sebagai penggantinya, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN. Sementara posisi Wakil Kepala BGN dipercayakan kepada Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Meski merasa kecewa terhadap situasi yang terjadi, Presiden Prabowo menegaskan dirinya memilih berhati-hati dalam memberikan komentar terkait perkara yang sedang diproses aparat penegak hukum.
Menurutnya, sebagai kepala negara, ia harus menjaga independensi proses hukum dan menghindari kesan melakukan intervensi terhadap penyidikan yang tengah berlangsung.
“Saya tidak mau banyak komentar. Karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, seolah saya memengaruhi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengungkap fakta bahwa dugaan penyimpangan di lingkungan BGN sebenarnya telah terdeteksi sebelum kasus tersebut menjadi perhatian publik.
Ia mengaku telah menerima sejumlah laporan mengenai adanya kejanggalan dan indikasi penyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Prabowo, laporan tersebut datang dari berbagai sumber dan menunjukkan adanya persoalan serius yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
“Jadi memang sudah beberapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Presiden mengaku langsung meminta dilakukan pendalaman secara menyeluruh dengan melibatkan sejumlah lembaga pengawasan dan penegakan hukum.
Beberapa lembaga yang diminta melakukan telaah dan pemeriksaan antara lain Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Langkah tersebut diambil karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang menjadi prioritas utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa program tersebut memiliki nilai strategis yang sangat besar karena menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan gizi untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup.
“Saya tanya, tolong saya mendapat laporan tentang BGN. BGN ini suatu program yang sangat-sangat penting bagi negara. Menyangkut rakyat yang sangat perlu bantuan berpihak,” katanya.
Menurut Presiden, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis akan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan bangsa.
Ia menilai program tersebut bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi negara untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.
Prabowo mencontohkan bahwa banyak negara maju menjadikan program makan bergizi bagi anak-anak sekolah sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Melalui program tersebut, pemerintah dapat membantu mengurangi angka kemiskinan, memperbaiki kondisi kesehatan anak-anak, sekaligus meningkatkan kemampuan belajar generasi muda.
“Semua negara yang maju yang saya lihat menggunakan makan untuk anak-anak sekolah untuk mengurangi kemiskinan, memperbaiki fisik dan kecerdasan penerus. Program ini sangat penting. Dan kalau berhasil akan menimbulkan kemajuan sangat besar bagi negara kita,” tegasnya.
Presiden juga menekankan bahwa kualitas kepemimpinan sangat menentukan arah dan keberhasilan sebuah organisasi.
Karena itu, ia menilai integritas, kompetensi, dan kejujuran merupakan syarat utama yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin yang diberi amanah mengelola program negara.
“Dalam setiap organisasi, pengaruh pimpinan sangat besar. Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur,” ujarnya.
Sementara itu, Kejaksaan Agung masih terus melanjutkan proses penyidikan dugaan korupsi Program MBG untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Di tengah proses hukum yang berlangsung, pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan di bawah kepemimpinan baru BGN agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Publik kini menanti hasil penyidikan Kejaksaan Agung sekaligus langkah konkret pimpinan baru BGN dalam memperbaiki tata kelola lembaga, memperkuat pengawasan internal, serta memastikan program strategis nasional tersebut berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. (Sumber : arusmedia.id, Editor : KBO Babel)

















