KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — PT TIMAH Tbk terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian adat dan budaya masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Tidak hanya berperan sebagai pelaku industri pertambangan, PT TIMAH Tbk menempatkan diri sebagai mitra budaya yang aktif melestarikan nilai-nilai lokal serta memastikan warisan leluhur tetap hidup di tengah masyarakat modern. Rabu (19/11/2025)
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi, ritual adat, serta kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Menyadari pentingnya pelestarian identitas budaya tersebut, PT TIMAH Tbk secara konsisten mendukung berbagai kegiatan adat di lingkar tambang. Selama bertahun-tahun, Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini terlibat dalam penyelenggaraan sejumlah agenda budaya, mulai dari tradisi Perang Ketupat, Upacara Adat Setana Jering, kegiatan nuju jerami, hingga perayaan hari besar keagamaan yang memiliki nilai spiritual dan historis bagi masyarakat.
Salah satu bentuk komitmen nyata tersebut ialah dukungan terhadap pengembangan Kampung Adat Gebong Memarong, pusat kebudayaan Masyarakat Adat Mapur, salah satu suku asli di Pulau Bangka. Wilayah adat ini tidak hanya difungsikan sebagai ruang pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi tempat edukasi bagi generasi muda mengenai sejarah, filosofi hidup, serta nilai kearifan lokal yang melekat dalam kehidupan masyarakat Mapur.
Berbagai program dijalankan PT TIMAH Tbk bersama Lembaga Adat Mapur, mulai dari pelestarian adat, pemberdayaan masyarakat adat, hingga pengembangan wisata sejarah. Kawasan ini kini berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang mendapatkan perhatian publik, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi lokal.
Ketua Lembaga Adat Mapur, Asih Harmoko, mengatakan bahwa kolaborasi bersama PT TIMAH Tbk telah terjalin sejak 2021 dan memberikan dampak besar bagi komunitas adat.
“Sejak tahun 2021, PT TIMAH Tbk telah berkolaborasi dengan kami dalam mendukung pelestarian masyarakat adat. Pada 2022 dibangun Kampung Adat Gebong Memarong, yang kini menjadi salah satu destinasi wisata,” ujarnya.
Asih menjelaskan bahwa bantuan perusahaan tidak hanya sebatas pembangunan fasilitas fisik. PT TIMAH Tbk juga memberdayakan masyarakat adat melalui berbagai pelatihan seperti pelatihan pemandu wisata lokal, pelatihan kerajinan bagi kelompok perempuan, serta pelatihan membatik sebagai upaya menciptakan sumber ekonomi baru di Dusun Air Abik.
“PT TIMAH Tbk tidak hanya mendukung pelestarian adat dan budaya, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan. Ke depan, kami berharap sinergitas ini terus berlanjut karena pelestarian budaya ini telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain mendukung masyarakat adat Mapur, PT TIMAH Tbk juga konsisten hadir dalam Ritual Rebo Pusaka Tahunan Setana Jering Amantubillah di Rumah Adat Jering, Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat. Ritual adat sakral ini merupakan tradisi turun-temurun yang memiliki nilai spiritual tinggi dan menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur.
Yang di Pertua Setana Jering Amantubillah, Dr. Sardi, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian PT TIMAH Tbk.
“Kami sangat berterima kasih karena PT TIMAH Tbk tidak pernah bosan mendukung kegiatan kami. Beberapa tahun terakhir, perusahaan selalu hadir membantu pelaksanaan ritual adat ini,” ujarnya.
Menurut Dr. Sardi, dukungan perusahaan memberikan kontribusi besar terhadap kelangsungan ritual adat yang menjadi identitas budaya masyarakat Setana Jering. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut sebagai wujud komitmen bersama menjaga warisan leluhur.
Di sisi lain, Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung, Akhmad Elvian, menilai bahwa PT TIMAH Tbk telah melaksanakan peran penting melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dalam mendukung pemerintah daerah melakukan pelestarian budaya. Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan perusahaan sejalan dengan upaya perlindungan, pembinaan, serta pemanfaatan sepuluh objek pemajuan kebudayaan daerah.
“Dukungan PT TIMAH Tbk terutama dalam perlindungan, pembinaan, pengembangan, dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan daerah dan cagar budaya,” ungkap Elvian.
Ia menambahkan bahwa keberadaan perusahaan turut membantu revitalisasi tradisi masyarakat agar tidak mengalami kepunahan.
Elvian juga menyampaikan bahwa PT TIMAH Tbk secara bertahap melakukan rehabilitasi aset-aset sejarah yang memiliki nilai penting bagi perjalanan sejarah lokal dan nasional.
“Dalam bidang cagar budaya, PT TIMAH Tbk terus merehabilitasi aset-aset yang berpotensi menjadi cagar budaya agar menjadi monumen hidup dan situs penting perjalanan sejarah daerah,” kata Elvian.
Berbagai komitmen berkelanjutan tersebut menunjukkan bahwa PT TIMAH Tbk tidak hanya fokus pada aspek operasional pertambangan, melainkan turut menjaga keberlanjutan budaya masyarakat setempat. Melalui sinergi bersama lembaga adat, tokoh budaya, dan komunitas lokal, perusahaan berupaya memastikan bahwa tradisi dan warisan leluhur di Bangka Belitung tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)













