KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) – PT TIMAH Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan karyawan dan masyarakat sekitar wilayah operasional melalui program pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan fogging serta edukasi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilaksanakan oleh Division Processing & Refinery pada tahun 2025. Senin (17/11/2025)
Kegiatan fogging dilakukan oleh tim K3LH Division Processing & Refinery PT TIMAH Tbk dan telah digelar sebanyak dua kali sepanjang tahun ini. Penyemprotan difokuskan pada area-area berisiko yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Beberapa titik yang menjadi prioritas meliputi perumahan kompleks perusahaan, area sekolah, BPM Mentok, kantor Division Processing & Refinery, Kantor UPDB, serta BPM Tanjung Ular. Seluruh lokasi tersebut dipilih berdasarkan hasil pemetaan potensi sarang nyamuk di lingkungan kerja dan pemukiman.
Menurut perusahaan, fogging merupakan bagian dari program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang dirancang untuk memutus rantai penularan penyakit akibat nyamuk. Meski begitu, PT TIMAH Tbk menegaskan bahwa fogging bukan satu-satunya langkah pencegahan yang efektif, sehingga dibutuhkan peran aktif seluruh individu dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dokter perusahaan, dr. Karlsen, menyampaikan bahwa masyarakat tidak boleh bergantung sepenuhnya pada fogging. Ia menegaskan pentingnya perilaku hidup bersih sebagai strategi utama dalam pengendalian DBD.
“Fogging hanyalah upaya dukungan, bukan solusi tunggal. Kunci utama pencegahan DBD tetap pada kedisiplinan individu dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Sebagai bentuk edukasi, perusahaan juga menggelar sosialisasi penerapan gerakan 3M Plus kepada karyawan dan masyarakat sekitar. Sosialisasi ini menekankan tiga langkah utama:
-
Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, atau drum.
-
Menutup rapat semua tempat penyimpanan air agar nyamuk tidak dapat bertelur.
-
Mengubur atau memusnahkan barang-barang bekas yang berpotensi menampung air.
Sementara unsur “Plus” mencakup berbagai tindakan tambahan, seperti memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas serta pengendalian sarang nyamuk lainnya, termasuk penggunaan lotion antinyamuk, memasang kelambu, dan menjaga ventilasi agar cahaya masuk dengan baik.
PT TIMAH Tbk menilai bahwa edukasi berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menekan risiko penyebaran DBD, terutama memasuki musim hujan ketika populasi nyamuk meningkat tajam. Karena itu, perusahaan memastikan program ini berjalan secara bertahap dan menyasar seluruh unit kerja di wilayah operasional.
Program pencegahan DBD ini merupakan bentuk tanggung jawab PT TIMAH Tbk terhadap kesehatan pekerja, keluarga mereka, serta masyarakat sekitar. Melalui kegiatan fogging dan sosialisasi PHBS, perusahaan berharap mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan aman, sekaligus berkontribusi dalam menekan angka kasus DBD di Bangka Belitung.
Dengan rutinitas fogging yang terukur dan edukasi kesehatan yang terus ditingkatkan, PT TIMAH Tbk menegaskan komitmennya untuk berada di garda terdepan dalam upaya pencegahan penyakit menular, khususnya DBD, di wilayah operasional perusahaan. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)









