
KBOBABEL.COM (SADAI) – Panitia Khusus (Pansus) Riset dan Inovasi Daerah DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mempercepat penyusunan arah kebijakan strategis berbasis riset. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan lapangan ke Kawasan Industri Sadai pada Sabtu (11/4/2026). Sabtu (18/4/2026)
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Pahlivi, sebagai bagian dari langkah konkret untuk menyelaraskan potensi kawasan industri dengan kebutuhan pengembangan riset daerah. Sinkronisasi ini dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya bersifat normatif, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan dunia usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam peninjauan tersebut, Pahlivi menegaskan bahwa keberhasilan suatu proyek industri tidak bisa dilepaskan dari kualitas riset yang menjadi dasar perencanaannya. Menurutnya, riset yang komprehensif menjadi fondasi utama dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas sebuah program pembangunan.
“Hari ini kita melihat langsung kondisi di Kawasan Industri Sadai. Apa yang kita temui di lapangan menjadi cerminan bahwa proyek strategis harus didukung dengan kajian riset yang matang. Tanpa itu, potensi masalah di kemudian hari sangat besar,” ujarnya.
Ia menilai bahwa kondisi di kawasan tersebut dapat dijadikan sebagai studi kasus penting dalam merumuskan kebijakan ke depan. Menurutnya, terdapat kesenjangan antara regulasi yang telah disusun dengan implementasi di lapangan, sehingga perlu dilakukan penyesuaian berbasis data dan fakta aktual.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Keinginan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan riset yang mendalam. Dengan begitu, setiap langkah pembangunan dapat terukur dan risiko yang mungkin muncul bisa diantisipasi sejak awal,” katanya.
Pahlivi juga menekankan bahwa riset tidak boleh hanya dijadikan sebagai pelengkap administratif dalam penyusunan kebijakan. Lebih dari itu, hasil riset harus berfungsi sebagai panduan utama dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, setiap temuan dalam riset, baik yang menunjukkan potensi kelebihan maupun kekurangan, harus dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan evaluasi. Hal ini penting agar kebijakan yang dihasilkan memiliki daya guna dan tepat sasaran.
“Riset itu bukan sekadar dokumen formalitas. Hasilnya harus menjadi alat navigasi bagi pengambil kebijakan. Semua temuan harus digunakan untuk memperkuat program pembangunan, sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Kunjungan ke Kawasan Industri Sadai juga menjadi momentum bagi Pansus untuk mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan inovasi. Kawasan ini dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, apabila didukung dengan perencanaan yang matang.
Selain itu, Pansus juga ingin memastikan bahwa pengembangan kawasan industri sejalan dengan prinsip keberlanjutan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Hal ini penting agar pembangunan yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga berdampak positif dalam jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, Pahlivi menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, pelaku usaha, dan akademisi menjadi kunci utama dalam mewujudkan ekosistem riset dan inovasi yang kuat.
“Kita membutuhkan kolaborasi dari semua pihak. Riset dan inovasi tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan berdampak luas,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, Pansus DPRD Babel berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi riil di lapangan. Hasil peninjauan tersebut nantinya akan menjadi bahan penting dalam penyusunan rekomendasi kebijakan riset dan inovasi daerah.
Pansus juga berkomitmen untuk terus melakukan pendalaman melalui berbagai kajian dan konsultasi dengan pihak terkait. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pendekatan berbasis riset dan inovasi, DPRD Babel optimistis dapat merumuskan kebijakan yang lebih adaptif, responsif, dan berkelanjutan, sehingga mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan. (Dwi Frasetio/KBO Babel)









