PT TIMAH Tbk Salurkan Bantuan Jaring Udang, Produktivitas Nelayan Desa Kundur Diperkuat

Dukung Nelayan Tradisional, PT TIMAH Tbk Beri Bantuan Alat Tangkap di Desa Kundur

Daerah, PT Timah Tbk197 Dilihat
banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Kundur) – PT TIMAH Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir melalui program tanggung jawab sosial perusahaan dengan menyalurkan bantuan alat tangkap kepada nelayan tradisional di Desa Kundur, Kabupaten Karimun. Bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok Usaha Bersama Ratu Laut Teluk Dalam sebagai upaya memperkuat produktivitas dan keberlanjutan ekonomi nelayan skala kecil yang selama ini bergantung pada peralatan sederhana untuk melaut. Jumat (26/12/2025)

Sekretaris KUB Ratu Laut Teluk Dalam, Dedi, mengatakan kelompok nelayan yang dipimpinnya telah lama terbentuk dan beranggotakan 13 orang nelayan tradisional. Seluruh anggota selama ini melaut menggunakan sampan kecil dengan mesin sederhana serta alat tangkap yang terbatas. Kondisi tersebut membuat hasil tangkapan sangat bergantung pada cuaca dan kualitas peralatan yang digunakan.

banner 336x280

“Kelompok kami sudah lama terbentuk, ada 13 orang anggota. Selama ini kami melaut secara tradisional, pakai sampan kecil dan mesin,” ujar Dedi saat ditemui di Desa Kundur. Ia menjelaskan bahwa bantuan dari PT TIMAH Tbk baru diterima kelompoknya pada tahun ini dan menjadi harapan besar bagi para nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan.

Menurut Dedi, bantuan tersebut akan digunakan untuk membeli alat tangkap utama berupa jaring udang. Jaring udang merupakan alat yang paling banyak digunakan nelayan setempat karena potensi hasil laut di wilayah tersebut didominasi oleh udang dan biota perairan dangkal. Namun, banyak jaring yang dimiliki nelayan saat ini sudah rusak dan tidak layak pakai.

“Baru tahun ini kami mendapat bantuan dari PT TIMAH Tbk. Bantuan ini akan dimanfaatkan untuk membeli alat tangkap, yaitu jaring udang, karena memang sebagian besar nelayan di sini menggunakan jaring udang,” jelasnya. Ia menambahkan, keterbatasan ekonomi membuat nelayan sulit mengganti jaring yang rusak karena harga alat tangkap relatif mahal.

Dedi mengungkapkan bahwa hasil tangkapan nelayan sering kali hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga. Kondisi tersebut menyebabkan peremajaan alat tangkap kerap tertunda. “Hasil tangkapan sering kali tidak mencukupi untuk membeli jaring baru karena harga alat tangkap lebih mahal dibandingkan hasil tangkapan, sementara penghasilan nelayan digunakan untuk kebutuhan sehari hari,” ungkapnya.

Bantuan jaring udang dari PT TIMAH Tbk rencananya akan dibagikan kepada seluruh anggota kelompok. Setiap nelayan akan menerima tujuh unit jaring baru yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan jumlah tangkapan saat melaut. “Kalau jaring baru, hasilnya tentu lebih maksimal dan kami bisa bekerja lebih tenang,” kata Dedi.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT TIMAH Tbk terhadap nelayan tradisional di Desa Kundur. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban nelayan, tetapi juga memberikan semangat untuk terus bertahan dan berkembang. Dedi berharap dukungan perusahaan dapat berlanjut melalui program pemberdayaan nelayan yang berkelanjutan.

Sebelumnya, PT TIMAH Tbk secara konsisten mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir melalui berbagai program, seperti bantuan alat tangkap, bantuan bagi nelayan yang mengalami kecelakaan laut, serta fasilitasi jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan nelayan secara menyeluruh.

Melalui bantuan ini, PT TIMAH Tbk menegaskan perannya sebagai mitra pembangunan daerah yang peduli pada ekonomi kerakyatan. Sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan kelompok nelayan diharapkan mampu menciptakan kemandirian usaha, menjaga keberlanjutan sumber daya laut, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir secara bertahap dan berkelanjutan bagi generasi nelayan masa depan setempat. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *