KBOBABEL.COM (BANGKA) — Pencarian terhadap Soleh (32), korban kecelakaan kerja di kawasan Eks Tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, masih terus dilakukan hingga hari keempat. Hingga Kamis (5/2/2026), keberadaan korban asal Provinsi Banten tersebut belum juga ditemukan, sementara Tim SAR Gabungan terus berupaya maksimal di tengah kondisi medan yang sulit.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Rusmansyah, mengatakan bahwa metode pencarian pada hari keempat masih sama dengan hari-hari sebelumnya. Tim SAR Gabungan tetap mengerahkan tiga unit alat berat berupa ekskavator untuk melakukan penggalian dan pembersihan material longsoran di titik-titik yang dicurigai.
“Metode pencarian masih sama seperti kemarin, menggunakan tiga unit alat berat. Unsur-unsur yang terlibat juga masih sama. Semoga hari ini bisa membuahkan hasil,” ujar Rusmansyah di lokasi pencarian.
Menurutnya, tantangan utama dalam proses pencarian adalah volume material longsor yang cukup besar serta kondisi tanah yang labil. Oleh karena itu, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian guna menghindari risiko longsor susulan yang dapat membahayakan petugas.
Pada hari keempat pencarian ini, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangka turut mendatangi lokasi kejadian untuk melihat langsung proses pencarian korban. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap upaya evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Bupati Bangka Fery Insani, Ketua DPRD Kabupaten Bangka Jumadi, serta Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra terlihat hadir di lokasi insiden. Mereka melakukan peninjauan sekaligus berdialog dengan petugas di lapangan terkait progres pencarian serta kendala yang dihadapi.
“Alhamdulillah Forkopimda kita penuh perhatian sampai-sampai meluangkan waktu untuk datang langsung ke lokasi,” kata Rusmansyah.
Ia menambahkan, dukungan dari Forkopimda diharapkan dapat memberikan semangat bagi petugas yang terlibat, sekaligus memastikan seluruh proses pencarian berjalan sesuai prosedur keselamatan.
Insiden kecelakaan tambang di kawasan Eks Tambang Pondi sendiri terjadi pada Senin (2/2/2026) sore. Saat itu, aktivitas penambangan yang dilakukan di lokasi bekas tambang tersebut berujung petaka setelah terjadi longsor hebat yang menimbun para pekerja.
Dalam peristiwa tersebut, tujuh orang pekerja tambang tertimbun material longsoran tanah. Enam orang korban telah berhasil ditemukan, namun seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia. Para korban masing-masing bernama Abeng (40), Alex (40), Abdul Manap (50), Abat (43), Samson (40), dan Sanam (40).
Jenazah keenam korban telah dipulangkan ke Provinsi Banten menggunakan jalur laut sejak Selasa malam (3/2/2026) untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing. Sementara itu, satu korban lainnya, Soleh (32), hingga kini masih belum ditemukan dan terus menjadi fokus utama pencarian.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta operator alat berat terus bekerja tanpa henti dengan harapan dapat segera menemukan korban terakhir. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi pencarian demi keselamatan bersama.
Pencarian akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan stabilitas tanah di sekitar lokasi. Pemerintah daerah memastikan seluruh upaya terbaik dikerahkan agar korban dapat segera ditemukan dan proses penanganan insiden ini dapat dituntaskan secara manusiawi dan bertanggung jawab. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)
















